Me Vs Love (Jodoh Yang Tertukar)

Me Vs Love (Jodoh Yang Tertukar)
Bab 58


__ADS_3

Selesai melakukan pemeriksaan Bagas dan Siena berencana akan pergi ke apotik dan juga membeli susu ibu hamil dan juga stok makanan untuk Siena, karena kata dokter tadi keadaan Siena yang masih hamil muda menjadi agak lemah karena jarangnya ada asupan makanan.


Dari dulu Bagas ingin sekali membeli susu ibu hamil untuk istrinya, sepertinya itu adalah salah satu impian asistent pelit itu, itu karena dulu Bagas melihat perhatian Regan dan juga Revan kepada istri mereka sangatlah besar. Mereka begitu menyayangi istri mereka, hingga apa pun akan mereka lakukan untuk memenuhi keinginan istri mereka agar mereka selalu bahagia, Bagas juga ingin sekali melakukan hal yang sama kepada istrinya, dan sekarang impiannya itu sudah terwujud, impian sederhana dari seorang pria. Meskipun ia tidak sekaya bos nya tapi cintanya yang ia miliki untuk Siena tidak kalah besar dari mereka. Bahkan kini Bagas tengah mengidap bucin akut kepada istri cantiknya Siena.


Setelah tahu Siena hamil semakin besar saja cinta asistent pelit itu kepada Siena . Sebuah keberuntungan yang luar biasa untuk seorang Bagas karena bisa menikahi wanita cantik secantik Siena. Sikapnya yang dewasa dan juga penyabar serta mampu mengimbangi sikap Bagas yang luar biasa aneh itu. Sangat hebat bukan...


Tidak terbayangkan jika Bagas menikah dengan Salsa, akan seperti apa rumah tangga mereka. Pasti akan sangat kacau, melihat sikap mereka berdua yang absurd akut.


Saat Bagas dan Siena sudah sampai di loby rumah sakit, mereka tidak sengaja berpapasan dengan nyonya Sekar yang kebetulan ada di sana untuk melihat keadaan menantunya Salsa. Semalam nyonya Sekar di minta pulang oleh Ramon karena takut mamahnya akan sakit jika berada semalaman di sana. Cukup Ramon saja yang menjaga Sasa pinta Ramon. Nyonya Sekar pun setuju dan memberi ruang untuk anaknya yang ingin menjaga istrinya. Akhirnya malam itu nyonya Sekar di antarkan pulang oleh Ivan ke rumah.


Bagas dan Siena pun menyapa nyonya Sekar, mereka berpikir mungkin saja nyonya Sekar sedang berada di rumah sakit untuk mengecek kesehatannya.


"Pagi nyonya..." sapa Bagas duluan, mendengar ada yang menyapanya dengan segera nyonya Sekar melihat ke arah Bagas dan juga Siena. Karena pikirannya yang sedang tidak fokus karena memikirkan menantunya, nyonya Sekar berjalan sambil melamun dan tidak terlalu memperhatikan keadaan sekitarnya.


"Oh...pagi Bagas, Siena. Kalian sedang apa di sini?" tanya nyonya Sekar


"Kami sedang mengecek kandungan Siena nyonya, Siena sekarang sedang mengandung dan sudah lima minggu usianya" jawab Bagas dengan rona kebahagiaan di wajahnya.


"Benarkah? selamat ya Siena, Bagas... " ucap nyonya Sekar tulus


" Terima kasih... " ucap mereka bersamaan

__ADS_1


"Sama-sama... " jawab nyonya Sekar


"Anda ingin periksa nyonya? " tanya Siena


"Oh tidak Siena.... aku di sini untuk melihat menantuku Sasa yang sedang di rawat, semalam Sasa di larikan ke rumah sakit karena terluka" jawab nyonya Sekar sedih.


"Di rawat....? " tanya Bagas


"Kenapa di rawat...? " sambung Siena


"Semalam ada yang menyerangnya di rumah, dia di temukan oleh para pelardi taman samping rumah dengan keadaan terluka. Aku sangat khawatir apalagi Sasa juga kini sedang mengandung " jawab nyonya Sekar dengan sedih.


"Tentu, ikutlah denganku " jawab nyonya Sekar.


Mereka bertiga pun dengan segera ke ruangan dimana Sasa di rawat, di ruangan itu sudah ada Ramon dan juga beberapa suster dan juga dokter yang sedang memeriksa keadaan Sasa.


Setelah selesai memeriksa Sasa dokter dan suster pun keluar dari ruangan itu.


Kini tinggalah Ramon Sasa Bagas Siena dan juga nyonya Sekar di sana. Mereka semua sebenarnya penasaran kenapa Sasa bisa terluka di sana. Sasa pun kemudian menceritakan semuanya berawal dari pesan yang ia terima yang Sasa anggap itu pesan dari Ramon. Hingga hadiah menakutkan itu dan juga pelemparan batu yang tepat mengenai kepala Sasa hingga terluka. Mereka semua berpikir jika itu adalah perbuatan yang di sengaja untuk mencelakai Sasa.


"Kandungan kamu tidak apa-apa Sasa ?"tanya Siena.

__ADS_1


"Alhamdulillah enggak, kan yang kena timpuk kepala Sasa bukan perut" jawab Sasa


"Kalau sampai terjadi apa-apa dengan Sasa dan anakku, lihat saja aku tidak akan pernah mengampuninya " ucap Ramon dengan geram


"Aku ingin sekali membantumu menyelidiki siapa pelakunya, tapi aku sangat sibuk hari ini" ucap Bagas menyesal , ya hari ini Bagas sangat sibuk karena setelah mengantar istrinya, segunung pekerjaan sudah menunggunya di kantor.


"Tidak masalah, ada Ivan yang sedang menyelidikinya" jawab Ramon.


"Apa kau tidak punya musuh Sasa ?" tanya Siena, Salsa menggelengkan kepalanya karena memang ia tidak merasa punya musuh. Selama ini ia hanya bergaul dengan anak-anak pokemon lainnya. Tidak mungkin mereka pelakunya.


"Mungkin kau merasa tidak punya musuh, tapi mungkin di luaran sana ada orag yang tidak meyukaimu. Kejadian ini memang di sengaja itu sudah pasti, dan ada dua kemungkinan yang bisa kita ambil. Pelakunya adalah orang yang tidak menyukai Sasa atau orang yang tidak menyukaimu Ramon dan sengaja melukai istrimu untuk menyakitimu" Siena mengutarakan apa yang ada dalam pikirannya. Ramon dan yang lainnya pun setuju dengan pemikiran Siena.


Yang jadi pertanyaan adalah siapa pelakunya ...? Ramon masih bertanya-tanya, karena menurut Ivan pelakunya sama sekali tidak terlihat di cctv rumah. Pekerjaan yang sangat rapi dan penuh perhitungan.


*


*


*


kalo like nya nambah nanti malem aku up lagi😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2