Me Vs Love (Jodoh Yang Tertukar)

Me Vs Love (Jodoh Yang Tertukar)
Bab 39


__ADS_3

Pagi ini Ramon terlihat muram karena semalam istrinya tidak memberi jatah bermain kikuk-kikuk. Jangankan bermain kikuk-kikuk jatah minum susu pun tidak dapat. Itulah akibat membuat istri micinnya kesal, Ramon juga yang kesusahan.


Ramon lemas karena tidak mendapatkan tambahan imunnya. Wajahnya di tekuk bibirnya mengerucut kesal. Sasa yang menyadari kekesalan suaminya langsung menggodanya.


"Aduh bayi kingkong kok pagi-pagi udah kusut aja kaya boxer yang belum di setrika " ucap Sasa


"Apa tidak ada perumpamaan yang lebih enak di dengar selain boxer kusut? " tanya Ramon


"Ga ada, ada juga model kusut mantan calon istrinya A Abon yang kini jadi istri mantan calon suami Sasa. Tapi sekarang lagi di apartementnya sama A Bagas " jawabnya santai.


"Bukan begitu maksud ku Sasako, dan berhenti memanggilku Abon. Itu terdengar tidak romantis tahu " jawab Ramon masih dengan betenya.


" Baru semalem ga dapet jatah susu udah bete banget " gumam Sasa dalam hati


"Ya udah jangan cemberut lagi atuh jadi jelek mukanya " ledek Sasa


"Biar saja, aku sedang marah sekarang " ucap Ramon yang sedang duduk di sofa kamarnya sambil memakai sepatunya. Melihat suaminya marah Salsa pun mendekatinya dan langsung melingkar kan tangannya di lengan kekar Ramon.


"Mas Ramon marah sama Sasa.... " bujuknya sambil terus menguyel-nguyel kepalanya di lengan Ramon. Hingga Ramon merasa gemas dengan tingkahnya. Sebenarnya Ramon tidak marah dia hanya sedang merajuk saja pada istrinya.


"Iya, aku sedang marah" jawabnya pura-pura


" Mas Ramon mau ga main cilukba sama Sasa..? " tanya Salsa tersenyum. Ramon yang mendengar nya pun langsung sumringah.


"Tentu aku mau, apa boleh? " tanya Ramon


"Boleh asal mas Ramon nya jangan marah lagi sama Sasa, Sasa takut mas Ramon tergoda sama sapi pirang itu " ucapnya manja membuat Ramon tambah gemas saja


"Aku tidak akan tergoda oleh wanita manapun sayang.... " ucap Ramon sambil memeluk tubuh kecil istrinya. Dan langsung menciuumnya dengan lembut. Bibir kecil Sasa selalu membuat Ramon candu. Hingga Ramon terus mengecap nya lagi, lagi dan lagi tanpa merasa puas.


Merasa istrinya membalas ciumanya Ramon pun tersenyum, dan melancarkan aksinya mendaki gunung favoritnya. Lama Ramon bermain di sana, setelah itu Ramon menggendong Salsa ke ranjangnya dan melanjutkan kegiatan yang sangat ia inginkan dari semalam.

__ADS_1


Akhirnya Ramon bisa mengarungi lembah pagi ini, olahraga pagi akan menambah semangat kerjanya hari ini.


"Ini sangat indah...." gumam Ramon


*


*


*


Setelah pergulatannya dengan sang istri, mood Ramon menjadi semakin baik. Senyum manis terus keluar dari wajahnya yang tampan. Hingga Salsa geleng -geleng kepala melihatnya.


Sepertinya sarapan mereka agak terlambat hari ini, untung saja nyonya Sekar juga terlambat keluar kamarnya karena sedang malas keluar dari kamar karena cuacanya yang sangat dingin.


"Loh Ramon baru turun juga? "tanya nyonya Sekar


"Iya mah aku agak malas bangun tadi "jawab Ramon tersenyum secerah mentari pagi. Sepertinya hari ini sinar mentari akan di gantikan oleh senyuman Ramon yang sangat manis.


"Benar, cuacanya sangat dingin membuat malas untuk bangun" jawab nyonya Sekar. Syukurlah pembicaraan ini terdengar sangat normal karena si micin belum turun dari kamarnya karena belum selesai mandi saat Ramon turun ke bawah.


"Pagi mah... " sapa Salsa


"Pagi Sasa, ayo kita sarapan maaf ya mamah sarapan duluan "ucap nyonya Sekar sambil tersenyum.


"Iya mah ga apa-apa " jawab Sasa


Salsa melihat Ramon tersenyum ke arahnya, untuk pertama kalinya Salsa merasa kagum dengan ketampanan suaminya. Apalagi berkat imunisasi pagi ini membuat senyum Ramon terus merekah hingga ketampanannya bertambah berkali-kali lipat dari biasanya. Sudah tampan keren gagah dan juga baik hati, Sasa merasa sangat beruntung bisa menikah dengan Ramon. Cintanya pada asistent pelit itu telah menguap dan hilang, setelah tahu jika Bagas telah unboxing Siena walau hanya setengah waktu itu.


Namun tetap saja membayangkan pria yang di cintainya telah menyentuh wanita lain membuat hati Salsa sangat terluka. Maka dari saat itu Sasa mulai menutup pintu hatinya untuk Bagas. Walaupun sebenarnya yang di lakukan Bagas tidak lah salah karena Siena adalah istrinya .Dan dia hanyalah mantan calon istri Bagas saat itu. Tapi tetap saja hatinya sakit, hubungan mereka berempat sangat lah rumit.


"Mas Ramon kok ganteng banget sihh hari ini " ucap Salsa pada suaminya, mendengar istrinya memujinya tampan membuat jantung Ramon berdegup kencang. Maklum lah pria berhati hello kitty ini sangatlah lembut dan penyayang serta sangat sensitif perasaannya. Hingga pujian sederhana saja membuat detak jantungnya meletup-letup, terasa seperti ledakan kembang api tahun baru, sangat meriah.

__ADS_1


"Benarkah ? kenapa kau baru sadar micin ?" tanya Ramon tersenyum senang


"Sadar banget kok suami Sasa ini gantengnya kelewatan. Sahruk khan mah lewat pokoknya "jawab Salsa


Nyonya Sekar hanya tertawa mendengar ucapan menantunya.


"Siapa Sharuk kan ?" tanya Ramon tidak tahu


"Itu loh yang meranin jadi anaknya Amitha bachan di film apa ya Sasa teh lupa...." jawabnya Santai sambil mengigit roti yang baru saja dia olesi dengan selai coklat kesukaannya.


"Siapa lagi dia aku tidak mengenalnya "gumam Ramon geleng-geleng kepala, sebaiknya Ramon diam saja. Takut ada hal-hal ajaib lagi yang keluar dari mulut istrinya.


"Terima kasih sayang kau sudah memujiku tampan " ucap Ramon sambil membelai kepala istrinya dengan lembut dengan senyum termanisnya.


"Lebih baik mengucapkan terima kasih saja padanya, dari pada istrinya membahas cucu Sahruk khan nanti, sangat berbahaya jika Ramon bertanya lebih jauh lagi apa lagi Ramon tidak mengenal pemeran anak Amitha Bachan itu, bisa-bisanya cucunya mamah mertua jadi ikutan di bawa. Astaga Ramon tiba - tiba jadi ingat acara panduan memasak yang selalu membuat olahan es batu dan telur itu .


"Aku pasti sudah gila " gumam Ramon dalam hati.


"Uuuhhh co cuiiitt, manis banget sihh perlakuan mas Ramon sama Sasa. Udah ahhh jangan manis-manis Sasa jadi takut " ucap Salsa sambil tersenyum


"Kenapa takut aku bersikap manis sayang, harusnya kamu senang kan? " tanya Ramon yang merasa heran istrinya malah takut di perlakukan sangat manis olehnya.


"Iya, Sasa teh takut kalo mas Ramon bersikap manis sama Sasa. Takut kena diabetes saking manisnya kebangetan jiaahhhhh......Sasa jadi malu "jawabnya sambil cekikikan


"Astaga harusnya aku bisa menebak ucapan gadis micin ini " gumam Ramon geleng-geleng kepala.


Setelah sarapan Ramon pun pergi ke kantornya setelah berpamitan kepada mamahnya dan juga istri cantiknya maksudnya istri aneh dan ajaibnya.


"Aku sangat bahagia hari ini, karena kata istriku aku lebih tampan dari Shahuk khan" gumamnya sambil tersenyum bodoh karena sebenarnya Ramon tidak tahu siapa pemeran anak Amitha Bachan itu.


*

__ADS_1


*


Hari senin waktunya vote ya 😘😘


__ADS_2