Me Vs Love (Jodoh Yang Tertukar)

Me Vs Love (Jodoh Yang Tertukar)
Part 70


__ADS_3

"Astaga..."


"Jadi benar kau masih mencintai Sasa?" tanya Siena meneteskan air mata. Sangat jarang sekali. Siena mengeluarkan air mata. Dia gadis yang kuat, entah mungkin karena kehamilannya kini ia menjadi Sensitif. Apalagi ini hal menyangkut suami yang sangat ia cintai.


"Aku tidak mencintainya, kaulah satu-satunya wanita yang aku cintai "ucap Bagas memegang pipi Siena dan menghapus air matanya yang menetes di pipi Siena.


"Lalu kenapa Ramon bisa memukulmu...?" tanya Siena sambil terisak.


"Ini semua kesalah pahaman yang terjadi karena kesalahan asisten hello kitty itu. Salah komunikasi saja dan akibatnya jadi banyak orang yang terluka" jawab Bagas


Bagas pun menceritakan semua kejadian itu pada Siena dengan detail agar tidak terjadi salah paham lagi. Untung saja Siena mengerti dan tidak memperpanjang lagi masalahnya. Bagas pun menarik tubuh istrinya ke dalam pelukannya yang hangat.


"Dengarkan aku Siena, bagiku Sasa hanya seperti seorang adik saja. Aku menghajar Ramon tadi hanya sebatas melindunginya seperti seorang kakak yang melindungi adiknya tidak lebih. Kau lah wanita yang aku cintai, sekarang dan selamanya" ucap Bagas. Tumben sekali manusia menyebalkan ini bicara layaknya manusia normal.


Mendengar kata cinta dari suaminya membuat hati Siena terasa menghangat. Ia mengeratkan pelukannya kepada Bagas, terasa sangat nyaman sekali berada dalam pelukan dada bidang milik suaminya.


"Kau senang sekali memelukku ya.... " goda Bagas, mode jahilnya sudah bangkit lagi rupanya.


"Memangnya kenapa kalau aku memelukmu, kau suamiku aku bebas memelukmu kapan pun aku mau... " jawab Siena tanpa melepaskan pelukannya.


"Astaga, istriku sekarang mulai nackal ya.... " godanya lagi, namun Siena tidak peduli dia diam saja di dalam pelukan suaminya.


"Baiklah, karena istriku sekarang mulai aktif aku akan memberikan hadiah spesial untuk istriku tercinta" ucap Bagas, mendengar hadiah spesial Siena melepaskan pelukannya dan langsung menatap suaminya dengan berbinar.


"Kau akan memberiku hadiah ? hadiah apa?" tanya Siena penasaran


"Hadiahnya adalah..... "


"Apa....."


"Hadiahnya adalah.......kau bisa bermain dengan Maxy sepuasnya, kau bebas melakukan apa saja padanya "jawan Bagas dengan tersenyum bangga.


Siena berdecih mendengarnya" apa tidak ada hadiah lain yang lebihbmenarik ?"

__ADS_1


"Maxy adalah segalanya, dia adalah hadiah terindah untukmu.... " jawabnya dengan mantap


"Menyebalkan.... " kesal Siena


*


*


Sore ini Ivan pulang ke apartementnya, ia merasa sangat lelah. Hari ini tenaga dan pikirannya terkuras untuk mengurusi semua masalah bos nya Ramon.


"Badanku sangat pegal, aku jadi ingin di pijat" gumam Ivan saat sudah sampai di apartementnya yang sedang rebahan di sofa.


ting


tong


ting


tong


"Cari siapa....? "tanya Ivan


"Mau mencarimu siapa lagi? "jawab Sintia, ternyata Sintia datang menemui Ivan ke apartementnya. Ivan langsung menepuk keningnya merasa bodoh dengan pertanyaannya sendiri. Dia bahkan lupa kalau Sintia adalah calon istrinya.


"Masuk lah, maaf aku kurang fokus" ucap Ivan


"Tidak masalah, maaf sudah mengganggu waktumu" ucap Sintia.


"Tidak apa-apa...."


Sintia pun masuk mengikuti Ivan dari belakang dan kini mereka berdua duduk di sofa saling berhadapan. Calon suami istri yang kaku...


"Maaf aku tidak pernah menghubungimu,karena aku sangat sibuk.... " ucap Ivan

__ADS_1


"Aku mengerti untuk itu aku datang kemari untuk menemuimu, aku harap kau tidak masalah" Ivan pun mengangguk dan merasa tidak masalah dengan kedatangan Sintia. Karena seharusnya Ivan mengabari Sintia, namun sejak acara perjodohan itu Ivan sama sekali tidak pernah menghubunginya. Membuat Ivan merasa tidak enak.


"Oh syukurlah calon istriku manusia normal" gumam Ivan dalam hati.


"Aku datang kemari hanya ingin mengenalmu lebih jauh saja, karena kita belum saling mengenal kan?" ucap Sintia.


"Iya, kita belum lama saling kenal, dan yang aku tahu kau adalah tukang pecel pelakor si Tayo".jawab Ivan santai membuat Sintia agak malu dengan perbuatannya dulu. Karena cinta buta, membuatnya jatuh dalam kesalahan.


"Jangan bicarakan itu lagi aku sudah menyesal" ucap Sintia.


"Ahh syukurlah, aku takut nanti kau selingkuh jujur saja aku masih ragu padamu" ucap Ivan tanpa ada yang di tutup-tutupi


"Semua orang pernah melakukan kesalahan aku harap kau mengerti dan memakluminya... "


"Ehmmm.... " jawab Ivan sambil mengangguk.


"Oh ya aku membawakan makanan untukmu kau pasti belum makan kan? "tanya Sintia


"Iya aku baru pulang kerja, tapi nanti saja aku mau mandi dulu" ucap Ivan


"Baiklah, aku hangatkan dulu ya"


"Iya, dapurnya ada di sana... "tunjuk Ivan


Ivan pun pergi ke kamarnya untuk mandi sedangkan Sintia kr dapur untuk menghangatkan makanan yang ia bawa.


Setelah selesai mandi, kini mereka berdua sedang makan malam berdua.


"Oh ya Ivan, apa ibu sudah memberi tahumu kalau pernikahan kita akan di majukan? "tanya Sintia


"Sudah, tapi ibu belum memberi tahuku kapan pastinya. Ibu hanya bilang pernikahanku akan di percepat" jawab Ivan


"Kita akan menikah lusa.... "

__ADS_1


"Apa....!!! secepat itu


__ADS_2