Menantu Bayaran

Menantu Bayaran
09. Keterlauan


__ADS_3

"Hapus air liurmu itu"


"Ha!" refleks Hajar melap kedua sudut bibirnya bergantian.


Chandra berjalan mendekati Hajar, membungkukkan tubuhnya, mensejajarkan wajah mereka.


"Cepat bersihkan tubuhmu gadis manis, jika kau ingin mendapatkan apa yang kamu inginkan" ucap Chandra tepat di depan wajah Hajar.


"20% saham" wajah Hajar langsung sumiringah.


"Hm.." Chandra kembali meluruskan tubuhnya." Aku tunggu lima belas menit, jika kau terlambat, maka akan di potong permenitnya satu persen."


"Ah baiklah" Hajar langsung bergegas turun dari atas tempat tidur berlari ke arah pintu kamar mandi. Hajar memutar tubuhnya kebelakang, sebelum benar benar masuk ke kamar mandi."Jika aku selesai lebih cepat dari lima belas menit. Maka Om harus menambahnya, permenit satu persen!."


Buar !!


Hajar menutup kasar pintu kamar mandi itu dan buru buru membuka gaun yang melekat di tubuhnya. Hajar berlari ke bawah shawer dan langsung mengguyur tubuhnya, mandi secepat kilat. Hanya sepuluh menit Hajar sudah menyelesaikan mandinya.


"Aku selesai lebih cepat dari lima belas menit" ucap Hajar sumiringah, sudah berdiri di depan pintu kamar mandi.


"Mari kesini, silahkan ambil hadiahmu" Chandra menepuk kasur di dampingnya supaya Hajar mendekatinya.


Mengerti maksud Chandra, Hajar bergidik ngeri, membayangkan hadiah yang di maksud Chandra.


"Ayo ambil hadiahmu gadis manis" Chandra menahan senyumnya, melihat Hajar mematung di tempatnya berdiri dengan wajah gugub.


"Satu anak cabang perusahaan" Chandra memberikan penawaran yang lebih tinggi.


"Ta..tapi i..itunya Om sangat besar" gugub Hajar, menunjuk adik kesayangan Chandra yang bersembunyi di balik celana.


Hajar sangat tergiur dengan tawaran yang semakin tinggi itu, namun keberaniannya ciut saat membayangkan adik nakal milik Chandra menganiayanya.


Aduh bagaimana ini?, ayo Hajar, kamu harus berani. Jangan takut!, itu tidak sakit, Adik Om Chandra tidak jahat, batin Hajar.


Hajar menelan salivanya bersusah payah, kemudian melangkahkan kakinya perlahan ke arah tempat tidur.


Gadis yang unik, batin Chandra memperhatikan Hajar yang semakin mendekat. Meski wajahnya terlihat gugub, tapi gadis itu tetap memberanikan diri mendekatinya.


Tepat di sampai kasur, Chandra langsung menarik tubuh Hajar ke pangkuannya dan langsung menyambar bibir gadis kecil itu, menciumnya rakus. Membuat gadis menggemaskan itu meronta ronta karena kaget mendapatkan serangan mendadak.


Namun Chandra menghiraukannya, ia malah menurunkan ciumannya ke leher gadis itu, menciumnya lapar.


"Ah !! Om !! tunggu dulu !!. Kau kasar sekali !!. Aku belum siap kau sudah menyerangku !!" teriak Hajar, mencoba menjauhkan kepala Chandra dari lehernya.


Chandra mengangkat kepalanya mendongak ke wajah Hajar." Dari pada kau berteriak teriak, lebih baik kau berusaha mengalahkanku. Karna aku tidak akan memberikan benihku dengan mudah."


"Aku ini masih perawan, seharusnya Om memperlakukanku dengan lembut" cetus Hajar, bernapas ngosngosan karna kelelahan meronta ronta.


Chandra berdecih," aku tidak percaya sebelum membuktikannya."

__ADS_1


Chandra kembali melanjutkan aksinya, mencium leher Hajar. Kali ini dengan lembut, pelahan meninggalkan bekas di leher Hajar.


"Ah! Om ! kenapa ciumanmu terasa sakit?" Hajar mengeluh namun suaranya terdengar sengau di telinga Chandra.


"Diamlah dan nikmati!" ucap Chandra.


"Ah! tapi itu tak nyaman" Tanpa sadar, Hajar mengangkat kedua tangannya, meremas rambut Chandra.


Ciuman Chandra pun berubah lembut, membuat Hajar refleks memejamkan matanya, menikmati setiap sentuhan Chandra di kulit mulusnya.


Hingga terdengar teriakan Hajar memenuhi ruangan itu, menandakan kalau dia masih suci. Sontak membuat Chandra menghentikan gerakannya.


"Maaf!" ucap Chandra


"Om keterlaluan!!, aku udah bilang, kalau aku masih perawan. Kenapa Om masih melakukannya dengan kasar?" tangis Hajar, menghapus air matanya yang sempat mengalir karna kesakitan dengan perlakuan kasar Chandra di area surganya.


Chandra terdiam menelan salivanya bersusah payah, ternyata dugaannya salah. Hajar terbukti masih perawan. Chandra pikir, Bryan sudah mengambil kesucian gadis itu, nyatanya tidak.


"Aku minta maaf" ucap Chandra lagi.


"Om harus membayar mahal rasa sakitku!" ucap Hajar lagi di selah selah tangisnya.


Chandra menghela napasnya. Apa di pikirannya hanya uang dan harta?, batin Chandra.


"Tidak masalah, berhentilah menagis" Chandra tersenyum senang, dengan kenyataan Hajar masih suci.


Hajar menghapus kembali air matanya." Pelan" ucapnya manja.


"Om !kau jahat sekali, itu sangat sakit !. aku gak tahan lagi, Berhenti!, Aaaaaa"


Chandra malah tersenyum, lalu tertawa cekikikan."Untuk mendapatkan uang yang banyak, tentu harus dengan pengorbanan yang besar bukan?."


"Oh Tuhan, ini sakit sekali!" rancau Hajar.


"Tahanlah sedikit"


Teriakan panjang Hajar yang terakhir, menandakan kesuciannya berhasil di bobol Chandra.


"Diel ! 20% saham untukmu !" Chandra bernapas lega sembari tersenyum atas keberhasilannya menguasai tubuh Hajar.


"Huaaa...! itu tidak cukup!" ucap Hajar dalam tangisnya.


Membuat Chandra mencebik, kemudian melanjutkan aksinya. Membuat Hajar kembali berteriak teriak, yang awalnya kesakitan, perlahan berubah keenakan.


"Katakan, kau ingin dibayar berapa?" tanya Chandra di selah selah permainannya, menatap wajah Hajar yang bertambah cantiknya.


"Tiga puluh persen Ah" jawab Hajar.


"Hm! kau bisa mendapatkannya, tapi kau harus mampu mengalahkanku" ucap Chandra lagi menambah hot permainannya, membuat Hajat berteriak teriak seperti orang kemasukan jin.

__ADS_1


.


.


Pagi hari


Hajar terbagun dari tidur lelapnya, karna mencium aroma kopi masuk menusuk ke dalam rongga hidungnya. Namun Hajar masih enggan untuk bangun, karna masih mengantuk. Hajar pun semakin mengeratkan pelukannya ke bantal guling dipelukannya.


Chandra yang sudah bangun dan rapi dengan pakaian santai dari tadi, membiarkannya saja melihat Hajar yang terbangun dan tidur kembali. Chandra memilih pokus dengan laptop di pangkuannya, karna ada sedikit pekerjaan yang harus ia selesaikan.


Hingga satu jam berlalu, Chadra mengangkat tinggi kedua tangannya ke atas lalu memutar pinggangnya ke kiri dan kekanan untuk melegakan otot otot dan persendiannya. Namun Hajar masih tertidur pulas di atas tempat tidur, padahal jam sudah menunjukkan jam sepuluh pagi.


Apa dia sangat kelelahan sampai tidak tau bangun?. batin Chandra


Chandra bersecih, mengingat mereka tadi malam hanya melakukannya sekali saja. Tapi gadis yang terus menantangnya itu sudah langsung ambruh, lemah tak berdaya. Detik kemudian, nampak bibir Chandra berkedut, mengingat gadis yang masih terlelap itu masih suci. Chandra sangat menikmatinya tadi malam.


Chandra berdiri dari sofa tempat duduknya, melangkahkan kakinya ke arah tempat tidur. Tanpa permisi, Chandra langsung menarik kasar selimut yang menutup tubuh Hajar dan membuangnya ke lantai.


"Aaa..!" teriak Hajar kaget, refleks menutup tubuh bagian sensitifnya.


"Bangun, sudah siang" ucap Chandra berjalan kembali ke arah sofa.


"Dasar suami gak ada ahlak" maki Hajar. Terpaksa Hajar menarik sprei kasur untuk membungkus tubuhnya, lalu turun dari atas kasur.


Dia sudah mati matian menahan sakit dianiaya tadi malam. Malah suaminya itu masih membangunkannya dengan kasar.


"Ibuku membayar mahal kamu untuk menyenangkanku. Jadi jangan bilang aku suami tidak ada ahlak" Chandra menatap Hajar dengan menahan senyumnya.


Hajar mendengus kesal, ia pun melangkahkan kakinya masuk ke kamar mandi.


.


.


Setalah dua hari menghabiskan waktu di kamar hotel itu. Hari ini Chandra dan Hajar akan pulang ke rumah, tepatnya pulag ke rumah keluarga Kurniawan.


"Tak perlu kau membereskan itu, biar Bryan yang mengurusnya" ujar Chandra kepada Hajar yang menyusun baju baju mereka ke dalam koper.


"Ah baiklah, trimaksih" Hajar langsung meletakkan pakaian di tangannya ke atas koper.


"Ayo pulang, aku harus bekerja lagi" Chandra melangkahkan kakinya ke arah pintu kamar hotel itu dan langsung membukanya.Langsung di ikuti Hajar dari belakang.


"Apa Om gak berniat mengajakku bulan madu?." Hajar mensejajarkan langkahnya dengan Chandra ke arah lif.


"Nanti setelah kau berhasil mengalahkanku" jawab Chandra melingkarkan sebelah tangannya ke leher Hajar, menarik Hajar masuk ke dalam lif.


Hajar mencebikkan bibirnya, mana mungkin dia bisa mengalahkan laki laki bertubuh besar di sampingnya.


Sampai di depan hotel, di sana sudah terparkir mobil milik Chandra. Chandra membuka pintu kursi penumpang depan, dan menuntun Hajar untuk masuk. Kemudian Chandra menyusul masuk duduk di kursi pengemudi.

__ADS_1


*Bersambung


__ADS_2