Me Vs Love (Jodoh Yang Tertukar)

Me Vs Love (Jodoh Yang Tertukar)
Bab 90


__ADS_3

Tak terasa waktu terus berjalan, kini kehamilan Sintia sudah meamasuki usia sembilan bulan. Ivan sudah mulai siaga jika istrinya sering merasakan kontraksi palsu, takut jika istrinya akan melahirkan dalam waktu dekat ini.


Hari ini rencananya Sintia dan Ivan akan makan malam bersama di rumah Ramon. Ramon sengaja mengundang Ivan dan Sintia karena sebenarnya Ramon da Sasa ingin memberikan bonus untuk Ivan sekaligus untuk hadiah atas kehamilan Sintia. Ramon ingin memberi hadiah karena selama ini Ivan sudah bekerja dengan sangat baik untuk Ramon.


Dan di sinilah mereka berada, di kediaman Adyatama. Rumah yang sangat besar dan mewah. Di sana sudah ada nyonya Sekar yang sedang bermain dengan cucu kesayangannya Rasya. Dan juga Sasa yang sedang membantu menyiapkan makan malam di temani Sintia sedangkan Ramon dan Ivan tengah mengobrol bersama tentang pekerjaan mereka.


"Mba Sinti ehh maksudnya mba Sintia, perkiraan melahirkannya kapan? perutnya udah bulet banget loh... "ucap Sasa


"Perkiraan dokter itu katanya minggu-minggu sekarang" jawab Sintia


"Mudah-mudahan lancar ya..." ucap Sasa tulus


"Terima kasih... " ucap Sintia


Akhirnya mereka pun makan malam bersama dan juga memberikan bonus kepada Ivan. Ivan dan Sintia merasa senang dan mengucapkan terima kasih pada Ramon dan juga Sasa.


Setelah acara makan malam selesai, Sintia nyonya Sekar dan Sasa serta baby Rasya berkumpul di ruabng keluarga sedangkan Ramon dan Ivan melanjutkan pekerjaannya di ruang kerja Ramon.


Para perempuan itu sedang asik mengobrol apalagi ada Saaa yang selalu menambah ramai suasana.


"Mba Sinti mau aku kasih tips gq, biar mba Sinti cepet lahiran? " ucap Sasako


"Tidak terima kasih, saranmu itu selalu aneh... " jawab Sintia membuat nyonya Sekar menjadi tertawa dibuatnya. Memangnya siapa yang mau mendengar saran konyol dari seorang Sasako.


"Padahal sarannya enak loh... " ucap Sasa


"Memangnya apa, saran enak agar cepat melahirkan?" tanya Sintia pura-pura penasaran karena sudah dibayangkan saran dari makhluk micin ini tidak pernah benar.


"Caranya gampang banget, sering-sering bercocok tanam aja sama mas Ivan, tahu ga kalau sering bercocok tanam sama mas Ivan nanti dede bayinya marah karena gagang sapu papanya sering muntah-muntah di i dalem, jadi dede. bayinya marah dan maksa pngen keluar dari perut" ucap Sasako.


"Ahh dasar Sasako tidak begitu konsepnya.... "ucap Sintia, karena Sintia juga pernah di beri tahu dokter jika sering berhubungan suami istri akan mempercepat terjadinya kontraksi namun konsepnya tidak seperti yang di ucapkan oleh Sasako karena bayinya terasa mual karena. muntahan gagang sapu papanya yang mengganggu. Ahh dasar memang Sasako.


Tiba-tiba saat sedang duduk di sofa Sintia merasakan sesuatu yang hangat keluar dari intinya. Sintia pun melihat ke bawah dan ternyata cairan hangat sudah membasahi kakinya.


"Oh ya ampun apa ini.... "ucap Sintia panik Sasa dan nyonya Sekar pun melihat ke arah bawah dan ternyata sudah basah. Sasa pun tahu apa itu dan segera memberi tahu Ivan dan berlari ke ruang kerja Ramon.


Bruukk....

__ADS_1


Sasa dengan keras mendorong pintu ruang kerja Ramon


"Mas Ivan cepetan bawa mba Sinti ke rumah sakit, mba Sinti udah pipis....!!!" ucapnya dengan panik.


"Apa...? pipis....." ucap Ivan


"Iya, cepetan mba Sinti mau lahiran " ucap sasa, dengan berlari Ivan menuju ke tempat Sintia berada dan di sana ia melihat Sintua tengah menuduk dan memegang perutnya.


"Sintia.... Sintia kau kenapa? " tanya Ivan berjongkok di depan Sintia dan memegang tangannya.


"Aku tidak tahu, tapi ini " Sintia menunduk mungkin merasa malu kepada Ivan.


"Jangan pikirkan hal itu, ayo kita ke rumah sakit " ucap Ivan yang langsung menggendong Sintia dan membawanya ke dalam mobilnya.


Stevan dengan tergesa membawa Sintia ke rumah sakit, Ramon pun menelepon pihak rumah sakit agar mempersiapkan segalanya untuk persiapan persalinan Sintia.


Sasa dan Ramon tidak ikut mengantar karena tidak bisa meninggalkan Rasya di rumah, dan juga Ivan ingin menemani Sintia sendiri melahirkan di rumah sakit.


"Padahal baru aja tadi Sasa saranin mba Sinti main kuda-kudaan sama mas Ivan biar lahirannya cepet, ehh malah dede bayinya mau keluar sekarang takut di muntahin gagang sapunya mas Ivan kali ya... " ucap Sasa.


"Terus Rasya gimana, Sasa juga kangen sosisnya mas Ramon... " ucap Sasa manja pada Ramon membuat Ramon ingin segera memangsa Sasako ini.


"Ramon Rasya barusan tidur di kamar mamah...."ucap nyonya Sekar tiba-tiba. Spontan Sasa dan Ramon saling berpandangan dan tersenyum penuh arti.


"Mamah pengertian....."ucap mereka bersamaan. Kemudian Ramon langsung menggendong Sasa ala bridal dan membawanya ke kamar. Nyonya Sekar yang melihat kelakuan anak dan menantunya hanya geleng-geleng kepala. Namun ia merasa senang dan juga bahagia karena akhirnya anaknya menikah dengan gadis baik-baik walaupun otaknya agak aneh.


*


*


*


Di rumah sakit


Setelah beberapa jam akhirnya Sintia pun melahirkan seorang bayi cantik. Ivan merasa terharu dengan perjuangan istrinya yang besar saat melahirkan putri kecilnya.


Tangis haru pun keluar dari Sintia dan Ivan, akhirnya mereka juga memiliki putri yang cantik. Semakin terasa sempurna saja hidupnya. Ucapan syukurpun tidak henti mereka ucapkan.

__ADS_1


Setelah Sintia di bawa ke ruang rawat Ivan mendekati Sintia, karena bayi mereka sedang tidur dan ada di ruangan khusus bayi dulu agar Sintia bisa beristirahat malam ini.


"Terima kasih sayang.... "ucap Ivan


"Aku juga sangat berterima kasih padamu, terima kasih sudah mau menerima dan mencintaiku" ucap Sintia


Ivan pun mendekatkan wajahnya dan kemudian mereka berciuman saling mengungkapkan rasa.


Di kediaman Adyatama juga Sasako dan manusia abon baru saja menyelesaikan acara ritual aye-aye. Mereka berpelukan dan saling mengungkapkan cinta mereka.


"Aku sangat mencintaimu Sasako... " ucap Ramon


"Sasa juga cinta banget sama A Abon... " ucap Sasa mengucapkan panggilan pertamanya pada Ramon. Hingga Ramon tertawa dibuatnya. Bagaimana istrinya yang aneh ini selalu memanggilnya abon. Dasar Sasako micin memang.


*


*


Di rumah Siena, Bagas dan Siena pun baru saja selesai melakukan acara bercocok tanam. Keduanya kini saling berpelukan dan menempelkan hidungnya sambil tersenyum bahagia.


"Aku mencintaimu Siena, sangat sangat mencintaimu.."ucap Bagas kepada Siena kemudian mengecup bibir manisnya.


"Aku juga mencintaimu Bagas, asistent pelitku... "jawab Siena tersenyum dan membelai wajah tampan suaminya.


*


*


*


Ceritanya udah sampai sini aja ya, karena mereka semua udah bahagia 😊 mimin mau ngucapin terima kasih yang sebanyak-banyaknya buat readers semua yang selalu dukung dan terus baca cerita tentang orang-orang absurd di cerita iniπŸ˜ŠπŸ™.


Jangan lupa mampir di cerita barunya mimin ya... ga kalah seru sama cerita anak-anak pokemon.


TERPAKSA MENIKAHI PRIA DEPRESI (NARAYAN)


Di jamin seru cerita si tweety ini 😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2