
Mendengar Sasa melahirkan seperti biasa, personil anak pokemon merasa sangat bahagia. Esok harinya mereka langsung pergi ke rumah sakit dan berkumpul di sana. Bahkan Siena dan Bagas pun ikut berkumpul di sana. Ruang rawat yang seharusnya sepi malah terdengar ramai. Suara tawa terdengar sangat nyaring apalagi suara tawa para istri lebih mendominasi.
"Sasako nama baby boy nya siapa nih....?"tanya Anggi
"Namanya Rasya.... bagus kan" ucap Sasa
"Bagus namanya kalem banget ya... " ucap Bira
"Nama itu di ambil dari gabungan nama kami berdua" ucap Ramon tersipu malu. Dasar memang hello kitty ini hatinya berwarna pink, hingga mengucapkan hal seperti itu saja ia harus malu-malu segala.
"Ekspresimu sangat menyebalkan " ucap Regan.
"Tidak perlu memasang wajah malu-malu begitu, aku geli melihatnya " timpal Rama.
"Sebaiknya mulut lucknut kalian di tutup saja, tidak usah bicara... " bayi Kingkong mulai kesal rupanya ,yang lainnya hanya tertawa melihat mereka bertiga.
"Oh ya, gabungan dari nama kalian gimana maksudnya?"tanya si lemot Yura.
"Rasya, Ramon dan Sasa.... gitu maksudnya Tayo, hadeuuuh si tayo di kasih makan apa sihh otaknya ga pinter-pinter" ucap Anggi.
"Oh Rasya....nama panjangnya berarti Rasya gurih" ucap Yura tertawa menyebalkan. Mendengar ucapan si Tayo semuanya ikut tertawa.
"Dikira anak Sasa teh tahu bulat apa, gurih-gurih nyoy..." ucap Sasa.
"Kalo bayi mas Bagas namanya Siapa...? "tanya Bira
"Namanya Sabrina nona.... "jawab Bagas
"Woaahh, namanya bagus banget... Bira jadi pengen punya bayi lagi. Boleh kan mas suami " rengek Bira
"Tidak.... " tegas Regan, Bira hanya mengerucutkan bibirnya kesal. Ia juga ingin punya seorang putri yang cantik, tapi suaminya tidak pernah mengijinkannya. Rasa trauma Regan memang sangat sulit di hilangkan.
__ADS_1
Melihat mereka semua berkumpul, Sintia dan Siena tersenyum senang. Mereka berdua tidak pernah sekalipun bermimpi akan bergabung dengan mereka. Dengan para istri 4R utamanya. Gadis-gadis kecil yang selalu mereka berdua anggap sebagai pengganggu, ternyata mereka semua sangat lucu tapi ucapannya memang selalu menyebalkan, ya itulah mereka. Bicara apa adanya, tanpa saringan.
"Mas Stevan Sera sekarang hamilnya berapa bulan ?" tanya Bira
"Memasuki usia tujuh bulan nona..."jawab Stevan dengan bangga.
"Kalo mba Sinti... ?"tanya Bira lagi
"baru lima bulan nona... "jawab Ivan sambil mengelus perut istrinya yang mulai buncit itu.
"Kayaknya bakalan terus ada bayi ya, seru. Nanti sekolahnya bisa barengan" ucap Yura.
Setelah lama asik mengobrol mereka pun semua pulang dan memberikan waktu untuk Sasa beristirahat.
*
*
*
Mereka berdua pun masuk, dan mencari tempat duduk yang kosong. Pelayan restoran pun menghampiri mereka berdua untuk memberikan menu makanan yang ada di sana. Setelah memilih beberapa menu, mereka berdua pun menunggunya.
"Sintia.... benar kau Sintia kan? "tanya seseorang di sana yang ternyata adalah Merry teman model seangkatan Siena dan Sintia. Merasa dirinya di panggil pun Sintia menengok ke arah Merry.
"Merry.... " ucap Sintia.
"Oh ya ampun jadi benar kau sudah menikah?" tanya Merry.
"Iya, dan kenalkan ini Ivan suamiku... " ucap Sintia.
"Aku pikir kau kabar tentang kau menikah itu bohong, ternyata benar ya. Bahkan kau sudaah hamil sekarang... "ucap Merry.
__ADS_1
"Iya, aku sudah hamil dan aku sangat bahagia" ucap Sintia
"Benarkah kau bahagia menikah dengannya, setahuku kau sangat mencintai Revan.? "tanya Merry, Ivan dan Sintia tidak suka mendengar pertanyaan Merry .
"Revan adalah masa laluku, dan Ivan masa depanku dan aku sangat mencintainya sekarang " ucap Sintia, Ivan masih menyimak mau sampai mana pertanyaan Merry itu.
"Ahh kau terlalu memaksakan diri Sintia, dan aku dengar kau juga di jodohkan ya?" tanya Merry dengan nada mengejek. Baru saja Sintia akan membuka mulutnya, Ivan sudah menjawabnya duluan.
"Hey nona, apa masalahmu? sejak tadi kau hanya melontarkan pertanyaan tidak bermutu, kau tahu kau hanya membuang waktu. Pergilah dan cari suami agar kau tahu betapa bahagianya orang yang sudah menikah dan menikmati surga dunia hingga tumbuh buah hati dari dua orang yang saling cinta " ucap Ivan merasa gemas dengan gadis menyebalkan di depannya.
"Apa... "
"Atau jangan-jangan tidak ada pria yang mau dengan gadis sepertimu ya... " ejek Ivan
"Kau.... " tunjuknya pada Ivan.
"Kenapa? benar kan ucapanku, pergi sana.... mengganggu saja " ucap Ivan apalagi makanan mereka kini sudah datang Ivan tidak mau acara makannya terganggu oleh orang yang tidak penting.
Merasa kesal karena diusir oleh Ivan, Merry pun pergi meninggalkan restoran itu. Tadinya ia ingin makan di sana. Namun ia melihat Sintia dan mencoba menyapanya. Apalagi Sintia selalu tidak mau diajak menghabiskan waktunya seperti dulu.Membuat Merry kesal, Sintia merasa enggan melakukan hal yang tidak berguna lagi menurutnya. Entahlah tapi Sintia belajar dari Siena dan sedikit demi sedikit merubah cara berpikir dan gaya hidupnya.
Bahkan sebenarnya Sintia dulu selalu menemui Siena untuk menghabiskan waktunya hanya untuk berbincang. Dan Siena sama sekali tidak keberatan saat Sintia meminta saran padanya. Apalagi mereka dulu adalah sahabat. Siena selalu menceritakan kehidupannya bersama Bagas yang sangat bahagia walau suaminya itu aneh, namun sangat mencintainya.
Sintia pun ingin merasakan hal yang sama, makanya saat orang tuanya hendak menjodohkannya dengan anak sahabatnya Sintia tidak merasa keberatan. Sintia yakin orang tuanya akan memberikan yang terbaik untuknya.
Hingga bertemulah ia dengan Ivan, pria tampan dan sangat baik yang kini menjadi suaminya dan juga ayah dari calon anaknya. Pria yang memberikan cinta begitu banyak padanya dan juga sangat menyayanginya.
*
*
*
__ADS_1
Satu episode lagi end ya....😘😘😘