Menantu Bayaran

Menantu Bayaran
11. Pura pura sakit


__ADS_3

"Permisi Tuan" Bryan berpamitan dan langsung keluar dari ruangan Tuannya itu.


Sampai di depan pintu, Bryan tersenyum miring. Sudah beristri, masih bermain wanita, batinnya.


Di ruangan Chandra, wanita berpakaian ketat itu mendudukkan tubuhnya di pangkuan Chandra.


"Ada apa?" tanya Chandra.


Wanita itu tidak langsung menjawab, malah ia membusungkan dadanya ke dada Chandra, dan satu tangannya meraba wajah Chandra.


"Aku merindukanmu" jawab wanita itu.


"Aku sudah memiliki istri, aku rasa kamu sudah mengetahui itu" ujar Chandra.


Wanita yang sering menghangatkan ranjangnya itu pun, mendekatkan wajahnya untuk mengecup bibir Chandra. Namun Chandra langsung menjauhkan wajahnya.


Meski hatinya setia pada satu wanita, tapi tidak di pungkiri, selama ini Chandra membutuhkan sosok wanita untuk memenuhi kebutuhan biologisnya. Dia bukanlah orang yang munafik dan juga bukan orang religius yang memiliki iman yang kuat, untuk tidak tergoda dengan kenikmatan wanita.


Setelah memutuskan untuk menikah, Chandra juga berpikir untuk memutuskan hubungannya dengan wanitanya itu.


"Tidak masalah bagiku, jika Om memiliki istri" ucap wanita itu dan berusaha meraih bibir Chandra, namun Chandra masih menghindarinya lagi.


"Amel" tegur Chandra lembut kepada wanita yang menjadi fatner ranjangnya selama tiga Tahun ini. Hanya wanita itu yang dia pakai untuk menuntaskan biologisnya.


"Aku mencintai Om, tapi kenapa memilih menikah dengan wanita lain?. Aku juga masih muda. Dan aku bersedia menjadi istri yang baik untuk Om. Bukankah aku selama ini sudah setia, aku tidak pernah bermain dengan pria mana pun." Mata Amel terlihat berkaca kaca.


Chandra menghela napasnya, kemudian mengeluarkan satu crad dari dalam dompetnya memberikannya kepada Amel." Pakai ini untuk memenuhi kebutuhanmu, aku akan mengisinya setiap Bulan. Maaf! aku tidak bisa menjadi priamu lagi."


Amel menepis cairan bening yang mengalir dari sudut matanya, kemudian mengambil card itu dari tangan Chandra.


"Aku sadar, wanita penghibur sepertiku tidak pantas mendapatkan suami" Amel turun dari pangkuan Chandra dan langsung keluar dari ruangan itu.


Chandra menghela napasnya dan memperhatikan Amel yang menghilang di balik pintu.


Mengingat sang istri yang berada di rumah, Chandra langsung berdiri dari kursinya. Mendadak ia ingin pulang, penasaran dengan apa yang di lakukan istrinya di rumah.


.


.


Sampai di rumah Chandra melangkahkan kakinya ke arah lif untuk naik ke lantai tiga rumah itu. Chandra yakin istrinya itu ada di kamar. Chandra membuka pintu kamarnya dan langsung masuk. Di lihatnya Hajar tertidur pulas di atas kasur.


Chandra tersenyum dan melangkahkan kakinya ke atas tempat tidur untuk membangunkan Hajar, karna kebetulan hari sudah sore. Chandra ingin menyuruh Hajar untuk mandi.


"Hajar, bangun, ini sudah sore" Chandra menarik kasar selimut yang menutup tubuh Hajar dan membuangnya ke lantai. Membuat Hajar langsung terbangun dan berdecak kesal.


"Kenapa kamu tidak memakai baju?" tanya Chandra melihat Hajar hanya memakai pakaian dalam saja.


Hajar yang awalnya kesal, berobah tersenyum." mau membuat Om tergoda" Hajar meliuk liukkan tubuhnya dengan kedua tangannya membelai kedua gundukannya.

__ADS_1


Berhasil membuat jakun Chandra naik turun. Chandra menggeleng gelengkan kepalanya sembari tersenyum sampai menampakkan giginya. Melihat tingkah Hajar menggodanya. Sebagai laki laki normal, tentu Chandra tergoda.


Layaknya wanita penggoda yang kehausan uang dan belaian. Hajar pun berdiri di atas kasur, berjalan ke arah Chandra yang berdiri di depan kasur.


Hap !


Hajar melompat ke tubuh Chandra, melingkarkan kakinya ke belakang pinggang pria itu.


"Apa kamu ingin kita melakukannya di sini atau di kamar mandi, atau berdiri." Chandra menahan tubuh Hajar dari bawah supaya Hajar tidak jatuh.


Hajar diam berpikir sebentar, pandangannya terarah ke arah meja rias di kamar itu." Ah!..sepertinya di meja sana lebih seru."


Chandra tertawa cekikikan, meski istrinya itu masih polos dan kekanak kanakan, tapi tingkah lakunya sangat nakal."Yakin?"


"Kita coba saja" jawab Hajar.


"Baiklah, berjanjilah tidak akan menyesalinya." Chandra membawa Hajar ke arah meja rias, dan menurunkannya di atas meja dan langsung mencium bibir Hajar.


Dan di sana, pasangantin baru itu pun, mencoba untuk menuntaskan hasrat keduanya dengan berbagai gaya. Seperti yang diinginkan Hajar, ia pun terus berusaha membuat pria tampan dan matang itu mabuk kepanyang. Supaya Hajar bisa menumbuhkan benih pria itu di perutnya.


"Ah! kamu curang Hajar !!" geram pria itu karna Hajar memborgol tangannya ke belakang kursi meja rias. Entah dapat dari mana Hajar borgol itu, padahal baru setengah hari ia meninggalkan Hajar di rumah. Sepertinya istrinya itu meminjam borgol milik security rumah itu.


"Seperti kata Om bukankah aku harus berusaha mengalahkan Om?" Hajar tersenyum dan terus berusaha mengalahkan Chandra. membuat Chandra terus mengeram kenikmatan.


Tapi Hajar salah, dan lagi lagi ia mendapatkan kecurangan dari Chandra. Saat Hajar berteriak teriak karna ulahnya sendiri, malah Chandra mengeluarkan benihnya, sebelum Hajar benar benar mencapai puncak.


"Om kau curang!" pekik Hajar memukul dada Chandra gemas.


Hajar cemberut dan langsung turun dari pangkuan Chandra, berjalan menghentak hentakkan kakinya ke kamar mandi.


"Hajar ! buka tangan Om!" teriak Chandra dari kursi.


"Gak!!"


Buar !!!


Hajar menutup kuat pintu kamar mandinya karna kesal dengan Chandra.


"Om akan memuaskanmu!"


Hajar kembali membuka pintu kamar mandi itu, dan menyembulkan kepalanya."Aku bisa mencari kepuasan di luaran sana" cetusnya, kembali menutup pintu itu. Istri mana yang gak marah coba?, di buat menggantung saat lagi enak enaknya.Hajar memberenggut kesal karna kepalanya terasa puyeng.


Selesai membersihkan tubuhnya, Hajar langsung keluar dari kamar mandi dengan handuk di lilit di dadanya.


Hap!


"Aa!" teriak Hajar kaget karena Chandra menangkap tubuhnya, dengan melingkarkan kedua tangannya yang di borgol ke tubuh Hajar.


"Mari bercinta lagi" Chandra membawa Hajar berjalan ke arah kasur.

__ADS_1


"Gak! aku sudah mandi" tolak Hajar.


Namun mereka sudah terjatuh ke atas kasur, Dan Chandra langsung meninpa tubuh Hajar, membuka handuk yang melilit di dada Hajar dengan mulutnya.Sontak Hajar mend*sah merasakan nikmat di dadanya.


"Kau gila Om"


"Ini hukuman untukmu, karna sudah berani memborgol tangan suaminya" ucap Chandra, kembali menghukum Hajar tiada ampun. Membuat Hajar terus berteriak teriak.


Satu jam berlalu, kini keduanya sudah rapi setelah selesai membersihkan diri. Wajah Hajar nampak cemberut, karna lagi lagi Chandra tidak memberikan benihnya.


" Ayo kita turun, sudah waktunya untuk makan malam!" Chandra melingkarkan sebelah tangannya ke leher Hajar, membawanya ke luar kamar.


Sampai di meja makan, tubuh Hajar langsung melemah melihat sayur toge dan segelas susu terhidang di atas meja.


"Kamu kenapa? sakit?" tanya Chandra melihat Hajar tidak berselera untuk makan.


"Iya sayang, apa kamu masih sakit?" tanya Nyonya Belinda yang duduk menunggu mereka dari tadi.


Hajar tersenyum masam, ingin rasanya ia menolak untuk memakan sayur toge dan susu itu, namun ia tidak berani. Karna Nyonya Belinda sudah membayar mahal dirinya untuk menjadi menantu yang baik.


"Kamu tadi sakit?" Chandra mengerutkan keningnya ke arah Hajar, kemudian menaikkan satu tangannya, menempelkannya di kening dan leher Hajar.


"Gak hangat" ucap Chandra.


"Tadi selesai makan siang, Hajar muntah. Sepertinya dia masuk angin" Nyonya Belinda yang menjawab.


Aha!


Hajar yang mendapat ide, langsung membekap mulutnya, dan berlari ke arah dapur.


Oek oek oek!


"Hajar!" Nyonya Belinda langsung berdiri dan menyusul Hajar ke dapur.


Bruk!


"Hajar!" teriak Nyonya Belinda melihat Hajar ambruh ke lantai.


"Hajar kenapa Ma?" tanya Chandra menyusul Nyonya Belinda dan Hajar ke dapur.


"Hajar tiba tiba pingsan" jawab Nyonya Belinda, mengangkat kepala Hajar dari lantai dan memangkunya.


Dan Chandra, ia langsung mengangkat tubuh Hajar, membawanya keluar dari dapur.


Mending aku pura pura sakit aja dari pada di suruh makan sayur dan minum susu setiap hari. Hajar tersenyum di dalam hati.


"Sepertinya kamu membuatnya kelelahan, beri dia waktu istirahat, jangan terlalu banyak menggempurnya. Itu juga bisa membuatnya sulit hamil" ucap Nyonya Belinda, ikut masuk ke kamar Chandra.


Chandra menghela napasnya, mendengar perkataan Ibunya yang sangat menginginkan cucu. Tapi sampai saat ini Chandra belum siap memiliki anak. Meski dia sudah memiliki istri.

__ADS_1


*Bersambung


__ADS_2