Me Vs Love (Jodoh Yang Tertukar)

Me Vs Love (Jodoh Yang Tertukar)
Bab 62


__ADS_3

Mendapat kabar dari ibunya malam ini Ivan pulang ke rumahnya. Rumah ibunya Ivan tidak jauh dari apartementnya. Ivan memang tidak tinggal bersama ibunya sejak ia bekerja dengan Ramon, karena ia memang ingin hidup mandiri . Ibunya yang hanya seorang janda hanya di temani oleh adik perempuannya yang masih sekolah.


Ivan pun langsung masuk ke dalam rumahnya dan melihat ibu dan adiknya berpakaian rapi tumben sekali pikirnya, dia juga melihat asistent rumah tangga di rumah terlihat sibuk menyiapkan makanan. Kenapa harus serepot ini menyambut kedatangannya.


"Wahhh, aku terharu sekali melihat ibu menyambutku sampai seperti ini" ucap Ivan kepada ibunya yang sedang sibuk menata makanan di meja makan.


Melihat anaknya datang ibunya langsung menghampirinya.


"Bukan menyambut kedatanganmu, tapi menyambut calon tunangan " jawab ibunya dengan sumringah.


"Astaga, ibu mau menikah lagi, aku tidak mau punya ayah tiri bu..." ucap Ivan yang langsung mendapat jitakan di kepalanya.


Takk....


"Auuuww..... ibu kenapa memukulku. Kita ini jarang bertemu sekalinya bertemu ibu malah menganiayaku" kesal Ivan sambil mengelus keningnya yang barusan kena jitakan ibunya.


"Habisnya jangan bicara sembarangan, ibu sudah tua siapa yang mau dengan ibu... " jawab ibunya mengerucutkan bibirnya merasa kesal.


"Lalu untuk siapa, tidak mungkin Mona ? dia masih sekolah. Mona tidak hamidun duluan kan?" tanya Ivan. Dan satu jitakan pun meluncur lagi di kening Ivan.


"Ibu... " kesal Ivan


"Ini acara perjodohan untukmu" ucap ibunya Ivan


"Apa....?!! yang benar saja bu, aku tidak mau di jodohkan, seperti tidak laku saja " Ivan kesal dan memalingkan wajahnya kemudian pergi dan duduk di ruang tamu, di belakangnya ibunya Ivan mengekor.

__ADS_1


"Bukannya kenyataannya memang begitu ya.. " jawab ibu Ivan tanpa merasa bersalah sedikit pun, membuat Ivan berdecak sebal. Hancur sudah reputasinya sebagai pria tampan kalau sampai ia di jodohkan.


"Aku ini tampan bu...."


"Iya tapi ga laku.... "


"Astaga, kalau orang lain yang bicara seperti itu pasti aku sudah mencekiknya" gumam Ivan dalam hati.


"Pokoknya nurut sama ibu... "


"Tidak mau.... " bantah Ivan.


"Pokoknya kamu harus mau, dari pada nanti kamu jadi bujang tua, keburu lapuk dan burung pipitmu keburu karatan...." ucap ibu Ivan tidak mau di bantah.


"Oh ya ampun, kepalaku....tahu begini lebih baik tadi aku tidak datang" gumam Ivan.


"Ibuku memang kejam.... " ucap Ivan sambil geleng-geleng kepala. Akhirnya Ivan pasrah saja mengikuti kemauan ibunya.


*


*


*


Tak berselang lama datanglah sepasang suami istri dengan seorang gadis ke rumah itu. Ibunya Ivan sangat senang dan menyambut mereka dengan gembira.

__ADS_1


"Mona cepat bawakan minum sama kue-kue yang tadi udah di siapin.." perintah ibunya Ivan kepada adiknya Mona.


"Iya siap bu.... "jawabnya semangat sambil menuju ke belakang menyiapkan makanan dan minuman yang akan di bawa untuk di suguhkan kepada tamu itu.


"Tidak usah repot-repot jeng, jadi ngerepotin" ucap perempuan yang ditaksir ibu dari gadis yang akan di jodohkan dengannya.


Ivan masih belum mau menampakan wajahnya, harga dirinya terasa seakan jatuh ke jurang nestapa yang dalam. Karena belum punya pasangan dirinya bahkan sampai di jodohkan oleh ibunya. Bahkan Stevan yang pemalu saja bisa mendapat jodohnya sendiri. Lalu dia yang bahkan di bilang pria pemberani dan tidak pernah minder pada wanita, malah dia di jodohkan oleh ibunya dengan embel-embel tidak laku. Bukankah itu sangat menyakitkan.


Terdengar obrolan seru di sana mereka tertawa bersama dan bercanda, hingga tak terasa waktu sudah hampir dua puluh menit setelah kedatangan mereka dan Ivan pun masih belum mau mau menampakan wajah tampannya. Ivan masih saja asik memainkan ponselnya dan bermain permainan si pow di sana. Sepertinya memberi makan makhluk kecil bohongan itu lebih menyenangkan dari pada harus menemui calon tunangannya.


"Ivan..... " terdengar sudah panggilan dari sang ibu ratu, dengan malas Ivan pun menyautnya.


"Iya bu.... " jawab Ivan


"Ayo kemari jangan malu-malu begitu..." ucap ibunya Ivan. Ivan yang mendengarnya hanya berdecak sebal saja.


"Dasar menyebalkan...." gumam Ivan. Kemudian ia pun langsung ke ruangan depan dan menghampiri ibu beserta keluarga dan calon tunangannya.


"Ayo kemari duduk di pinggir ibu... "ucapnya sambil menepuk-nepuk sofa di pinggirnya. Demi keamanan dan kedamaian serta menghindari kutukan dari ibu ratu, akhirnya Ivan pasrah saja.


"Lihatlah nak, calon istrimu cantik bukan? "ucap ibunya Ivan, karena ibunya terus menyenggolnya untuk melihat calon istrinya akhirnya Ivan pun mengangkat kepalanya dan melihat wajah calon istrinya. Begitu mata mereka bertatapan Ivan merasa sangat terkejut karena gadis yang akan di jodohkan dengannya ternyata gadis yang ia kenal.


" Astaga.... tukang pecel.... " ucap Ivan


"Apa....!!! "

__ADS_1


minta likenya dong buat dukungan novel mimin 😘


__ADS_2