
"Oh astaga, ini adalah pemandangan yang sangat indah.... " gumam Ramon.
Ramon melihat tubuh Salsa yang sangat seksi dan putih mulus,melihat pemandangan seperti itu membuat matanya menjadi gelap dan di penuhi oleh gairah. Salsa merasa malu lalu mengambil selimut dan hendak menutupinya, namun Ramon menarik selimut itu dan menjauhkannya dari Salsa.
"A Abon Salsa malu, tutupin atuh "ucap Salsa
"Kenapa harus di tutup aku suka melihatnya " ucap Ramon yang juga membuka pakaian atasnya yang memperlihatkan dada bidangnya yang berotot jangan lupakan roti sobeknya yang sangat menggoda untuk di sentuh, hingga Salsa menggigit bibir bawahnya. Salsa perempuan dewasa tentu dia suka laki-laki yang keren apalagi laki-laki yang terlihat sangat macho.
Hingga tanpa sadar ia terbangun dan menyentuh tubuh Ramon. Ramon yang merasakan sentuhan Salsa pun kian meremang. Ia menginginkan sesuatu yang lebih. Hasratnya perlu dituntaskan "Kau harus bertanggung jawab gadis kecil, kau sudah membangunkan sesuatu yang sedang tertidur.
Ramon pun mendaratkan ciumannya lagi di bibir mungil Salsa. Bibir kecil yang baru saja ia coba namun membuatnya ingin merasakan lagi dan lagi.
Tangan Ramon menelusup ke balik punggung Salsa dan mencari pengait sesuatu yang ingin ia lepaskan. Setelah ketemu Ramon langsung menariknya. Hingga terpampang nyata kedua benda indah milik Salsa. Dengan tidak sabaran Ramon langsung menyentuh dengan tangan dan bibirnya, dan bermain -main di sana. Salsa merasakan sesuatu yang baru ia rasakan. Sesuatu yang sangat indah dan nikmat baru ia rasakan, hingga Salsa ingin merasakan lagi, lagi dan lagi. Hingga ia tanpa sengaja membenamkan kepala Ramon di sana. Hingga Ramon tersenyum senang. Apalagi suara Salsa terdengar sangat seksi di telinganya. Membuat Ramon tidak sabar ingin segera melakukan penyatuan .
Ramon melepaskan segitiga pengaman Salsa satu-satunya pelindung yang masih tersisa di sana. Ramon juga melapaskan semua yang masih tersisa di tubuhnya. Hingga Salsa. merasa terkejut melihat senjata pamungkas Ramon.
"A Abon kita lakuin setengah aja dulu ya, Sasa belum siap. Sasa takut liat sosis A Abon pasti ga bakalan muat di Sasa"ucap Salsa dengan nada takut sambil menahan dada bidang Ramon.
Ramon yang sudah di selimuti hasrat tidak bisa menerima itu. "Maaf Sasa jika aku melakukan sesuatu maka aku akan melakukannya sampai tuntas, aku tidak akan melakukannya setengah-setengah" ucap Ramon sambil membelai wajah Salsa yang ketakutan dan kemudian kembali menciumnya dengan lembut.
Hingga Salsa merasakan sesuatu yang keras terasa di bawah sana sedang mencoba menerobos masuk. Salsa merasa sakit di bagian intinya, Salsa mencengkeram punggung Ramon dengan kuat. Ramon merasa kasihan gadis kecilnya kesakitan tapi sayangnya Ramon tidak bisa menghentikannya. Dan terus mencoba menerobos goa milik Salsa yang masih tersegel.
"Rileks Sasa jangan tegang... " ucap Ramon menenangkan Salsa sambil terus menciumnya agar Salsa tidak merasa tegang dan tidak fokus terhadap rasa sakitnya.
"Sakiittt...... A "ucapnya. Melihat Salsa yang kesakitan Ramon langsung menyentakan miliknya sekaligus ke dalam goa milik Salsa yang sempit. Hingga Salsa menjerit kesakitan.
"Aaarggh....." teriak Salsa, Ramon langsung membungkam bibir Salsa dengan bibirnya. Jeritan tadi kini berubah menjadi desah*n. Ini sangat luar biasa, baru kali ini Ramon merasakan yang namanya bercinta. Rasanya sungguh luar biasa nikmat ternyata. Ramon terus bergerak dengan perlahan karena Salsa yang masih terlihat meringis kesakitan. Salsa mengalungkan tangan kecilnya di leher Ramon, dengan sesekali mencengkramnya dengan kuat saat bagian intinya. terasa perih.
Akhirnya malam ini Salsa memberikan sesuatu yang sangat berharga dalam dirinya. Tidak salah bukan jika Salsa memberikannya kepada Ramon, karena Ramon adalah suami sah nya.Pasangan halalnya.
Setelah beberapa kali melakukan pelepasan Ramon dan Salsa ambruk karena kelelahan.
__ADS_1
"Terima kasih Salsa...." uca Ramon sambil mencium kening Salsa. Salsa hanya mengangguk, ia merasa sangat malu Kepada Ramon.
"A Abon minggir dulu Sasa mau pakai baju Sasa... " ucap Salsa yang masih ada dalam kungkungan Ramon. "Diamlah dulu sayang, aku masih ingin seperti ini " ucap Ramon.
Ramon menarik Salsa ke dalam pelukannya, dan memberikan ciuman bertubi-tubi di wajahnya. Salsa hanya diam saja dan tersenyum. Entahlah dia merasa bingung dengan hatinya. Karena sesuatu yang sangat berharga dalam dirinya sudah ia serahkan. kepada Ramon.
Karena merasa lelah akhirnya Salsa tertidur dalam pelukan Ramon. Ramon melihat Salsa tengah tertidur dalam dekapannya. Ia tersenyum membayangkan kegiatannya barusan. Sungguh terasa bagai mimpi Ramon bisa menyentuh Salsa. Karena menyatakan cinta saja padanya belum ia lakukan.
"Terima kasih asistent pelit berkat kau menyakitinya, gadis micin ini sekarang menjadi milikku" gumam Ramon dalam hati.
Entahlah ia bersikap jahat atau tidak, yang Ramon inginkan adalah memiliki istrinya sepenuhnya tidak salah bukan? Ramon pun tertidur di samping Salsa dan mendekapnya dengan sangat erat.
"Akan aku pastikan kau selalu berada di sampingku" ucap Ramon.
*
*
Apartement
Mungkin saat ini makhluk pelit itu beranggapan jika Siena itu murah*n entah lah Siena tidak mau mengingat lagi hal itu. Dia terlalu malu untuk mengingatnya.
Siena melihat Bagas terduduk termenung sendirian. Sepertinya dia sedang berada dalam masalah, dari pulang kerja ia tidak banyak bicara hanya diam dan bicara seperlunya.
Siena beranggapan mungkin Bagas telah menyesal menyentuhnya, dan ingin kembali bersama gadis pujaannya. Kenapa hati Siena terasa sakit dan tidak terima jika Bagas akan kembali pada Salsa.
Siena bisa apa jika orang yang dia cintai malah menginginkan orang lain tidak mungkin ia akan memaksa Bagas untuk mencintainya bukan. Kenapa nasib percintaannya sangat buruk.
Bagas sedang duduk termenung di sofa di ruang televisi. Matanya menatap layar di depannya tapi Siena tahu pikirannya sedang pergi entah kemana. Siena memutuskan untuk menghampiri Bagas.
"Bagas.... "panggil Siena, Bagas menoleh kepada Siena.
__ADS_1
"Ada apa? " tanya Bagas
"Emmm, tidak jadi " Siena menjadi bingung mau mengatakan apa hingga dia terdiam kembali.
"Kenapa kau diam model kusut, kau ingin di cium lagi oleh ku? kau ketagihan dengan ciumanku kan?"tanya Bagas dengan tersenyum mesum
"A-apa, ahh ternyata aku sudah salah telah mengkhawatirkanmu" jawab Siena yang kini tengah merutuki kebodohannya sendiri karena telah mengkhawatirkan makhluk aneh yang berstatus suaminya.
"Kau khawatir padaku? "tanya Bagas
"Tidak, tidak sama sekali "jawab Siena dengan ketus
"Ahh, aku sedang mengkhawatirkan sesuatu Siena. Aku sedang sakit " ucap Bagas dengan sedih.Siena menjadi terkejut mendengar Bagas sakit.
"Kau sakit? sakit apa? "tanya Siena semoga saja Bagas sedang tidak sakit parah pikir Siena.
"Iya, dan aku merasa sangat sakit, aku ingin meminta bantuannu namun aku.... aku malu" ucap Bagas
"Kenapa harus malu, bukankah kau salah satu makhluk yang tidak punya malu "ucap Siena
"Itu karena....ah sudahlah tidak usah dibahas " ucap Bagas
Merasa tidak enak akhirnya Siena pun bertanya pada Bagas. "Baiklah aku akan membantumu mana yang sakit "ucap Siena.
"Itu... " ucap Bagas
"Apa...? "tanya Siena tidak mengerti
"Itu lihatlah burung kutilangku, sudah menunjuk-nunjukke arahmu. Dia merasa sakit dan ingin keluar dari sangkarnya dan bermain denganmu "ucap Bagas menahan Tawanya. Siena terkejut saat melihat sesuatu tengah bangun Siena langsung membulatkan matanya kareana terkejut dan juga marah karena merasa di kerjai oleh suami lucknutnya.
"Dasar asisten kurang ajaaaaarr.........!!!!! "
__ADS_1
❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤
Jangan lupa Like, komen dan kasih hadiah ya biar mimin semangat up nya 😘😘😘