
Setelah menghabiskan waktu di apartement tempat tinggal Caroline. Chandra pun langsung membawa Hajar pulang ke rumah mereka. Sampai di dalam kamar,Chandra mengangkat tubuh Hajar membawanya ketempat tidur.
"Om!" panggil Hajar melihat Chandra menangis. Kenapa suaminya itu tiba tiba menangis.
Chandra tidak menjawab, ia pun membuka baju Hajar dan langsung menciumi perutnya. Hajar mengulurkan tangannya mengusap kepala Chandra sembari tersenyum.
"Semua ini tidak gratis Om. Om harus membayarnya mahal."
"Semua untukmu sayang" Chandra berpindah mengecup kening Hajar lalu bibirnya. Tapi bukan hanya mengecup bibirnya saja, melainkan menikmati tubuh itu dengan cinta yang dalam.
Usai melepas rindu dengan cara yang melelahkan. Chandra pun membawa Hajar ke dalam dekapannya, mengecup sayang kening kekasih tercintanya itu.
"Hajar!" panggil Chandra lembut.Hajar mendongak ke wajah Chandra, kenapa suaminya itu memanggilnya?.
"Mama ingin ketemu sama kamu" ucap Chandra bernada ragu. Tadi sebelum menjemput Hajar ke kampus, Chandra mengunjungi Ibunya, ingin memastikan keadaan Ibunya baik baik saja.
Meski Chandra masih ragu dengan Ibunya, tapi biar bagaimana pun Nyonya Belinda tetap Ibunya, wanita yang melahirkannya. Chandra tetap menyayangi wanita itu.
"Untuk apa?" wajah Hajar berubah muram.
Chandra menarik napasnya, Hajar masih anak anak, sifat egois dan emosinya masih tinggi. Ia harus sabar menghadapi istri kecilnya itu.
"Ingin memperbaiki hubungan kalian. Mama ingin minta maaf sama kamu" jawab Chandra meneduhkan pandangannya ke arah Hajar.
Hajar dan Nyonya Belinda, dua wanita yang dia sayangi, sama sama berarti dalam hidupnya. Jika selamanya kedua wanita itu tidak akur, kebahagiaan Chandra tidak akan sempurna.
"Kenapa Nyonya besar ingin meminta maaf. Emang dia salah apa?." Hajar menjauhkan tubuhnya dari Chandra tak suka dengan bembicaraan mereka. Hajar mendudukkan tubuhnya turun dari tempat tidur untuk memungut pakaiannya yang berserak.
Chandra diam tidak bisa menjawab. Emang Ibunya salah apa pada Hajar?. Dan bukankah yang salah itu selama ini orang tua Hajar?. Kenapa Nyonya Belinda yang menjadi minta maaf?.
"Bolehkan Mama berkunjung kesini?" tanya Chandra lagi.
"Aku bukan menantunya lagi, dan aku juga sudah mengembalikan uangnya. Untuk apa dia ke sini?."
Chandra menghela napasnya lagi, jika kemarin Ibunya yang keras kepala, sekarang hati Hajar yang mengeras. Sepertinya sudah menjadi hukum alam, mertua dan menantu itu tidak pernah akur.
"Hajar, dia itu Ibuku" Chandra tak suka mendengar apa yang dikatakan Hajar. Dan juga rumah itu di beli dengan uangnya, kenapa Hajar seperti berkuasa sendiri?.
__ADS_1
"Aku gak bilang kalau Nyonya besar Ibuku, Om" balas Hajar.
Lagi lagi Chandra menghela napasnya menahan emosi supaya tidak sampai memarahi Hajar. Apa lagi Hajar sedang hamil. Chandra lebih memilih mengalah.
"Sini sayang" panggil Chandra supaya Hajar kembali ke tempat tidur. Hajar pun menurut kembali ke dalam dekapan Chandra. Chandra mengusap usap kepala Hajar sampai terlelap dan tidak lagi membahas Ibunya.
.
.
Pulang kuliah, Hajar tidak langsung pulang kr rumah. Hajar kesal dengan Chandra yang menyuruhnya berbaikan dengan Nyonya Belinda yang sudah memenjarakannya dengan keluarganya. Hajar pun memilih jalan jalan menghabiskan waktu bersama teman temannya di sebuah cafe. Ada Yona, Katrin, Luna, Boy, Dhikra teman barunya. Sedangkan Naomi tidak bisa ikut karna membantu sang Papa bekerja, lebih tepatnya Naomi belajar mengurus perusahaan.
"Kalian boleh pesan apa saja" ucap hajar, dia yang akan membayar semua makanan teman temannya itu.
"Sombong!" cibir Yona.
"Serius?" tanya Dhikra senang, kalau gratis dia akan memesan banyak, dan kalau boleh akan membawa pulang juga.
"Serius dong" balas Hajar, sekarang Dhikra tidak lagi memakai farpumnya yang meraroma menyengat, sebagai syarat untuk berteman dengan Hajar.
"Okeh" Dhikra segara memanggil salah satu pelayan cafee itu. Mereka semua pun memesan makanan masing masing.
Sampai di dalam cafe, Chandra langsung masuk mengikuti petunjuk yang di beritahu Oman, anak buahnya yang bertugas menjaga Hajar kemana pun pergi.
"Sayang" Chandra memeluk Hajar yang duduk di bangku dari belakang, dan langsung mengecup bibir istrinya itu dari samping, membuat Dhikra yang di sebelahnya terpaksa harus menjauhkan tubuhnya.
"Om kenapa datang kesini?" cetus Hajar, dia ingin bersenang senang dengan anak muda seusianya, malah orang tua yang satu itu datang mengganggu.
"Gak boleh?" tanya Chandra tak suka.
"Ini acara anak muda" jawab Hajar membuat Chandra tambah kesal.
Namun Chandra tak peduli, ia pun mendorong tubuh Dhikra sampai terjatuh dari kursi, lalu mendudukkan tubuhnya di kursi yang di duduki Dhikra tadi. Sehingga terdengar gelak tawa di meja itu.
"Dasar Om om" maki Dhikra berdiri dari lantai sambil mengusap usap bokoknya.
"Ada masalah?" tanya Chandra menatap tajam pada Dhikra.
__ADS_1
"Gak!, Om ganteng" pujinya terpaksa melihat tatapan mematikan Chandra.
Chandra mendengus lalu menatap tajam cowok yang pernah membawa lari istrinya itu. Setelah sempat di sanra, ternyata cowok itu masih tidak takut untuk dekat dengan Hajar.
"Ada apa Om?" tanya Boy tidak takut sama sekali.
"Apa kau masih ingin di kurung di gudang?" tanya balik Chandra.
"Makanya, punya Mama, kok sok jadi mafia, udah baukl tanah lagi" cibir Boy.
Hajar menekuk bibirnya ke atas, lalu manggut manggut menyetujui apa yang di katakan Boy.
"Sayang, kau memihak bocah itu" rengek Chandra bernada manja, tangannya pun terulur mengelus perut Hajar.
"Makanya jangan kawin sama bocah" sindir Dhikra yang sudah duduk di bangku lain.
"Diam kau!" galak Chandra.
Dhikra langsug menutup mulutnya, tapi tetap berbicara." sudah tua, galak pula."
"Udah deh Om, jangan kaya bocil gitu. Nah itu makanan kita udah datang. Ayo kita makan" ucao Hajar melihat pelayan datang ke arah meja mereka.
Setelah makanan di letakkan pelayan di atas meja. Para anak muda itu langsung menyantap makanan pesanan masing masing. Yang membuat Chandra geram, melihat banyaknya makanan di atas meja, tak satu pun makanan untuknya.
"Sayang, untukku mana?" rajuk Chandra, masa iya istri gak mesan makanan untuknya.
Hajar tidak menjawab, ia pun menyuapkan makanan di piringnya ke mulut Chandra. Dan jadilah sepanjang makan, laki laki tua itu di suapi, sampai semua makanan pesanan Hajar habis.
Tiba waktunya pembayaran.
"Om yang bayar semua ya" ucap Hajar tanpa dosa. Tadi ia hanya menyuapi Chandra makanannya sesekali. sekarang malah Hajar menyuruh Chandra membayar semua makanan mereka.
"Tapi kamu juga harus ganti rugi uangku" Hajar berdiri dari tempat duduknya dan langsung mengangkat tubuh Hajar membawanya masuk ke dalam mobilnya.
"Om!" pekik Hajar setelah mereka berdua masuk ke dalam mobil.
Setelah pulang ke rumah, Hajar masuk ke dalam kamar dengan perasaan kesal dan marah. Dia masih ingin menghabiskan waktu bersama teman temannya, malah Chandra membawanya pulang.
__ADS_1
*Bersambung.