
Setelah beberapa lama kontaraksi mulai Sasa rasakan, dari yang awalnya biasa saja kini sudah mulai terasa kuat kontraksinya. Dokter pun dengan rutin mengecek Sasa setiap jam nya.
Sasa sudah mulai merasa gelisah, rasa sakit dan mulas yang kuat kini sangat terasa di perutnya. Bahkan untuk bicara saja ia mulai tidak bisa mengeluarkan suaranya. Keringat sudah mulai bercucuran, Sasa terus meringis kesakitan Ramon pun tak beranjak sedikit pun dari sisi Sasa. Ia sangat gelisah dan khawatir melihat keadaan istrinya sekarang.
"Sayang bertahanlah.... "ucap Ramon sambil membelai Rambut Sasa dan terus memegang tangan kecil istrinya serta menciuminya. Sasa hanya mengangguk saja tanpa mengatakan apa-apa. Hanya lelehan air matanya lah yang menetes mewakili rasa sakit yang tengah ia rasakan kini.
Sungguh Ramon merasa tidak tega, bahkan kini air matanya pun ikut menetes. Ia merasa sedih melihat istrinya yang biasa cerewet dan bertingkah menyebalkan kini sedang kesakitan dan menangis.
"Sakit mas..... hiks..... " ucapnya sambil menangis
"Bersabarlah sayang demi anak kita...." ucap Ramon
Hingga rasa sakitnya sudah tidak tertahankan lagi, akhirnya Sasa menjerit dan menangis kencang. Dokter pun dengan segera memeriksa Sasa kembali.
"Pembukaannya sudah lengkap nona...." ucap dokter itu
Dokter pun mulai siaga dan memberi aba-aba pada Sasa
__ADS_1
"Tarik nafas dan dorong perlahan nona..."perintah dokter itu, Sasa pun mengikuti arahannya. Satu kali percobaan belum bisa, Sasa masih mencoba lagi namun bayi itu masih belum mau keluar sepertinya.
Hingga Sasa sudah merasa lemas, " ayo sayang sedikit lagi, kau pasti bisa demi anak kita keluarga kecil kita sayang.... " Ramon berusaha menyemangati.
Hingga setelah beberapa saat Sasa mencoba lagi dan akhirnya bayi mereka lahir ke dunia. Tangisannya sangat nyaring terdengar di ruangan itu. Tangis Sasa pun pecah juga, begitu pun dengan Ramon ia mengeluarkan air mata bahagianya melihat putramya lahir ke dunia dengan selamat.
"Selamat tuan dan nona, bayi kalian sudah lahir dan ia sangat tampan" ucap dokter itu. Dokter dan suster pun dengan segera mengurus Sasa dan bayinya. Ramon pun di persilakan keluar dari sana. Dengan segera Ramon pun keluar, dan menemui mamahnya yang ternyata nyonya Sekar sedang menungguinya.
Ramon pun keluar dan langsung memeluk mamahnya.
"Dasar kau ya, kenapa mamah tidak boleh melihat putri mamah.... " ucap nyonya Sekar.
"Karena aku tidak mau mamah sedih, bahkan aku pun tidak bisa menahan air mataku melihat ia kesakitan. Hatiku terasa hancur berkeping-keping melihatnya seperti itu mah. Sekarang aku menyadari betapa besarnya perjuangan seorang ibu demi anaknya " ucap Ramon dan melepaskan pelukannya dari mamahnya.
"Tapi seorang ibu rela menahan semua rasa sakit itu demi melihat anaknya selamat sayang... " jawab nyonya Sekar dan kembali memeluk anaknya.
Berita kelahiran Sasako pun sudah terdengar ke semua sahabatnya. Mereka semua senang mendengarnya, dan berencana untuk menjenguknya esok hari.
__ADS_1
"Ivan katanya Sasa sudah melahirkan " ucap Sintia pada suaminya yang baru selesai mandi. Karena Ramon tidak bekerja membuat Ivan sangat sibuk karena pekerjaan yang sangat menumpuk.
"Benarkah.... mereka menikah bersama bercocok tanam dan hamil bersama sekarang juga melahirkannya pun bersama" ucap Ivan tertawa sambil geleng-geleng kepala.
"Siapa....? "tanya Sintia.
"Kedua pasangan itu, pak Ramon dan Sasako juga asistent pelit dan juga Siena" jawab Ivan.
"Iya kau benar untung saja jenis kelamin anaknya berbeda hingga bayinya tidak akan tertukar" ucap Sintia sambil tertawa.
"Mungkin di kehidupan ini Sasa dan Bagas memang tidak berjodoh tapi mungkin saja kelak mereka akan menjadi besan" ucap Ivan lagi Sintia malah tertawa mendengarnya.
Melihat istrinya tertawa Ivan pun tersenyum, ia tidak pernah menyangka jika ia akan menikahi seorang gadis yag selalu di panggil tukang pecel oleh anak-anak pokemon.
Ivan pun menghampiri istrinya dan kemudian memeluknya, Sintia pun merasa bahagia Ivan menjadi suaminya. Karena pria kaku ini ternyata sangatlah baik, ia merasa menjadi wanita yang istimewa saat bersama Ivan dan itu membuat Sintia merasa terharu dan semakin mencintai Ivan.
Apalagi kini di perutnya telah hadir buah cinta mereka berdua. "Aku sangat mencintaimu Sinti.... " ucap Ivan
__ADS_1
"Aku juga sangat mencintaimu " balas Sintia, mereka pun menyatukan bibir mereka berciuman dengan penuh cinta dan selanjutnya kalian tahu apa yang mereka lakukan.
Likenya kencengim dong 😘😘