Me Vs Love (Jodoh Yang Tertukar)

Me Vs Love (Jodoh Yang Tertukar)
Bab 51


__ADS_3

Di dalam perjalanan mengantar Ramon dan Sasa Ivan jadi memikirkan Sintia yang sangat cantik itu berjualan pecel, sangat di sayangkan menurut Ivan. Padahal Ivan pria yang punya banyak uang, dia bisa menghidupinya ehh...


Dasar semua ini memang gara-gara ratu ubur-ubur, Sintia yang seorang model cantik di sebut tukang pecel. Sungguh itu sama sekali tidak keren. Kembali kepada Ivan yang terus memikirkan gadis cantik penyuka roti bersayap, yang kini mengganggu pikirannya.


"Astaga kenapa aku jadi memikirkan tukan pecel itu" gumam Ivan geleng-geleng kepala dan tidak luput dari perhatian Ramon.


"Kau kenapa Ivan? " Tanya Ramon menyelidik sedangkan Sasako ibu hamil itu sedang asik bermanja di lengan bayi kingkong itu tanpa mempedulikan Ivan yang juga ingin di gelayuti seorang gadis.


"Ah, t-tidak apa-apa saya hanya sedang memikirkan sesuatu saja pak " jawab Ivan, Sasa yang mendengar ucapan Ivan langsung mengangkat kepalanya dari lengan Ramon.


"Sasa tahu, mas Van-van lagi mikirin Sintia tukang pecel itu kan "ucapnya menyelidik sambil tersenyum-senyum membuat Ramon kesal, karena seharusnya senyuman manis Sasa hanya untuk dirinya saja tidak ada yang boleh melihat senyum manisnya. Dasar bayi Kingkong itu memang sensitif.


Mendengar ucapan Sasa Ivan agak gelagapan karena memang ia sedang memikirkan Sintia.


"Mas Van-van tahu ga, tukang pecel itu pelakornya si Tayo dia itu mantannya mas Revan yang dulu kabur pas mau nikah sama mas Revan" ucap mas Sasa


"Apa benarkah.... ?"Ivan agak shock mendengarnya. Ternyata gadis itu mantan kekasihnya Revan rupanya. Revan yang tampan dan kaya saja di tinggalkan apalagi dirinya yang hanya asistent. Pasti akan di tendang duluan sebelum berjuang.


"Iya beneran lohh Sasa ga bohong, kalo ga percaya tanya aja sama si Tayo atau si Timmy" ucap Sasa yang bergelayut manja lagi di bayi kingkong itu.


Ivan hanya menghela nafas kasar mendengar kenyataannya kalau tukang pecel itu mantannya Revan.


"Tapi siapa tahu dia jodohnya mas Van-van, kali aja tukang pecel itu udah tobat soalnya ga pernah ganggu si Tayo sama mas Revan lagi. Bukannya Siena juga dulu suka gangguin hubungan mas Regan sama Bira, tapi sekarang kan dia tobat dan nikah sama mantan calon suami aku" ucap Sasa panjang lebar tapi membuat Ramon geram. Kenapa Sasa masih saja mengatakan kalau Bagas itu mantan calon suaminya. Apa istri kecilnya ini sebenarnya masih mencintai Bagas asistent pelit itu. Ramon sungguh tidak rela jika itu terjadi, Ramon sangat mencintai istrinya yang aneh level akut ini.


"Jangan sebut-sebut lagi nama asistent pelit itu Sasako, aku tidak suka " kesal Ramon sambil mencebikan bibirnya. Sasa jadi gemas melihat suaminya cemburu.


"Aduh suami Sasa yang ganteng teh cemburu ya?" goda Sasa mencolek dagu Ramon

__ADS_1


"Sudah tahu cemburu masih saja bertanya" ucap hello kitty itu kesal. Sasako itu langsung duduk di pangkuan suaminya dan mengalungkan tangan kecilnya di leher Ramon dan langsung mencium bibir Ramon sekilas.


"Cinta Sasa cuman buat A Abon seorang" ucapnya setelah mencium suaminya Ramon pun bahagia dengan sikap Sasa meskipun masih ada sedikit keraguan di sana. Tapi selama Sasa berada di sisinya Ramon merasa itu cukup untuk saat ini. Ramon menarik pinggang kecil itu dan memperdalam ciuman mereka berdua.


"Astaga menyebalkan sekali mereka, setiap kali aku harus menonton adegan live mereka.. " gumam Ivan geleng-geleng kepala.


*


*


*


Ada yang aneh dengan Siena yang selalu mellow beberapa hari ini. Membuat Bagas merasa bingung dengan sikap istrinya. Ya meskipun Bagas sebenarnya menyukai Siena yang manja. Karena sikapnya yang seperti itu membuat Bagas serasa di butuhkan.


Siena mudah sekali tersinggung dan berkaca-kaca dan dia juga tidak mau jauh dari Bagas. Siena lebih sering menghabiskan waktunya di kamar dan tiduran saja. Karena dia bilang jika berdiri dia akan merasa pusing .Bagas tahu istrinya sedang tidak baik-baik saja. Untuk itu dia minta ijin pada Regan untuk pulang lebih awal tidak peduli jika Regan akan memotong gajinya. Namun Regan bukanlah manusia kejam.


*


*


*


Di apartement


Siang itu Rosa kembali datang ke apartement Siena dan Bagas. Entah mau apa dia datang kesana lagi, tidak mungkin jika Rosa merindukannya. Karena bahkan selama ini saja mereka tidak pernah bertukar kabar.


"Mau apa lagi kau kemari ? " tanya Siena, kini mereka berdua berada di ruang tamu dan saling berhadapan.

__ADS_1


"Astaga Siena, aku hanya ingin bertemu saja denganmu, kita ini jaramg bertemu kan? " jawab Rosa.


"Bukankah kita memang jarang bertemu... "ucap Siena dengan berdecak malas. Sudah tahu kepalanya sedang pusing di tambah kedatangan Rosa membuatnya semakin pusing saja, dan jujur saja wangi parfum Rosa sangat mengganggu penciuman Siena. Membuat Siena merasa mual saja.


"Siena, hidupmu sekarang sangat membosankan aku kesini hanya untuk menemanimu saja. Siapa tahu kau membutuhkan bantuanku untuk memasak karena aku lihat pelayanmu tidak datang hari ini ?" ucap Rosa


"Aku bisa membeli makanan jadi kau tidak usah repot-repot memasak untuk kami, kau di sini hanya bertamu bukan" ucap Siena dengan penuh penekanan. Tapi sepertinya Rosa tidak tersinggung sama sekali dengan ucapa Siena. Dia hanya tersenyum saja mendengar ucapan Siena yang terlihat sangat jelas tidak menyukai kedatangannya, tapi Rosa sama sekali tidak peduli.


"Sebenarnya apa yang kau inginkan dariku? " tanya Siena mulai geram dengan sikap Rosa.


"Benar kau ingin tahu apa yang ku inginkan ?"tanya Rosa.


"Ya, dan cepat katakan aku benar-benar tidak menyukaimu Rosa" jujur Siena


"Baiklah kalau begitu, berikan suamimu padaku" ucap Rosa tanpa beban dan membuat Siena sangat terkejut karena saudara angkatnya itu ternyata dia menginginkan Bagas suami yang sangat ia cintai.


"Kau gila.... " Siena geleng-geleng kepala.


"Aku memang gila, aku tergila-gila pada suamimu Siena. Kau sama sekali tidak pantas untuknya kau hanya anak manja yang tidak bisa apa-apa. Bahkan mengurus perusahaan papa saja kau tidak sanggup. Selama ini kau hanya menikmati hasilnya saja, tanpa tahu bagaimana perjuanganku untuk membantu papa mengurus perusahaan, kau perempuan tidak berguna tapi kau bisa mendapatkan semuanya tanpa kerja keras dan aku benci itu " ucap Rosa panjang lebar.


"Apa...? " Siena benar-benar tidak mengerti dengan jalan pikiran Rosa, selama ini Rosa berpikir jika Siena selalu menikmati uang hasil dari perusahaan papanya yang sebenarnya itu tidak benar. Dia bahkan tidak tinggal bersama orang tuanya dan mengandalkan uang dari pekerjaannya sebagai model dulu. Astaga Rosa benar-benar sudah gila, hidupnya ternyata penuh dengan sangkaan yang tidak benar terhadapnya.


*


*


*

__ADS_1


Ada yang pengen alurnya beda, aku bakal bikin beda alurnya sedikit serius ya 😬


__ADS_2