Me Vs Love (Jodoh Yang Tertukar)

Me Vs Love (Jodoh Yang Tertukar)
Bab 79


__ADS_3

"Apa, maksudmu? "tanya Sintia


"Kau gadis dewasa tentu tahu apa yang aku maksud... "ucap Ivan, belum berlalu keterkejutannya. Kini Sintia di buat terkejut karena Ivan tiba-tiba menciumnya. Ivan mencium bibir Sintia sebentar kemudian memandang Sintia tersenyum kemudian Ivan membenamkan lagi bibirnya di bibir manis gadis tukang pecel ini.


Terkejut, tentu saja Sintia merasa terkejut dengan sikap Ivan yang tiba-tiba menciumnya. . Ivan semakin memperdalam ciumannya, ciuman yang sangat lembut namun berhasrat. Jujur saja Sintia sangat menikmati itu, sentuhan Ivan yang sangat lembut membuatnya terpesona kepada suaminya sendiri.


Setelah puas mencium Sintia, Ivan melepaskan pagutannya dan mengusap lembut bibir Sintia yang kini terlihat agak bengkak karena perbuatannya barusan.


"Dengarkan aku Sintia aku ini pria normal, kau tidak perlu mengecek burung elangku untuk memastikannya. Karena dia akan terbangun saat menginginkannya" ucap Ivan dengan tersenyum geli membayangkan percakapan antara Sintia dan juga Sasa. Merasa malu Sintia memalingkan wajahnya, wajah merah Sintia terlihat menggemaskan bagi Ivan. Hingga ia mencium kembali bibir yang terasa manis itu. Sepertinya Ivan mulai kecanduan hingga ia menginginkan lagi dan lagi saat ia berdekatan dan juga bersentuhan dengan Sintia.


Merasa menginginkan hal yang lebih dari itu, kini bibir Ivan mulai menelusuri leher jenjang Sintia. Ada rasa gelenyar aneh yang Sintia rasakan, apalagi Ivan terus menciumi leher dan tengkuknya. Tangan Ivan pun tidak tinggal diam ia mulai menjelajahi gunung himalaya milik Sintia yang terasa sangat pas di tangannya.


Sintia terkejut saat Ivan mulai menarik pakaian Sintia dan melemparkannya, hingga kini Sinta terlihat sangat seksi dengan kacamata pengamannya yang berwarna merah sangat kontras dengan kulit putihnya. Ivan menelan ludahnya kasar saat melihat pemandangan yang begitu indah terpampang di depannya.


Sintia merasa malu di pandangi seperti itu oleh Ivan, hingga ia menyilangkan tangannya untuk menutupi kedua aset berharganya itu. Namun tangannya di tepis oleh Ivan karena Ivan sangat menyukainya dan ingin terus melihatnya dan kemudian menyentuhnya.

__ADS_1


"Kenapa di tutupi seperti itu, itu terlihat sangat indah" ucap Ivan


"A-aku malu Ivan... " ucap Sintia


"Tidak perlu malu, karena mulai sekarang keduanya menjadi miliku" Ivan kembali mencium bibir Sintia dan satu tangannya mencari sesuatu di belakang punggung mulus Sintia da melepaskan sesuatu yang mengait di sana.


Klik...


"Dapat ...."Ucap ivan, kini penghalang pemandangan indah itu telah ia singkirkan. Sentuhan Ivan di sana membuat Sintia menggelinjang apalagi kini Ivan tengah bertindak seperti bayi besar yang kehausan. Sebuah sensasi rasa yang luar biasa yang kini di rasakan oleh mereka berdua Terasa sangat...sangat tidak bisa ia ungkapkan dengan kata-kata.


"Ivan.... ssshhhhh"


"Tahan sebentar ini sangat sulit... " ucap Ivan yang sedang mencoba menerobos gua milik Sintia yang sempit. Ternyata tes keperawanan istrinya tidak semudah yang ia bayangkan. Ivan harus melakukannya perlahan karena ia tidak tega melihat Sintia yang merintih kesakitan.


"Ivan ini sakit dan juga perih...." ucap Sintia

__ADS_1


"Bersabarlah aku sedang berusaha " ucap Ivan, akhirnya setelah beberapa kali hentakan gagang sapu milik Ivan terbenam sempurna di tempat yang seharusnya dari dua bulan lalu ia lakukan.


"Aaarrkkhhh.... sakiiittt.... "


"Maaf.... " ucap Ivan, dengan perlahan Ivan membawa Sintia ke surga dunia. Kini mereka berdua telah melakukan hal yang seharusnya dari dua bulan lalu mereka lakukan. Untung saja saran dari Sasako tidak Sintia lakukan, jika sampai itu terjadi mau di taruh dimana wajahnya yang cantik itu. Lama mereka berdua melakukam kegiatan panas itu. Hingga keduanya merasa kelelahan dengan aktiftas baru mereka.


Dan pada akhirnya tes keperawanan pun di lakukan oleh Ivan dan di nyatakan lulus.


*


*


*


Dukungannya mana nihh...

__ADS_1


__ADS_2