
Seorang gadis cantik tengah merasa kesal dan kecewa. Niatnya ingin terlihat baik bahkan sangat baik dalam hal apa pun, malah tidak mendapat respon apa pun dari orang yang ia harap-harapkan. Orang itu malah tidak terlihat peduli sama sekali.
"Padahal aku sangat cantik, pintar dan juga mampu memimpin perusahaan. Aku lebih baik beribu-ribu kali dari Siena, tapi kenapa Bagaskara itu tidak terlihat tertarik sedikit pun kepadaku " gumam Rosa saat sedang berada di dalam mobilnya, selepas pulang dari apartement Bagas dan Siena.
Ya dia adalah Rosa saudara angkat Siena, yang jauh-jauh dari kota hanya untuk menemui Bagas dan Siena. Hanya untuk tebar pesona, sungguh memangnya tidak ada pekerjaan yang lebih penting dari menggoda suami saudara angkatnya .
Bagas bukan pria yang mudah tergoda oleh perempuan lain, dia adalah pria berkomitmen dan sangat setia. Jadi jangan pernah berharap akan bisa menggodanya. Rosa mencari mangsa yang salah, Bagas bukanlah pemeran pria dalam novel yang mudah tergoda dengan perempuan selain istrinya.
Gagang sapunya hanya akan bangun dan bereaksi pada pasangan halalnya. Bagas tidak akan sembarangan main celap-celup ke dalam lembah berdosa. Oh itu tidak ada dalam prinsip hidupnya.
Pria sejati tidak akan mencari kepuasan dari wanita lain, kepuasan jasmani dan rohani Bagas ada pada Siena. Istri cantik dan seksinya, bagaimana mungkin Bagas akan mencari kesenangan di luar. Jika istrinya saja begitu sempurna di matanya. Benar Siena sangat sempurna, cantik dewasa dan yang paling penting Siena itu normal cocok untuk spesies aneh seperti Bagas.
*
*
*
Hari ini hari libur, saatnya bermalas-malasan untuk orang sibuk seperti Bagas yang selalu di sibukan oleh banyak pekerjaan setiap harinya. Pagi ini yang ia lakukan hanya terus memeluk istrinya dan tidak mau pergi kemana pun. Dia bangun hanya untuk ke kamar mandi saja, selanjutnya ia memeluk istrinya lagi.
"Bagas, sampai kapan kau akan memelukku seperti ini ?" tanya Siena
"Sampai aku puas... "jawabnya sambil bibirnya ia tempelkan di ceruk leher Siena dan menciuminya dan memberikan gigitan-gigita kecil di sana. Membuat Siena kegelian, dan Siena juga yakin jika olahraga pagi tak lama pasti akan di mulai. Karena tangan nakalnya sudah kemana-mana.
__ADS_1
"Kau tidak akan pernah puas dasar asistent mesum" ucap Siena
"Karena aku sangat suka sayang, kau selalu membuat si maxy meronta-ronta dan ingin masuk ke sarangmu yang indah" ucap Bagas yang kini sudah mulai mengungkungnya dan mendaratkan ciuman si bibir manis Siena.
Sungguh beruntung sekali asistent pelit ini mempunyai istri secantik dan seseksi Siena.
Siena mencebikan bibirnya, merasa kesal dengan kelakuan suaminya yang tidak pernah puas mengajaknya bercocok tanam. Apa Bagas tidak berpikir jika Siena merasa lelah. Tapi entah kenapa sentuhan tangan nakal suaminya selalu membuatnya melayang, seperti yang tengah ia lakukan sekarang. Tangan dan mulutnya bermain-main di gunung himalaya Siena.
"Siena aku juga ingin punya bayi, jadi aku akan terus menebar benihku di sini hingga calon bayiku Bagas junior hadir dan tumbuh di rahimmu " Bagas mengelus perut rata Siena dan memberi kecupan di sana. Perasaan Siena sangat bahagia mendengar penuturan Bagas yang ingin mempunyai anak darinya. Itu berarti Bagas benar-benar mencintainya.
Karena sebenarnya masih ada ketakutan dalam hati Siena jika suatu saat Bagas akan meninggalkannya dan pergi bersama Salsa. Tapi melihat sikap Bagas padanya dan juga sika posesif Ramon terhadap Salsa memberikan keyakinan padanya jika Bagas tidak akan meninggalkannya.
"Boleh kan Maxy bermain-main di sana, lihatlah dia sudah mengamuk dan menerjang ingin loncat dari sarangnya dan bermain cilukba denganmu" ucapnya menyebalkan.
*
*
*
Di kediaman Adyatama
Ramon pun sedang melakukan hal yang sama, ia terus saja memeluk istri kecilnya di saat libur bekerja. Ramon merasa was-was dengan sikap istrinya takut terjerat pria tampan lain. Karena usia Salsa yang masih labil.
__ADS_1
"A Ramon... jangan peluk terus Sasa atuh. Kalo Sasa jadi gepeng gimana? "ucap Salsa yang tubuh kecilnya terus dihimpit tubuh besar suaminya.
"Panggilan padaku selalu saja selalu berubah - ubah, bocah ini memang masih labil" gumam Ramon dalam hati.
"Aku tidak akan melepaskanmu, kalau aku melepaskannu kau pasti akan nakal dan menggoda polisi tampan lagi " ucap Ramon yang masih tidak terima dengan ucapan istrinya yang sempat memuji seorang polisi yang bahkan Salsa saja sudah melupakan hal itu.
"Ngapain cari polisi kalo suami Sasa gantengnya minta bisa bikin jantung Sasa kesemutan , uangnya bisa bikin Sasa jajan dan sosisnya bisa bikin Sasa keenakan "ucapnya sambil tertawa.
"Dasar kau memang bocah micin..." ucap Ramon yang menjadi gemas dengan tingkah istrinya. Lalu kemudian tubuh besar itu mulai mengungkung tubuh kecil Sasa, dan mencium bibir istrinya dengan sangat lembut dan penuh cinta. Tangan kecil Sasa pun di kalungkan di leher kokoh Ramon.
Setelah puas mencium istrinya Ramon pun melepaskan pagutan itu, dan memandang wajah cantik Sasako yang tidak akan pernah puas ia pandangi. Tangan Ramon membelai lembut pipi mulus itu.
"Aku sangat mencintaimu Sasako... " ucap Ramon.
"Sasa juga cinta sama bayi kingkong yang ganteng" jawabnya sambil tersenyum hingga membuat Ramon tertawa. Ritual bercocok tanam pun mereka lakukan di pagi itu.
*
*
*
Novel ini sementara aku slow update ya, soalnya aku lagi ngejar namatin Timmy akhir bulan ini. Biar bisa fokus sama Yura dan Bagas. Soalnya otak mimin cuman satu, kalo di bagi-bagi jadi dikit 😅
__ADS_1
Hari senin waktunya vote ya 😙