Me Vs Love (Jodoh Yang Tertukar)

Me Vs Love (Jodoh Yang Tertukar)
Bab 43


__ADS_3

Mendengar istrinya di tilang di jalan dan kelilingi para polisi tampan membuat hati Ramon menjadi tidak tenang. Bagaimana jika istri langkanya akan tergoda oleh polisi tampan. Ramon takut Sasako masih labil dan selingkuh. Ramon tidak akan rela istri kecilnya di rebut oleh seorang polisi. Ramon pun menenangkan hatinya dengan berpikir jika ia sangat kaya dan juga tampan istrinya pasti tidak akan tergoda.


Ramon bisa memberikan apa yang ia suka, tapi Ramon lupa jika istrinya itu aneh. Jika di beri pilihan antara baso mercon atau berlian, maka Sasako akan memilih baso mercon karena itu makanan kesukaannya. Jika ia di tawari berlian jelas ia akan menolak karena ia tidak akan pernah mau memakai berlian karena takut di rampok. Jika berliannya di simpan di rumah Sasako bilang nanti berliannya akan di gendong oleh tuyul. Memangnya tuyul itu kuat menggendong berlian pikir Ramon.


Sudahlah memikirkan istrinya yang aneh tidak akan pernah berkesudahan, sebaiknya sekarang Ramon fokus saja agar bisa cepat sampai.


"Ivan cepatlah, aku takut istriku kenapa-napa" ucap Ramon.


" Istri anda pasti akan aman pak, karena nona Sasa sedang berada dengan polisi bukan dengan penjahat jadi anda tidak usah khawatir " jawab Ivan


"Dia bilang di sana polisinya tampan-tampan, dia bilang takut khilaf dan aku takut istriku yang cantik akan tergoda para polisi tampan. Asal kau tahu saja istri ku itu mata keranjang dia selalu mengagumi pria tampan, kau saja yang wajahnya biasa-biasa saja di sebut tampan oleh istriku" ucap Ramon dengan kesal


Ivan langsung melihat tampilannya di spion mobil, menurutnya dirinya memang tampan, terlihat sangat tampan malah menurut Ivan, berarti Sasa memang tidak salah menilai pikir Ivan.


Tapi Ivan mulai bingung, bosnya bilang istrinya itu mata keranjang astaga istri bosnya itu memang sangat aneh. Ivan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Wajah Ramon terlihat sangat panik seolah istrinya sedang ada dalam bahaya saja.


"Dasar bucin.... " gumam Ivan dalam hati, untuk sekarang ia merasa bersyukur karena masih jomblo dan tidak ada yang perlu ia khawatirkan selain pekerjaan. Tapi jika ia berdekatan dengan asistent pelit hidupnya yang bahagia akan terasa menjadi merana. Akibat terpapar virus asbun asistent pelit.


Mengingat Bagas Ivan jadi ingin meremas mulutnya yang kejam untuk para jomblo.


Setelah melakukan perjalanan selama dua puluh menit Ivan dan Ramon pun sampai di sana. Ramon melihat memang banyak polisi di sana dan benar saja banyak polisi muda sedang berjaga di sana.

__ADS_1


" Astaga semoga aku tidak terlambat menyelamatkan istriku " gumam Ramon yang masih terdengar oleh Ivan. Ivan pun langsung memutar bola mata malas.


Pandangan Ramon langsung terarah ke pos tenda yang ada di sana. Sedangkan Ivan langsung menuju ke salah satu polisi di sana. Untuk mengurus surat tilang Sasa dan agar Sasa bisa di bawa segera pulang. Agar hati bosnya yang selembut hello kitty itu tenang.


Ramon mengedarkan pandangannya dan tetlihatlah gadis kecil memakai jeans sepaha di atas lutut rambut di cepol dan memakai hoodie. " Istriku imut sekali, ahhh pasti banyak polisi yang menyukainya " Ramon segera menghampiri Salsa yang sedang duduk dan di temani seorang polisi tampan, membuat api di hati Ramon berkobar-kobar.


"Sayang..... " panggil Ramon dan langsung memeluk istrinya dan menciumnya bertubi-tubi di hadapan polisi itu. Agar ia tahu bahwa gadis cantik ini miliknya.


" Ihhh datang-datang main nyosor aja kaya bebek...?" ucap Sasa


" Hey suamimu ini datang menyelamatkanmu dari sini, kau ini bagaimana " ucap Ramon.


"Nyelametin Sasa dari apa? " tanyanya polos-polos menyebalkan hingga Ramon ingin segera membawanya ke kamar untuk bercocok tanam.


"Hey kau, jangan terus memandang istriku aku tidak suka " ucap Ramon hingga membuat Salsa agak sedikit malu dengan tingkah hello kitty ini.


" Ihh, jangan marahin pak polisinya atuh kasian nanti gantengnya berkurang " ucap Salsa, polisi hanya tersenyum mendengar ucapan Salsa. Sedangkan Ramon terlihat semakin kesal saja.


"Polisi itu tidak tampan hanya aku yang boleh kau sebut tampan"


" Astagfirullah bayi kingkong malah sewot sihh.... "


" Pak semua sudah selesai kita sudah boleh pulang... " untung saja Ivan cepat datang kalau tidak bayi kingkong itu pasti akan mengamuk tidak mungkin kan Sasa akan menenangkan bayi besar dengan menyusui nya di sana. Ooppsss.... Sasa menang mesum.

__ADS_1


" Baiklah ayo kita pulang.... " ajak Ramon sambil menuntun Salsa.


" Dadah pak polisi lain kali tilang Sasa lagi ya, gak apa- apa Sasa suka kalo Sasa di tilang nya sama polisi ganteng, Sasa betah "


" Sudah ayo pulang.... " Ramon terlihat seperti sedang menuntun adiknya saja. Karena tubuh mereka yang sangat kontras perbedaannya. Ramon yang tinggi gagah sedangkan Sasa bertubuh kecil dan imut.


Kini mereka bertiga sudah ada di dalam mobil, sedangkan motor itu akan di ambil oleh rumah nanti.


" Jangan berbuat macam-macam lagi, dan jaga matamu jika melihat pria tampan " ucap Ramon menasihati Sasa.


"Orang mata Sasa nempel kok ga ke mana-mana dari dulu juga, emangnya mau kemana " jawab Sasa hingga membuat Ramon gemas dan langsung mencium bibir istrinya di sana tanpa memperdulikan perasaan si jomblo yang kini gagang sapunya telah terbangun dari tidur tampannya.


" Apa mereka tidak bisa menahannya sebentar lagi, kasihani lah aku sedikit saja..." gumam Ivan merana


*


*


*


Likenya dong.... biar mimin semangat update kalo likenya nambah minimal 200 mimin bakal up lagi, soalnya banyak banget silent readers


Huuuwaaaa.....mimin sedihhh 😭😭😭

__ADS_1


__ADS_2