Me Vs Love (Jodoh Yang Tertukar)

Me Vs Love (Jodoh Yang Tertukar)
Bab 54


__ADS_3

Setelah menghubungi dokter Bagas dengan segera memakaikan pakaian untuk Siena, walau dengan susah payah ia harus menelan salivanya karena harus melihat tubuh seksi istrinya.


Betapa sempurna istrinya ini, makanya dia tidak peduli saat saudara angkatnya Siena yang berpagar itu mengungkapkan perasaannya kepada Bagas. Enak saja istrinya yang cantik jelita minta di tukar dengan dengan gadis bertopeng seperti itu. Di tambah pagar giginya yang membuatnya terlihat sangat menyeramkan membuat Bagas semakin bergidik ngeri saja, takut-takut jika nanti ia di gigit bagaimana, pasti akan sakit sekali rasanya.


Astaga seorang Rosa yang sangat di kagumi di kalangannya mendadak tidak ada artinya jika berhadapan dengan Bagas, sungguh menyedihkan sebuah pukulan mental menghantam diri Rosa. Hanya anak-anak pokemon lah yang mampu mengimbangi ucapannya Bagas yang menyebalkan itu.


Tak lama setelah Bagas selesai memakaikan pakaian untuk Siena, dokter pun datang. Bukannya senang Bagas malah murka melihat dokter yang datang. Karena dokter yang datang adalah dokter laki-laki. Si pelit ini tidak rela jika istrinya yang cantik dan seksi ini di periksa oleh dokter tampan itu. Walau pun ketampananyan masih di bawah Bagas, itu pun menurut Bagas itu juga tidak tahu jika menurut orang lain.


Karena menurutnya ia adalah pria tertampan nomor dua setelah Regan. Begitu menurutnya tidak boleh ada bantahan, bos dan asistentnya itu memang sudah gila. Kegilaan Regan sangat menular pada Bagas ternyata.


"Hey...mau apa kau kemari? " tanya Bagas dengan nada tidak suka.


"Bukankah kau yang menyuruhku datang" ucap Roni yang dokter sekaligus sahabat Bagas. Karena biasanya memang Roni lah yang datang jika Bagas ada keluhan tentang kesehatannya.


"Aku ingin dokter wanita, bukan pria...ahh dasar kau ini... " kesal Bagas.


"Hey...hey...dasar si pelit bukankah kau yang memintaku kemari akulah yang selalu memeriksamu selama ini.. "Jawab Roni dengan kesal.


"Bukan memeriksaku tapi istriku.... " ucap Bagas


"Apa bedanya aku juga dokter kan, aku bisa memeriksa istrimu... " jawab Roni


"Aku tidak rela istriku di pegang-pegang olehmu" tegas Bagas yang terlihat sangat posesif.


"Astaga.... " Roni geleng-geleng kepala di buat bingung oleh si pelit ini.


"Aku harus bagaimana istriku pingsan tadi..." Bagas bingung dan langsung duduk di ruang tamu.


"Ya sudah aku akan memeriksanya... " ucap Roni


"Tidak boleh....!!! berani kau menyentuh istriku aku pastikan tanganmu akan hilang satu... " ancam Bagas yang membuat Roni ketakutan.

__ADS_1


Bagas terlihat berpikir sejenak, apa yang harus lakukan kepada istrinya.


"Jika ada yang pingsan aku harus berbuat apa? " tanya Bagas pada Roni.


"Tepuk-tepuk pipinya dan beri kayu putih sedikit di dekat hidungnya " Jawab Roni sambil duduk di samping Bagas. Mendengar jawaban Roni Bagas langsung melihatnya kemudian ia berdiri dan mencari kotak P3K nya untuk mengambil kayu putih.


Melihat apa yang akan di lakukan Bagas terhadap istrinya membuat Roni penasaran dan mengikutinya hingga kamar Bagas. Roni melihat Bagas tengah mengoleskan kayu putih di hidung Siena.


"Hey pelit bukan begitu caranya... " tegur Roni


"Kenapa kau mengikutiku? kau mau mengintip?"tanya Bagas tidak suka


"Oh astaga, bicara dengan manusia pelit ini benar-menguras kesabaranku" ucap Roni memijat kepalanya yang terasa pusing. Baru kali ini Roni sebagai dokter merasa tidak berguna di hadapan pasiennya.


Siena terlihat mengerjapkan matanya, dan merasa pusing serta merasa terganggu karena di kamarnya terdengar sangat berisik. Melihat Siena yang terbangun, Bagas langsung menghampiri istri tercintanya.


"Sayang kau sudah bangun.... " ucap Bagas sambil memeluk Siena yang masih terdiam melihat suasana di kamarnya karena ada orang asing.


"Apa....? " tanya Roni


"Gara-gara kau berisik istriku jadi terbangun... " ucap Bagas dengan kesal.


"Apa....!!! bukankah itu Bagus karena sekarang istrimu itu sudah bangun dari pingsannya" kesal Roni bisa-bisanya orang pelit ini menyalahkannya .


"Oh iya... benar juga... " ucap Bagas tanpa merasa bersalah sudah membuat orang kesal.


"Dasar gila... " Roni mengumpat


"Periksa istriku, tapi jangan menyentuhnya" perintah Bagas


"Memeriksa tanpa menyentuh bagaimana caranya, apa aku harus meniupnya" jawab Roni asal

__ADS_1


"Istriku bukan balon... dan balon indahnya hanya aku yang boleh meniupnya" Sontak saja Siena langsung membulatkan matanya, merasa sangat malu dengan ucapan suaminya.


"Dokter tolong periksa aku... " pinta Siena


"Iya Baiklah nona.... " jawab Roni menghampiri Siena.


"Ingat jangan di sentuh.... " ucap Bagas menyebalkan


"Bagas, jika kau bicara lagi maka si maxy kesayanganmu itu tidak akan bermain denganku malam ini.... " ancam Siena. Ancaman yang sangat menakutkan bagi asisitent pelit ini.


"Bagaimana jika nanti dia mengamuk..? "tanya Bagas


"Aku tidak peduli..." jawab Siena yang membuat Bagas akhirnya mengalah demi kesejahteraan maxy si burung nakal yang langka.


"Baiklah.... "akhirnya si pelit ini mengalah. Roni pun langsung memeriksa Siena dengan sangat serius. Tapi tak lama setelah itu ia pun tersenyum.


"Ada apa denganku dokter, aku sering merasa pusing akhir-akhir ini? " tanya Siena.


"Sebenarnya ini bukan sakit, tapi ini gara-gara perbuatan suamimu yang aneh ini" ucap Roni


"Apa maksudmu gara-gara aku... ?"tanya Bagas tidak terima di salahkan.


"Gara-gara burungmu yang nakal itu suka muntah-muntah, kini istrimu sedang mengandung anakmu. Asistent pelit, istrimu sedang hamil " ucap Roni yang membuat Bagas dan Siena terkejut.


"Apa...!!! "


*


*


*

__ADS_1


Like... like... like supaya novel ini bisa terus update


__ADS_2