Me Vs Love (Jodoh Yang Tertukar)

Me Vs Love (Jodoh Yang Tertukar)
Bab 44


__ADS_3

Siena sedang beristirahat di kamarnya karena pekerjaan hari ini di kerjakan semua oleh asistent rumah tangga mereka. Ternyata memang benar jika pekerjaan rumahnya ada yang membantu, Siena menjadi bisa istirahat dan juga bersantai. Ternyata suami pelitnya itu sangat pengertian. Siena merasa sangat bahagia.


Hari ini yang ia lakukan hanya dengan bersantai di dalam kamar sambil memainkan ponselnya, tidak ada niatan keluar rumah. Bawaannya malas saja, padahal Bagas sudah memberikan uang yang banyak padanya. Bagas tidak pernah membatasai pengeluaran Siena, Siena bebas melakukan apa pun yang dia mau.


tok


tok


tok


Terdengar seseorang mengetuk pintu kamarnya, pasti asistent rumah tangganya yang memanggil karena tidak mungkin suami anehnya yang mengetuk pintu. Siena pun bangkit dari tidurannya dan membuka pintunya.


"Maaf nona, ada yang ingin bertemu dengan anda di depan " ucap perempuan setengah baya itu


"Siapa....? " Siena merasa bingung karena dia tidak pernah kedatangan tamu.


"Saya tidak tahu nona...? "jawabnya


"Oh baiklah... " jawab Siena, Siena pun keluar dari kamarnya dan menemui siapa tamu itu.


Saat keluar kamar Siena melihat ada seorang perempuan yang sangat ia kenali tengah tersenyum melihat ke arahnya. Dia adalah Rosa saudara angkat Siena, sudah sejak lama ini dia tinggal di luar kota karena menjalankan bisnis papa Siena yang ada di sana. Seharusnya Siena yang menjalankan bisnis itu, tapi Siena terang-terangan menolaknya. Untuk itulah Rosa yang menggantikan posisi yang seharusnya di duduki Siena.


"Hai... Siena ?" sapanya dengan tersenyum sangat manis, Rosa adalah seorang gadis yang cantik dan juga dewasa perawakannya kalem dan juga sangat ramah terhadap siapa pun, tapi entah kenapa Siena tidak pernah menyukai saudara angkatnya itu.


"Hai Ros, tumben sekali kau kemari ada apa ?" tanya Siena.


"Sudah lama kita tidak bertemu Siena, aku merindukanmu " ucapnya dengan sangat lembut


"Benar kah ?" tanya Siena datar


"Kau selalu saja memasang wajah tidak bersahabat padaku, Sie... kenapa? " tanyanya dengan sangat lembut.


"Aku merasa biasa saja, mungkin kau saja yang perasa. " jawab Siena, Rosa pun hanya tersenyum melihat Siena. Entahlah Rosa adalah gadis baik dengan murah senyum, tapi Siena selalu melihatnya jika senyuman yang ia tebarkan adalah palsu. Karena bibir dan matanya menunjukan sesuatu yang berbeda.


"Nona, ini minumannya " asistent rumah tangga itu membawakan minuman dan beberapa cemilan dan di hidangkan di sana.

__ADS_1


"Terima kasih, anda boleh pulang bu jika pekerjaan sudah beres. Lagi pula ini sudah sore, terima kasih sudah membantuku" ucap Siena dengan ramah kepada asistent rumah tangganya, berbeda sekali jika ia bicara dengan Rosa. Dan tentu saja Rosa merasa tersinggung tapi dia tidak mau memperlihatkannya kepada Siena.


"Baik nona terima kasih " ucapnya Siena pun hanya mengangguk tersenyum. Lama hening di sana, karena Siena merasa enggan bertanya pada Rosa, sedangkan Rosa menjadi sangat canggung karena sikap dinginnya Siena .Mereka berdua ada di ruangan yang sama dan memainkan ponsel masing-masing. Padahal Siena sudah mengacuhkanya tapi Rosa sepertinya tidak mau pergi dari sana. Hingga terdengar suara pintu masuk terbuka dan muncullah sosok tampan yang Siena rindukan.


Bagas sudah pulang sore itu dan seperti biasa dia tampak mempesona. Tampan dan gagah walau sudah bekerja seharian. Rosa langsung memasang senyum manisnya pada Bagas.


"Jadi ini yang ia tunggu dari tadi " gumam Siena dalam hati.


"Ternyata ada tamu, Sayang siapa dia? "tanya Bagas sambil duduk di sebelahnya dan merangkul pinggang ramping Siena posesif.


"Aku Rosa, saudara Siena " jawab Rosa dengan senyum sangat manis


"Oh...." Bagas manggut-manggut


"Tapi kenapa kalian tidak mirip....? " tanya Bagas, senyum manis pun berubah menjadi sedikit masam.


"Dia saudara angkatku Bagas... " jawab Siena


"Mas Bagas, apa kau lupa.... ?" ucap Bagas protes dengan panggilannya Siena


"Astaga istriku ini cantik sekali.... " Bagas hampir saja mencium Siena di depan Rosa, namun Siena menutup mulut Bagas. Rosa merasa iri melihat kemesraan mereka, dan pandangan Bagas pun hanya tertuju pada Siena.


"Siena suamimu baru saja pulang dari kantor harusnya kau membuatkannya kopi atau teh, dan berdandan lah yang cantik. Kau bahkan sepertinya belum mandi.


"Aku tadi mau mandi tapi kau keburu datang " jawab Siena yang tidak suka dengan kata-kata saudara angkatnya. Karena saat ini Siena tengah memakai tanktop hitam tali spageti kesukaannya dengan rambut di ikat asal. Namun sebenarnya Siena terlihat sangat cantik dengan penampilan seperti itu. Bahkan Maxi saja sudah memberontak dari tadi ingin berendam di lembah hangat Siena.


"Aku sangat suka penampilan istriku yang seperti ini, terlihat sangat seksi " ucap Bagas dengan mata kurang ajarnya melihat dua buah mangga ranum yang terlihat mengintip malu-malu ingin pegang Bagas.


"Apa...? " Rosa merasa canggung dengan ucapan si mulut mercon


"Iya, sebenarnya kami ini sudah janjian akan mandi bersama. Tapi karena ada tamu kami jadi menundanya, iya kan sayang" ucap Bagas tidak tahu malu sambil mengerlingkan matanya dengan nakal kepada Siena. Rosa melongo mendengar ucapan Bagas yang terdengar vulgar di telinga Rosa.


"Sepertinya aku datang di waktu yang tidak tepat " ucap Rosa memaksakan senyumnya, Siena tersenyum saudara angkatnya ini memang belum tahu jika suaminya ini bermulut lucknut jika bicara.


"Kalau begitu aku pulang dulu, maaf sudah mengganggu waktu kalian " ucapnya sambil berdiri bersiap untuk pulang.

__ADS_1


"Baiklah hati-hati.... " ucap Siena, Rosa pun mengangguk dan kemudian pergi meninggalkan apartemen Bagas dengan hati yang kesal.


"Kenapa kau melihatu seperti itu? " tanya Siena kepada Bagas yang terus saja melihatnya.


"Kau ini ya selalu saja tidak peka...." ucap Bagas


"Apa.....? " tanya Siena


"Lihatlah ke bawah.... " ucap Bagas, dan dengan bodohnya Siena malah menurut. Karena sebenarnya Bagas tengah memperlihatkan gagang sapunya yang terbangun walau masih di dalam sangkarnya.


"Dasar kau otak mesum..... " Siena memukul bahu Bagas dengan kencang namun sama sekali tidak terasa sakit untuk Bagas.


"Ayolah sayang kau terlihat sangat seksi.... " ucap Bagas dengan suara paraunya. Dan kemudian menarik pinggang ramping Siena dan menempelkan tubuhnya. Kemudian Bagas langsung mencium bibir ranum Siena dan tangannya mulai menurunkan tanktop yang di pakai Siena. Bagas pun menciumi bahu mulus itu dan tangannya bergrilya di squishi lembut milik Siena. Bagas mengangkat tubuh Siena dan membaringkannya di sofa kemudian ia membuka pakaian kerjanya hingga memperlihatkan tubuhnya yang berotot dan sangat atletis, tentu saja Siena sangat menyukainya. Begitu pun dengan Bagas, tubuh indah Siena sudah menjadi candu baginya.


Tangan dan bibirnya kini terus bermain di squishi Siena hingga Siena mendes*h dan Bagas sangat suka itu.


"Bagas..... " Sedangkan yang di panggil namanya terus saja asikk melakukan sesuatu yang sering di lakukan oleh seorang bayi.


Sore itu menjadi sore yang panas untuk mereka berdua.


*


*


*


Udah dulu ahh, kalo kurang panas bacanya bisa sambil berjemurnya, biar terasa hot jeletot 😆😆


visual penampilan Siena nanti nyusul ya 😘


Like dooonggg 💃💃😘



Penampilan Siena yang jadi favorite asistent pelit ❤❤❤

__ADS_1


__ADS_2