Menantu Bayaran

Menantu Bayaran
10.Om Chandra


__ADS_3

Setelah sampai, Chandra dan Hajar sama sama turun dari dalam mobil. Chandra berjalan mendekati Hajar, merangkul pinggang gadisnya itu dari belakang, membawanya masuk ke dalam rumah.


"Wah! pengantin baru sudah pulang" Nyonya Belinda yang menunggu di ruang tamu, berdiri dari sofa berjalan mendekati Hajar dan Chandra. Nyonya Belinda langsung memeluk Hajar, mencium kedua pipi menantu barunya itu dengan wajah tersenyum.


"Bagaimana kabarnya?" tanya Nyonya Belinda melepas pelukannya, kemudiam menuntun Hajar berjalan ke arah sofa.


"Baik Tante" jawab Hajar tersenyum.


"Panggil Mama dong sayang, kok masih manggil tante?."


Hajar menyengir," Baik Mama"Hajar memperbaiki panggilanya kepada Nyonya besar rumah itu.


"Ma aku ke kantor dulu" pamit Chandra.


Sontak membuat Nyonya Belinda menoleh ke arah Chandra."Buat apa ke kantor, kamu sedang cuti. Nikmatilah waktumu bersama istrimu. Pokuskan membuat cucu untuk Mama."


Hajar mengerucutkan sedikit bibirnya, dan menatap tajam wajah Chandra. Mengingat dua hari dua malam ini, Chandra hanya mengajaknya bersenang senang, tanpa ingin menanam benih di perutnya. Hajar kesal


"Suruh menantu mama untuk lebih berusaha keras mendapatkan benihku." Chandra membalas tatapan Hajar dengan menahan senyumnya.


"Kenapa dia yang harus berusaha keras?, seharusnya kamu. Apa kamu tidak ingin memiliki anak?." tanya Nyonya Belinda gemas.


"Aku pergi dulu Ma, Bersenang senanglah dengan menantu Mama" pamit Chandra tak ingin menjawab pertanyaan nyonya Belinda. Chandra pun meyempatkan diri mengecup kening kedua wanita beda usia itu, dan langsung berlalu.


Nyonya Belinda mengulas senyumnya, melihat anaknya memperlakukan Hajar dengan baik. Itu artinya perjodohan yang dibuatnya berhasil.


"Ayo makan siang, Mama sudah masakin makanan ke sukaanmu!." Nyonya Belinda mengajak Hajar untuk makan siang bersamanya.


"Tente..eh, Mama tau masakan kesukaanku?" tanya Hajar senang.


"Mama kamu memberitahu Mama" jawab Nyonya Belinda. Menuntun Hajar berjalan ke arah ruang makan di rumah itu.


Hajar yang baru pertama kali datang ke rumah itu, memutar pandangannya ke setiap sudut ruangan.


Rumahnya sangat bagus, tapi sayang, aku tidak bisa membawa Ibu ke sini.Batin Hajar


Sampai di ruang makan, Hajar menarik satu kursi kemudian menyuruh nyonya Belinda duduk.


"Silahkan Ma" ucap Hajar


Nyonya Belinda tersenyum, satu tangannya mengusap lengan Hajar." Mama tidak salah memilihmu menjadi menantu Mama."


"Hajar 'kan sudah berjanji untuk menjadi menantu yang baik" balas Hajar.


"Hm baiklah, ayo kamu juga duduk. Mama sudah lapar" suruh Nyonya Belinda.


"Trimaksih Ma" Hajar pun menarik kursi di samping Nyonya Belinda dan langsung duduk.


Seorang pelayan langsung melayani mereka. Menyiapkan makanan dan menuangkan air minum ke dalam gelas.


"Tania, mana susu untuk menantuku ?"tanya Nyonya Belinda kepada pelayan yang berdiri di samping Hajar.


Susu?, batin Hajar


Susu apa?, kenapa dia harus di beri minum susu?. Hajar tidak biasa minum susu, dan tidak menyukai susu jenis apa pun. Kemudian Hajar mengalihkan pandangannya ke arah hidangan di atas meja.


Ya ampun, ini sayur semua, semenjak kapan sayur menjadi makanan kesukaanku?. Batin Hajar lagi.

__ADS_1


"Sebentar saya siapkan nyonya" Pelayan bernama Tania itu sedikit menunduk dan langsung undur diri ke dapur.


"Memakan sayuran itu bisa membantu untuk menyuburkan kandungan" ucap Nyonya Belinda, kemudian menyendokkan sayur toge, bayam dan wortel dari mangkok ke piring Hajar .


"Apalagi toge" lanjut Nyonya Belinda." mulai sekarang kamu harus sering memakannya. Dan jangan banyak banyak memakan makanan berminyak. Supaya kamu bisa cepat hamil" oceh Nyonya Belinda lagi.


Mendengar itu Hajar mengembangkan pipinya, ingin muntah melihat sayuran di piringnya, karena Hajar memang tidak menyukai sayuran sejak dulu.


Tak lama kemudian, pelayan bernama Tania itu datang membawa segelas susu, meletakkannya di depan Hajar.


"Ini sususnya Nona"ucap Tania.


"Trimakasih" balas Nyonya Belinda tersenyum.


Melihat susu di depannya, Hajar semakin ingin muntah.


Ya Tuhan,apa harus seperti itu kalau mau hamil?. Dan juga gimana aku bisa hamil, jika Om Chandra selalu membuang benihnya di luar?.


"Ayo sayang, dimakan" Nyonya Belinda mengusap lebut kepala Hajar dari belakang. Sehingga membuat Hajar tidak bisa menolak untuk tidak memakan makanan di depannya.


"Iya Ma" Hajar tersenyum masam. Kemudian Hajar mengambil sendok di samping piringnya. menyendok perlahan sayuran di depannya, dan menyuapkannya ke mulutnya dengan ragu.


Ini sangat tidak enak, ya ampun, belum lagi aku harus meminum susu itu. Batin Hajar menguyah makanan di mulutnya dengan menahan supaya tidak muntah.


"Dulu Mama pengen memiliki tiga anak. Tapi Tuhan hanya memberinya satu. Itu pun Mama harus berusaha keras mendapatkannya. Dengan memakan makanan bergizi, perbanyak memakan sayur dan buah" cerita Nyoya Belinda di selah selah makannya.


Hajar mengulas senyum terpaksa.


"Semoga kamu cepat hamil, Mama mendapatkan cucu. Mama sudah sangat lama menginginkan itu. Tapi Chandra selama ini tidak mau menikah" ucap Nyonya Belinda lagi.


Dan lagi Hajar hanya bisa tersenyum menanggapi apa yang dikatakan Nyonya Belinda.


"Hajar!"


Nyonya Belinda segera berdiri dari kursinya, menyusul Hajar ke dapur.


Oek oek oek!


Hajar mengeluarkan semua isi perutnya yang baru dimakannya ke whastapel.


"Kamu kenapa muntah?"


Hajar tidak menjawab, ia sibuk mengeluarkan isi perutnya.


Ya ampun, ini sakit sekali, kalau aku di suruh terus makan sayuran dan minum susu. Badanku bisa kurus kering, dan aku akan mati dengan perlahan, batin Hajar.


Nyonya Belinda pun menijat mijat leher belakang Hajar."Tania,tolong ambilin air hangat buat Hajar" serunya kepada pembantu yang masih berusia 20 Tahun itu.


"Baik Nyonya" balas Tania, langsung mengambil air hangat ke dalam gelas dan memberikannya pada Nyonya Belinda.


"Sepertinya kamu masuk angin, ayo minum air hangatnya dulu" Nyonya Belinda memberikan air hangat di tangannya kepada Hajar yang sudah selesai mengeluarkan isi perutnya.


"Trimakasih Ma" Hajar menerima air hangat itu dan langsung menegaknya sampai habis.


Kalau aku di suruh makan sayur dan minum susu terus, aku bisa mati perlahan di sini.


Hajar pun meletakkan gelas di tangannya di atas washtapel, kemudian menghela napasnya.

__ADS_1


"Ayo sayang, kamu istirahat saja ke kamar" Nyonya Belinda menuntun Hajar berjalan keluar dari dapur, membawanya ke arah lif untuk naik ke lantai tiga rumah itu.


Sampai di lantai atas, Nyonya Belinda membawa Hajar ke salah satu pintu yang ada di sana.


"Ini kamar kamu dan Chandra, istirahatlah di dalam. Nanti Mama akan menyuruh pelayan untuk membuatkan bubur untukmu" Nyonya Belinda tersenyum, dan satu tangannya terangkat mengusap kepala Hajar.


"Trimaksih Ma" Hajar juga mengulas senyumnya.


"Sana masuk" suruh Nyonya Belinda setelah membuka pintu kamar Chandra.


Hajar menganggukkan kepalanya, kemudian melangkah masuk ke kamar milik Chandra. Nyonya Belinda pun langsung menutup pintunya.


Di dalam kamar, Hajar memutar pandangannya ke setiap sudut ruangan kamar itu dengan wajah sumiringah. Kamarnya luas dan mewah.


Gak apa apa deh nikah sama Om om. Yang penting 'kan Om omnya kaya. Batin Hajar, berlari ke arah tempat tidur, menghamburkan tubuhnya di sana. Karna tubuhnya lelah dan mengantuk, Hajar pun memutuskan untuk tidur.


.


.


Chandra keluar dari ruang meting, berjalan ke arah ruangannya bersama Bryan asistennya.


"Urus pemindahan saham milikku 20% untuk Hajar!" ujar Chandra tanpa melihat ke arah Bryan yang berjalan di sampingnya.


"Anda serius Tuan?"


Sontak Chandra menghentikan langkahnya, menatap tajam ke wajah Bryan.


"Kenapa?"


"Tuan baru menikah dengan Hajar. Maaf Tuan. Maksud saya Nona Hajar." Bryan langsung meralat panggilannya kepada Hajar, mantan kekasih yang baru manjadi istri tuannya." Tuan belum mengenal Nona Hajar. Bagaimana jika Nona Hajar hanya ingin menguasai harta Tuan?. Setelah itu dia meninggalkan tuan bersama laki laki lain."


Chandra menautkan alisnya, berpikir kalau yang dikatakan Bryan itu ada benarnya. Tapi seorang Chandra tidak sebodoh itu bukan?.


"Apa kamu pikir aku akan membiarkan itu terjadi?" tanya balik Chandra, kemudian melanjutkan langkahnya.


"Tidak Tuan" jawab Bryan mengikuti langkah tuannya.


"Berikan Hajar satu pengawal, tapi jangan sampai dia mengetahuinya." Kini Chandra sudah masuk ke ruangannya dan mendudukkan tubuhnya di kursi kebesarannya.


"Baik Tuan" patuh Bryan lagi.


"Atau mungkin saja kamu adalah pria yang ingin membawa kabur Hajar dariku" Chandra memicingkan matanya ke arah Bryan yang berdiri di depan mejanya.


"Tidak Tuan, saya tidak akan sanggup lagi memenuhi permintaannya" Bryan menjawab dengan menundukkan kepalanya.


"Kalau kamu sampai melakukan itu, akan ku kubur kamu hidup hidup" ancam Chandra membuka laptop di depannya, lalu menghidupkannya.


"Tidak akan Tuan"


"Hm pergilah keruanganmu" usir Chandra tanpa melihat Bryan, karna ia sudah mulai sibuk dengan laptop di depannya.


"Tok tok tok !"


Pintu yang baru di ketuk itu, langsung terbuka dari luar.


"Om Chandra" seorang wanita cantik dengan pakaian pas body melangkah masuk dengan merekahkan senyumnya ke arah Chandra.

__ADS_1


*Bersambung


__ADS_2