
"Sasa.... " panggil Ramon
"Kenapa mas Ramon jahat banget sama Sasa..."ucapnya sambil terisak
"Sasa bagaimana kau bisa berada di sini? "tanya Ramon merasa heran melihat istrinya tiba-tiba ada di sana
"Saya yang memberi tahunya pak, karena tadi nona Sasa bertanya anda sedang berada dimana" jawab Ivan.
"Kenapa mas Ramon selingkuh di belakang Sasa, kenapa mas Ramon jahatin Sasa. Padahal Sasa sayang banget sama mas Ramon cinta Sasa tulus sama mas Ramon" ucap Sasa sambil menangis air matanya sudah tidak bisa terbendung lagi sekarang.
"Sasa aku.... "
"Sudahlah gadis kampung kau itu memang tidak pantas untuk Ramon, hanya aku yang pantas untuknya. Dia menikahimu bukan karena Ramon mencintaimu, tapi Ramon menikah karena skandal yang namun akhirnya ia malah terjebak pernikahan denganmu. Kau itu harusnya sadar diri, kau itu hanya selingan saja untuknya" ucap Sofi dengan kesal marah bercampur rasa puas di hatinya.
"Kalau aja Sasa tahu dari awal kalo mas Ramon ga cinta sama Sasa, kenapa mas Ramon ga bilang sama Sasa. Kenapa ga dari kemarin-kemarin aja bilangnya sebelum Sasa cinta sama mas Ramon. Mungkin hati Sasa ga bakal sesakit ini " ucap Sasa sesegukan menangis saja.
"Maaf... Sasa.... " hanya itu kata yang terucap dari Ramon.
"Maaf mas Ramon udah telat, hati Sasa terlanjur sakit.... " ucapnya sambil berlalu pergi dari sana meninggalkan Ramon dan juga Sofi, Ivan pin sudah tidak bisa berkata apa-apa.
Ramon mencoba mengejar Sasa, di ikuti oleh Ivan dan juga Sofi. Sasa berjalan meninggalkan mereka namun karena pandangannya terhalang oleh air mata hingga ia menabrak seseorang.
Burghhh...
"Maaf..." ucap Sasa sambil menunduk.
"Sasako.... "
"A Bagas...? " panggil Sasa, Bagas melihat keadaan Sasa yang berantakan dia menangis hidung dan matanya merah, kasihan sekali gadis kecil ini, apa yang terjadi pikir Bagas dan di belakangnya terlihat Ramon mengejarnya.
"Sasa.... "panggil Ramon
__ADS_1
"Sasa mau pulang, Sasa mau ketemu sama abi sama umi. Sasa ga mau sama mas Ramon, mas Ramon udah jahat sama Sasa" ucapnya sambil menangis lagi.
"Dasar gadis cengeng...." sinis Sofi, Bagas yang melihat gadis itu pun bertanya.
"Siapa kau gadis menor? "tanya Bagas
"Apa...!!! isshh.... dengar ya aku Sofi kekasih Ramon... " ucap Sofi sambil menggandeng tangan Ramon dengan mesra. Hingga meleleh lagi air mata Sasa melihatnya, hingga membuat Bagas sangat geram melihatnya.
Tanpa bicara Bagas langsung melayangkan pukulan sangat keras kepada Ramon.
Bughh....
"Dasar sial*n kau.....!!! Sasa dan yang lainnya terkejut melihat Bagas memukul Ramon.
Ivan pun langsung mencoba menghentikan Bagas memukul Ramon, namun tenaga asistent pelit itu sangat besar hingga sangat susah di hentikan.
"A Bagas jangan pukulin mas Ramon.... !!!" Sasa menjerit merasa takut suaminya di pukuli oleh mantan calon suaminya.
"Biar saja, manusia sepertinya memang pantas dihajar....!!!"
Sasa pingsan melihat suaminya di pukuli oleh Bagas.
"Sasa....!!!" Ramon dan Bagas pun panik melihat Sasa pingsan.
Dengan kesusahan bangun, Ramon akan menghampiri Sasa yang tergeletak pingsan. Namun satu dorongan dari Bagas Membuat Ramon terjungkal.
"Minggir kau sial*n....!!! Bagas dengan segera menggendong gadis kecil itu ke mobilnya dan membawa Sasa pergi.
"Ramon..... "panggil Sofi dia panik melihat Ramon babak belur di hajar oleh Bagas.
"Ayo bangunlah.... " Sofi mencoba memapah Ramon dan juga Ivan. Tentu saja Ivan membantu Ramon berdiri karena tenaga Sofi saja tidak akan kuat menahan tubuh bayi kingkong itu.
__ADS_1
"Aku tidak apa-apa "ucap Ramon
"Pak, ayo kita ke rumah sakit " ajak Ivan
"Aku ikut.... " pinta Sofi
"Jangan... kau tunggu saja, aku juga ingin berbicara dengan Sasa, aku ingin menyelesaikan semuanya dulu " ucap Ramon
"Baiklah.... "jawan Sofi terpaksa mengiyakan, karena ia juga ingin Ramon dengan segera menyelesaikan masalahnya dengan Sasa.
Ramon di bantu Ivan naik ke mobil, dan menuju rumah sakit. Ia juga ingin tahu kemana Bagas membawa Sasa, untung saja Sasa membawa ponselnya hingga dengan mudah Ramon bisa melacaknya.
"Astaga kenapa bisa jadi seperti ini... "ucap Ramon.
"Kenapa asistent pelit itu ada di sini? "tanya Ramon.
"Saya tidak tahu pak.... "jawab Ivan sambil menyetir mobilnya.
"Dan kenapa kau memberi tahu Sasa kalau aku ada di sini...!! "kesal Ramon pada Ivan.
"Saya pikir nona Sasa bagian dari sandiwara ini pak..." jawab Ivan tidak tahu, karena kedua pria ini berencana menjebak Sofi agar mengakui kesalahannya yang sudah melukai Sasa dengan cara berpura-pura Ramon menjadi kekasih Sofi lagi, siapa yang tahu rencananya malah jadi kacau.
"Ahhh sial.... dia tidak tahu apa-apa hanya aku dan kau yang tahu..."ucap Ramon
"Cepat ikuti asistent pelit itu, aku takut dia berubah pikiran dan akan merebut Sasako dariku, aku tidak rela....!!! "ucap Ramon dengan sangat marah, bahkan rasa sakit di tubuhnya akibat pukulan Bagas terasa tidak berarti. Ramon lebih khawatir kepada istrinya yang pingsan dan tengah di bawa oleh mantan rivalnya.
*
*
*
__ADS_1
Ya ampun mas Ramen teh pura-pura 😌 mimin udah tegang aja mas Ramen selingkuh sama neng Sapi 😑 ternyata selingkuhnya bohongan 😌
Saweran like nya di tunggu ya 😚😚😚