
Tiga Tahun kemudian
Hajar melangkahkan kakinya sangat anggun masuk ke sebuah gedung perusahaan. Dia baru saja pulang dari luar Negri melanjutkan pendidikannya. Wajahnya terlihat semakin cantik dan dewasa.Tubuhnya yang dulu kurus, kini sudah nampak berisi.
Sampai di depan pintu ruangan no satu perusahaan itu. Hajar menghentikan langkahnya, menarik napas dalam ssbelum mengetok pintu di depannya.
Tujuannya datang ke perusahaan itu untuk membahas kerja sama yang sudah sempat di sepakati asisten masing masing. Kini kedua pengusaha itu, mengadakan pertemuan langsung.
Dua Tahun yang lalu, Hajar membuka sebuah perusahaan. Menggunakan modal yang di berikan Nyonya Belinda padanya. Tentu dia dibantu Bryan dan Naomi untuk mendirikan perusahaan itu. Dan kerja sama itu juga diatur oleh kedua orang yang dekat dengannya itu.
Dan selain untuk membicarakan kerja sama . Tentu tujuan utama Hajar adalah menggoda pengusaha sukses itu.
Tok tok tok
"Masuk!"
Suara bariton itu mampu menggoncakkan jiwa dan raga Hajar. Tak sadar Hajar meneteskan air matanya. Betapa dia sangat merindukan suara itu.
Hajar menghapus air matanya lalu mendorong pintu di depannya sembari melangkah masuk.
"Papa!"
Refleks Hajar membeku dan mengarahkan pandangannya ke arah anak kecil yang berlari ke arah pria yang duduk di kursinya. Tak sadar Hajar meneteskan air matanya kembali, melihat anaknya untuk pertama kali.
"Bukain" bocah laki laki tiga Tahun itu memberikan jajanannya kepada sang Papa.
"Calix kembali ke sofa ya, jangan ganggu Papa kerja" ujar pria yang berusia 42 Tahun itu, mengembalikan jajanan yang di bukanya kepada balita tampan dan menggemaskan itu.
Hajar menghapus air matanya, dan berusaha mengulas senyum lalu melangkah ke arah meja petinggi perusahaan itu.
"Slamat siang Pak Chandra" sapa Hajar setelah berdiri di depan meja Chandra.
Langsung saja Chandra menoleh ke arah Hajar, dan mepersilahkannya duduk.
"Silahkan duduk" ucap Chandra ramah.
"Trimakasih!" Hajar pun mendudukkan tubuhnya di kursi yang ada di depan meja Chandra.
__ADS_1
"Saya pikir pemilik perusahaan Callista grup sudah tidak muda lagi. Ternyata masih sangat muda" ujar Chandra memandangi wajah Hajar.
Hajar tersenyum.
Om Chandra benar benar tidak mengenaliku sama sekali, batin Hajar.
"Aku pikir untuk masalah kerja sama, sudah tidak perlu kita bahas lagi. Semuanya sudah sepakat dan diel" ujar Chandra.
"Aku rasa juga begitu Pak Chandra" balas Hajar dengan suara lembutnya, lalu menggigit bibir bawahnya yang di beri warna merah merona.
"Bagaimana kalau kita menghabiskan waktu berdua saja" rayu Hajar lagi menyapu bibirnya berkeliling dengan lidah.
"A-aku sudah punya istri, aku tidak butuh hiburan lagi" tolak Chandra menelan air ludahnya bersusah payah. Wanita di depannya sangat cantik, bibirnya s*ksi terlihat nakal.
Melihat jakun Chandra naik turun, Hajar berdiri dari tempat duduknya, mendekati Chandra. Hajar membuka kancing baju kemeja bagian atasnya sampai menampakkan kedua gunung kembarnya yang ukurannya sudah membesar.
Om Chandra masih suamiku, tidak salah aku menggodanya, batin Hajar.
Bisa saja Hajar meminta bantuan Naomi dan Bryan untuk mengatakan pada Chandra. Kalau Hajar adalah istrinya. Tapi Hajar tidak mau, dia ingin bermain main dengan Amel yang sudah merebut suaminya. Hajar ingin menyakiti Amel dengan berselingkuh dengan Chandra.
"Nona Hajar, hentikan, ada anakku di sini." Chandra menjauhkan tubuhnya dari Hajar yabg sudah menyuruhnya menikmati dadanya.
"Siapa kamu?, kenapa kamu seperti sudah mengenal ruangan ini" heran Chandra. Melihat Hajar begitu leluasa berjalan di ruangannya.
"Ayolah Pak Chandra, bukankah istrimu lagi liburan. Aku pikir dia juga pasti bersenang senang di sana. Kamu juga bisa bersenang senang denganku. Jangan kawatir, aku tidak meminta bayaran. Ini murni rasa trimakasihku atas kerja sama kita. Perusahaan ini sudah mempercayai perusahaan kecilku" ujar Hajar.
Tak segan segan Hajar membuka pintu di depannya dan langsung masuk menunggu Chandra di dalam.
Hajar mendudukkan tubuhnya di pinggir kasur. Memutar pandangannya ke setiap sudut kamar itu. Tidak ada yang berubah, masih sama dari tiga Tahun lebih yang lalu.
Chandra yang masih berada di ruang kerjanya, menghela napas. Dia ingin memarahi wanita yang sudah lancang masuk ke kamar istirahatnya, tapi ada anaknya di sana. Chandra tak ingin anaknya melihatnya marah marah.
"Siapa dia?" gumam Chandra, membawa Calix keluar dari ruangan itu. Memberikannya kepada baby sister yang menjaganya.
"Dimana baby sisternya?" tanya Chandra pada Naina sekretarisnya.
"Katanya tadi pergi makan, Tuan" jawab Naina. Dia sudah bertaubat menggoda Tuannya itu, karna tak kunjung berhasil. Dan juga Tuannya itu terlihat lebih banyak diam, dan terkesan seperti orang linglung. Apa lagi setelah tuannya itu kecelakaan, Naina mendengar gosib, Tuannya itu tak lagi perkasa. Naina sudah tak berselera.
__ADS_1
"Kalau begitu, tolong jaga anakku sebentar" ujar Chandra meletakkan bayi tiga Tahun itu di pangkuan Naina.
"Ta-tapi Tu..."
Naina langsung diam melihat tatapan mematikan Chandra ke arahnya.
"Baik Tuan" patuh Naina akhirnya.
Chandra kembali masuk ke ruang kerjanya, Menemui wanita aneh itu ke ruang istirahatnya. Chandra ingin memarahi wanita lancang itu, dan menyeretnya dari keluar dari ruangan itu.
"Kelu..."
Chandra terdiam tidak bisa melanjutkan kalimatnya. Saat melihat wanita cantik itu berdiri di depan kaca yang tertutup horden, tanpa sehelai benang pun.
Ingin marah, namun ada yang meronta lebih marah lagi. Chandra menelan air ludahnya yang terasa mengumpul di kerongkongan.
Hajar mendekati Chandra melangkah dengan begitu seksi, memutar tubuhnya memamerkan lekuk tubuhnya nan indah tanpa cacat.
Hajar mengulas senyumnya melihat Chandra yang masih mematung di dekat pintu. Hajar mendekati pintu itu lalu menutupnya, dan memeluk tubuh Chandra dari belakang.
Aku harus mendapatkan benihmu lagi Om. Aku sangat merindukanmu' batin Hajar tak dapat membendung air matanya, namun Hajar langsung menepisnya. Dia harus hamil mengandung anak Chandra lagi. Berharap Chandra bertanggung jawab, dan mereka menikah lagi.
"Hei! lepas!' Chandra menghentak tangan Hajar dari dadanya hingga terlepas.
Hajar berdecak, ia pun berpindah ke depan Chandra mulai aksinya memancing gairah pria itu.
Tak peduli Chandra yang terus menolaknya, Hajar terus berusaha sampai pria itu menyerahkan diri.
Akhirnya Chandra menyerang bibir Hajar dan menjatuhkannya ke atas tempat tidur. Hajar tersenyum dan membalas ciuman itu.
Tidak sampai di situ saja, Hajar terus menyalurkan kerinduannya pada pria itu. sampai dimana titik mereka sama sama terkapar lemah tak berdaya.
"Sepertinya Hajar berhasil menggoda Papa" bisik Naomi pada Bryan yang berdiri di sampingnya.
"Semoga saja, aku juga sudah mendapatkan bukti, kalau Amel berselingkuh" balas Bryan.
"Ayo kita pergi, jangan sampai Papa mengetahui kita menguping" ujar Naomi lalu melangkahkan kakinya keluar dari ruang kerja Papanya, di ikuti Bryan dari belakang.
__ADS_1
Setahun yang lalu, Nyonya Belinda mengalami struk, hingga sampai sekarang hanya bisa berbaring di atas ranjang, dengan bibir yang sudah miring ke samping, dan tidak bisa berbicara jelas. Membuat Chandra harus pulang ke Indonesia saat itu, untuk mengurus Ibunya dan perusahaan.
*Bersambung