
Setelah Salsa dan lainnya selesai berbelanja, mereka berempat berkumpul di sebuah cafe untuk makan sambil berbincang hal-hal yang tidak penting. Memangnya hal penting apa yang akan mereka bicarakan, obrolan mereka selalu absurd dan tidak nyambung kemana-mana.
Makhluk-makhluk langka ini selalu berbicara hal-hal yang aneh. Seperti sekarang ini mereka berempat tengah bergosip tentang suaminya.
" Beuuhh kalo kak Rama kalo udah mau ngadon ga bisa pending atau cancel mesti saat itu juga, heran deh...." ucap Anggi
"Iya Bira juga suka aneh, mas suamii ga bisa di nanti-nanti kalo udah mau " timpal Bira sambil geleng-geleng kepala
"Iya, soalnya kalo di nanti-nanti yang ada tuh burung abal-abal bakalan tidur lagi gimana coba ? mesti lagi on dong " sambung Yura, Salsa semakin tidak mengerti dengan ucapan unfaedah mereka
"Kalian teh ngomong apaan sihh...."tanya Salsa yang tidak mengerti ucapan ketiga sahabatnya.
"Ehhh....gue lupa kalo di sini ada anak bawang" ucap Anggi hingga ketiga orang itu tertawa
"Kalo kata mas suami mah si junior" jawab Bira
"Alhamdulillah, sekarang julukan itu bukan di tujukan lagi buat gue dan suami gue" timpal Yura tersenyum bahagia.
"Kalian sengaja kode-kodean, Sasa ga ngerti atuh..." ucap Salsa
"Anak di bawah umur diem aja, ini perbicangan khusus area dewasa" balas Anggi, Salsa hanya mencebikan bibirnya kesal dengan ketiga temannya ini.
"Jadi ini teh ceritanya lagi ngobrolin proses bikin dede bayi ?"tanya Salsa
"Betuuullll....." ucap mereka bertiga.
"Kamu mah belum berpengalaman Sasa " ucap Bira
"Siapa bilang....." jawab Salsa, sontak saja trio absurd terkejut mendengar ucapan Salsa.
"Jadi kamu pernah aye-aye juga sama si Abon ?" tanya Anggi penasaran.
"Engga ihhh...." jawab Salsa
"Terus...?" tanya Yura
"Sasa pernah di cium sama A Bagas...."jawabnya sambil tersenyum mengingat ia menghabiskan malam bersama Bagas hingga ia dan Bagas berciuman di sana di taman dekat kolam yang sangat indah di bawah terang bulan dan taburan bintang. Sangat romantis.
"Yaahhh.....kirain pernah aye-aye sama si abon "ucap Yura kecewa
"Udah lah jangan berharap lagi sama Bagas, kayanya Bagas udah terpesona sama kecantikan Siena "ucap Yura
"Apalagi mereka udah unboxing ya walapun baru setengahnya...."timpal Anggi lagi
__ADS_1
Nyesss....
Hati Salsa ngilu lagi mengingat hal itu, sakit tak berdarah mungkin itu yang ia rasakan. Membayangkan Bagas bercumbu dengan wanita lain hati Salsa sakit sekali. Jadi ini yang namanya patah hati, kenapa rasanya sangat menyakitkan.
"Kalo asistent pelit itu udah unboxing Siena, kamu juga mesti di unboxing sama manusia abon itu "ucap Bira
"Ga ah, Salsa ga mau jadi janda bolong "ucap Salsa
"Kok jadi janda ?"tanya Yura
"Kan nanti udah tiga bulan Sasa bakal cerai sama A Abon " ucap Salsa
"Kesepakatan itu ada saat hati Bagas masih di kamu, sekarang hati manusia pelit bin medit itu kan udah belok. Kamu juga belok aja sama si abon ganteng juga, kaya lagi "ucap Anggi, Salsa terlihat berpikir sejenak .Apa bisa pernikahannya dengan Ramon akan berlanjut sedangkan dia dan Ramon tidak saling menyukai.
Kepala Salsa jadi mendadak pusing memikirkannya, Salsa tidak mau jadi janda muda walaupun janda perawan, tetap saja walaupun masih perawan perdikatnya akan menjadi janda. Salsa tidak mau seperti itu.
"Terus Sasa mesti gimana nihh, Sasa ga mau jadi janda "ucap Salsa
"Bikin manusia abon jatuh cinta sama kamu atuh Sasa jadi kamu ga di cerai sama dia ucap Bira.
"Caranya...?" tanya Salsa
"Goda manusia abon dong Sasa, gemes sih gue ... bikin dia jatuh cinta sama kamu "ucap Anggi
"Goda A Abon ya...." ucap Salsa yang merasa bingung.
*
*
*
Waktu sudah mau sore saatnya mereka pulang, dalam perjalanan pulang menuju ke rumah kediaman Adyatama, Salsa memikirkan banyak hal, apa yang harus dia lakukan dua bulan ke depan. Pergi menjadi janda atau menggoda Ramon agar ia mencintainya.
"Tapi Sasa ga bisa goda A Abon atuh, Sasa ga berpengalaman " gumam Salsa dalam hati. Kini Salsa sudah sampai rumah tempat ia tinggal. Di sana ada nyonya Sekar yang sedang terduduk sendiri sambil meminum teh. Salsa jadi merasa bersalah karena sudah meninggalkan mertuanya sendiri hingga mertuanya kesepian.
"Mamah lagi apa ?" tanya Salsa
Mendengar suara Salsa nyonya Sekar langsung berbalik dan tersenyum "mamah lagi nunggu kamu pulang sayang, rumah sepi kalau ga ada kamu "ucapnya sambil tersenyum.
"Aduh ,Sasa jadi ga enak udah ninggalin mamah sendiri. Nanti mah mamah ikut bareng Sasa ya kalo Sasa ngumpul sama temen-temen Sasa" ucapannya membuat nyonya Sekar tersenyum.
"Tidak masalah sayang, kamu juga perlu bersenang-senang .Apalagu kamu masih muda, nikmati hidup kamu sebagai nyonya Ramon "ucap nyonya Sekar sambil mengelus rambut Salsa.Hingga tanpa terasa karena mereka keasyikan mengobrol sampai sore, Ramon pun datang dari kantornya melihat istri dan ibunya sedang mengobrol membuat hatinya menghangat.
__ADS_1
"Sepertinya kalian sedang sangat asik mengobrol, hingga tidak mendengar kedatanganku "ucap Ramon.
"Eh A Abon udah pulang sini tas nya sama Saaa bawain" ucap Salsa
"Tidak perlu tenagaku masih kuat untuk mengangkat tas sekecil ini "jawab Ramon
"Ya iya atuh, badan segede kingkong masa ga kuat ngangkat tas, ngangkat Salsa juga pasti kuat iya kan A Abon "jawab Salsa sambil nyengir kuda.
"Memangnya kau mau di angkat kemana ? "tanya Ramon
"Kalau kau minta di gendong ke kasur dan mengajak ritual malam pertama aku akan mengagendongmu sekarang juga, ehhh. ...." gumam Ramon dalam hati
"Ya udah, Sasa mau siapin baju A Abon dulu ya sambil Salsa mau mandi juga soalnya Sasa belum mandi" ucap Salsa.
"Mandi katanya, bisa kah kita mandi bersama " Ingin sekali Ramon mengatakan hal itu pada Sasako. Namun tentu saja itu tidak mungkin.
*
*
Salsa menyiapkan pakaian untuk Ramon, sedangkan Ramon mandi duluan. Setelah Ramon selesai mandi Salsa melihat Ramon terlihat sangat tampan wajahnya tubuhnya sangat sempurna di tambah aroma maskulin yang menguar menambah kesempurnaan Ramon. Sasa mulai berpikir jika Bagas meninggalkannya Ramon adalah pengganti yang sempurna, tapi masalahnya Ramon menyukainya atau tidak.
Kini giliran Salsa untuk mandi, Salsa sengaja berlama-lama di kamar mandi karena sambil memikirkan cara menggoda Ramon.
"Gimana caranya coba, godain A Abon. Sasa ga ngerti cara goda laki-laki "gumamnya kemudian menghela nafasnya dengan kasar.
Setelah selesai mandi Salsa mencoba memakai pakaian yang baru ia beli, dress mini berwarna pink cerah yang membuatnya terlihat sangat manis, rambut panjangnya ia gerai dan memoles wajahnya agar terlihat segar dan cantik. Setelah itu Salsa keluar dari ruangan tempat berganti pakaiannya.
Salsa melihat Ramon sedang memainkan ponselnya di atas kasur king sizenya.
"A Abon, liat deh Sasa cantik ga? " ucap Salsa tiba-tiba kepada Ramon. Mendengar Salsa memanggilnya Ramon langsung mengangkat kepalanya.
"Ya....? " tanya Ramon yang bingung dengan sikap Salsa. Ramon melihat penampilan Salsa tentu saja cantik bahkan sangat cantik dalam pandangan Ramon. "Astaga lihatlah gadis micin ini sangat cantik, ya Tuhan bibirnya sangat menggoda aku jadi ingin menggigitnya "gumam Ramon dalam hati.
"Ini baju baru Sasa, bagus kan? " tanyanya sambil terus tersenyum - senyum ke arah Ramon.
"I-iya kau terlihat cantik Sasako " Ucap Ramon, hingga tanpa sadar Ramon memegang jantungnya
"Ah jantungku... " ucap Ramon, Salsa yang melihat Ramon memegang jantungnya langsung terkejut.
"A Abon kenapa ?penyakit jantunnya kumat lagi?"ucap Salsa panik menghampiri Ramon sambil ikut memegang dada Ramon.
"Astaga....." jantung Ramon semakin berdetak tidak normal karena Salsa sangat dekat dengannya dan memegang dadanya.
__ADS_1
💛💛💛💛💛💛💛💛💛💛💛💛
Like dong biar semangat up nya 😘😘 hari senin waktunya vote ya. Mimin tunggu lohh....