Me Vs Love (Jodoh Yang Tertukar)

Me Vs Love (Jodoh Yang Tertukar)
Bab 46


__ADS_3

Hari libur ini Bagas habiskan waktunya hanya untuk bersama Siena. Bukan sekedar di ranjang tapi juga di luar. Sore ini mereka akan menghabiskan waktu untuk jalan-jalan, anggap saja sebagai pengganti bulan madu. Sebenarnya Regan sudah memberi cuti untuk Bagas agar ia melakukan perjalanan bulan madu. Tapi Bagas dan Siena menolak mentah-mentah padahal Regan yang akan memberikan tiket pesawat dan juga hotel untuk mereka tinggal dan menghabiskan waktu untuk bulan madu.


Bagas dan Siena malah meminta mentahnya saja, mereka berpikir sangat sayang jika uang itu di buat untuk jalan-jalan lebih baik uang itu di simpan untuk masa depan mereka berdua. Pemikiran yang sangat bijak.


Jadi sore ini mereka memutuskan untuk jalan-jalan saja, lagi pula mereka tidak pernah berkencan selama ini bukan. Yang mereka berdua lakukan hanya bercocok tanam saja setiap hari di dalam kamar.


*


*


*


Tujuan mereka saat ini adalah pusat perbelanjaan, mereka akan membeli kebutuhan mereka untuk satu bulan ke depan, jika bulan kemarin Siena hanya belanja sendiri. Maka bulan sekarang mereka belanja bersama dengan sangat mesra.


Ternyata asistent pelit dan menyebalkan itu adalah pria yang sangat romantis dan juga sangat royal terhadap istrinya. Bagas sangat memanjakan Siena, memanjakan istri itu sangat penting karena jika istri bahagia maka kesejahteraan burung kutilang pun terjaga, begitu menurut Bagas. Lagi pula Bagas sangat mencintai Siena, apa pun akan Bagas berikan untuknya. Siena terlalu sempurna untuk pria sepertinya.


"Bagas aku akan ke rak persabunan dulu " ucap Siena kepada Bagas yang tengah memilih-milih sangkar burung untuknya.


"Emm, baiklah nanti cari aku di sini soalnya aku masih bingung akan memilih yang mana " jawab Bagas.


"Astaga ambil sesuai ukuranmu saja kenapa harus di pilih - pilih segala, lagi pula tidak akan ada yang melihatnya " Siena geleng-geleng kepala


"Aku ingin terlihat seksi di depanmu makanya aku bingung "ucap Bagas lagi


Siena lebih memilih pergi dan tidak mau menanggapi ucapan suaminya, karena akan sangat berbahaya dan bisa menjalar kemana-mana .Bisa -bisa malah malah penghuni sangkar burung yang di bahasnya nanti.


Siena memilih beberapa sabun yang akan dia beli dari sabun muka sabun mandi hingga keluarga besar sabun lainnya Siena kunjungi untuk jadi penghuni sementara rak sabunnya di apartement.


"Siena.... " panggil seseorang, Siena pun menengok karena merasa ada yang memanggilnya


"Sasako.... " ternyata mantan calon istri suaminya yang memanggilnya


"Ya ampun kebetulan banget Sasa ketemu sama kamu" ucap Sasa dengan sangat hari heboh. Siena tersenyum senang melihat gadis kecil itu, dia juga mulai terbiasa dengan kehebohan anak-anak pinguin.


"Kamu sedang apa di sini? " tanya Siena


"Ya belanja atuh, masa lagi mandi "jawaban yang menguji mental Siena, basa-basi saja anak ini tidak mengerti pikir Siena.


"Kau kesini dengan Ramon? " tanya Siena mengalihkan pertanyaan


"Iya lah, Sasa kesini sama mas Ramon yang caem. Takutnya di tilang lagi sama polisi makanya ngajak mas Ramon juga" jawab Sasa dan Siena pun mengangguk mengerti.

__ADS_1


"Oh, kau pasti sangat takut saat di tilang? " tanya Siena sambil memilih-milih barang belanjaan.


"Bukan Sasa yang takut tapi mas Ramon yang takut" jawab Sasa yang juga sambil memilih belanjaan dan memasukannya ke troli.


"Kenapa Ramon yang takut? " tanya Siena merasa heran.


"Takut Sasa khilaf liat polisi yang ganteng -ganteng menggiurkan " jawab Sasa santai


Siena menghembuskan nafas kasar masih merasa aneh dengan mantan calon istri suaminya ini.


"Siena.... " terdengar lagi seseorang yang memanggilnya, Siena dan Sasa pun menengok ternyata ada seorang pria tampan yang menghampiri Siena. Siena memandangnya dengan malas tapi Sasa melihatnya dengan tatapan berbinar-binar.


"Siena apa kabar ?" tanya pria itu


"Aku baik... " jawab Siena tanpa memandang ke arah pria itu.


"Aku dengar kau sudah menikah? "tanya pria itu


"Iya aku sudah menikah... "jawabnya dengan malas


"Dengan siapa...? " tanyanya


"Denganku.... " jawab Bagas yang tiba-tiba muncul di sana.


"Memangnya kenapa kalau dia menikah denganku, apa ada masalah denganmu " ucap Bagas tidak suka


Melihat pria tampan dan gagah yang mengaku sebagai suami Siena, apalagi dia adalah Bagaskara seorang asistent pribadi Regan Maheswara siapa yang tidak mengenalnya . Seorang yang sangat berpengaruh di dunia bisnis. Sebagai tangan kanan Regan dia bisa melakukan apa saja. Membuat nyali seorang Gery menciut seketika.


"S-saama sekali tidak... " jawab Gery gugup


"Aku hanya ingin bertanya pada Siena siapa gadis cantik dan imut ini? " tanyanya dengan menunjuk Sasa yang kebetulan ada di samping Siena yang Gery pikir itu pasti salah satu kerabat Siena. Kebetulan yang menguntungkan pikir Gery.


"Dia....? " ucapan Siena terpotong karena Ramon tiba-tiba muncul


"Dia istriku, kau tidak boleh berkenalan dengannya atau aku patahkan tanganmu " ucap Ramon terlihat geram langsung menghampiri Sasa dan merangkul pinggang kecil Sasa.


"Oh... m-maaf aku permisi " ucap Gery bergegas pergi sebelum keadaan tambah rumit.


"Aku mencarimu malah ada di sini, ayo kita pulang bukankah kau minta pulang sebelum jam enam " ajak Ramon


"Oh iya Sasa teh lupa " ucap Sasa sambil menepuk keningnya.

__ADS_1


"Memangnya mau kemana kau buru - buru begitu?" tanya Siena


"Sasa ga mau ketinggalan film kesukaan Sasa, ikatan jantung soalnya seru banget" ucap Sasa yang membuat tiga orang di sana merasa jengah.


"Jadi hanya karena itu kau mengajak pulang lebih awal? " tanya Ramon


"Iya.... " jawab Sasa


"Astaga...." ucap mereka bersamaan sambil geleng-geleng kepala.


"Ayo atuh... Siena A Bagas kita duluan ya " pamit Sasa sambil melambaikan tangan.


"Kita pamit..." ucap Ramon , Siena dan Bagas pun hanya geleng - geleng kepala melihat si micin pergi.


"Cepet ihh.... nanti yang bayar siapa mas Ramen jangan jauh-jauh "


"Ramon Sasako.... Ramon " jawab Ramon dengan kesal karena istrinya ini suka seenaknya mengganti namanya yang keren. Mereka berdua terlihat berdebat sambil berjalan.


"Siena... coba lihat ini " tanya Bagas yang membawa beberapa kotak untuk sangkar burungnya.


"Kenapa? " tanya Siena, untuk apa suaminya yang aneh ini memperlihatkan sangkar burung itu lagi


"Menurutmu aku terlihat seksi memakai yang mana?" tanya Bagas


"Sama saja, memakai yang mana pun bentuknya akan terlihat sama, dasar menyebalkan dari tadi terus saja menanyakan hal itu " jawab Siena dengan kesal


"Wooww... aku tidak menyangka ternyata kau suka sekali melihat si maxy ya. Ternyata kau nackal... " goda Bagas dengan sangat menyebalkan sambil mencolek dagu Siena.


"Astaga, tentu saja aku bisa melihatnya kau selalu memamerkannya padaku setiap hari " jawab Siena


"Wah ternyata kau genit juga yah... " ucap Bagas


"Terserah...."


"Jadi yang mana menurutmu, yang membuatku terlihat seksih...." goda Bagas lagi sambil memperlihatkan beberapa sangkar burung itu.


"Pakai saja punyaku kau akan terlihat seksi.. " jawab Siena sambil pergi meninggalkan Bagas yang sedang tertawa.


*


*

__ADS_1


Likenya jangan lupa ya 😘😘


__ADS_2