
Chandra meletakkan tubuh Hajar di atas kasur dengan cara melemparnya. Chandra tau Hajar pura pura sakit dan pingsan. Bukankah mereka baru selesai bercinta?, dan Hajar baik baik saja. Tidak mungkin 'kan tiba tiba sakit?.
"Aw!" kaget Hajar saat tubuhnya terlempar ke atas kasur dengan kasar.
"Chandra" tegur Nyonya Belinda langsung mendekati Hajar.
"Ma" panggil Hajar kepada mertuanya, namun matanya menatap tajam ke wajah Chandra. Sehingga membuat Nyonya Belinda ikut menatap Chandra yang berdiri di samping kasur.
"Om Chandra jahat" Hajar menekuk bibirnya ke bawah." Dia melarangku tidur pakai baju setiap hari setiap malam. Makanya Hajar masuk angin Ma" adunya.
Nyonya Belinda menjadi tersenyum, sedangkan Chandra berdecih menarik sebelah sudut bibir ke samping. Kira kira drama apa yang akan di perankan oleh menantu bayaran Ibunya itu.
"Ma..Hajar lapar, tapi gak selera makan" Hajar meneduhkan pandangannya kepada Nyonya Belinda.
Nyonya Belinda menjadi kasihan melihat wajah Hajar." Mama buatin bubur mau?" tanyanya.
Bubur? Oek!, itu semakin gak enak!" batin Hajar.
Hajar menggeleng gelengkan kepalanya, kemudian mengalihkan pandangannya ke wajah Chandra."Ma! Hajar pengen makan mie instan. Tapi Om Chandra tadi gak bolehin."
"Makan mie itu gak bagus sayang. Kan! Mama tadi sudah bilang, kamu harus banyak makan sayuran, terutama toge, supaya kamu cepat hamil" jelas Nyonya Belinda, mengusap lembut kepala Hajar.
Oh! jadi gara gara sayuran di atas meja, membuat Hajar berpura pura sakit?. Sampai segitunya Mama menginginkan cucu" batin Chandra.
Oek!
Hajar langsung membekap mulutnya yang ingin muntah di buat buat.
"Lapar Ma" rengek Hajar manja, menatap wajah Chandra yang menatapnya, supaya Chandra menolongnya, terhindar dari makan sayur dan minum susu.
"Kamu pengen makan apa sayang?" tanya Nyonya Belinda.
Chandra mengeluarkan HPnya dari saku celananya. dia akan memesankan makanan untuk Hajar.
"Aku sudah memesan makanan untukmu" Chandra melangkahkan kaki keluar dari kamar itu. Mumpung menunggu makanan yang di pesan, Chandra memilih masuk ke ruang kerjanya yang berada tepat di samping kamarnya. Setelah berada di ruang kerjanya, Chandra mengeluarkan lagi HPnya dari saku celananya, dan langsung melakukan panggilan telepon kepada seseorang.
"Halo Marco!"
"Ada apa?" tanya Marco dari sebrang telepon.
"Bagaimana?"
Marco menghela napasnya mendengarkan pertanyaan singkat mengandung makna itu.
"Kenapa lagi harus mencarinya, bukankah kau sudah memiliki istri?."
Chandra berdecak kesal, dia butuh jawaban dari pertanyaannya. Malah Marco balik bertanya kepadanya.
"Sudah kukatakan! ada hal yang harus kami selesaikan."
"Anak buahku tidak menemukan apapun sampai saat ini" balas Marco." Kenapa tidak kau sendiri yang mencarinya?. Kau pasti lebih tau kemana pergi kekasihmu itu" tambahnya.
Tanpa mengatakan apa apa lagi, Chandra mematikan sambungan teleponnya sepihak. Membuat pria di sebrang sana mengeram kesal.
"Chandra!" geram Marco dengan rahang mengeras.
Chandra yang sudah duduk di kursinya, membuka salah satu laci meja kerjanya, dan mengeluarkan sebuah bingkai photo dari dalam. Chandra mengusap wajah photo di dalam bingkai itu.
"Carolinen maafkan aku" Chandra memandangi photo gadis berusia 19 Tahun itu dengan pandangan kosong, menerawang ke masa lalu.
.
.
__ADS_1
Kilas balik
"Chandra kamu membawa aku kemana?."
"Lihat aja nanti" Chandra melajukan kenderaannya ke arah sebuah perkebunan.
"Wah! ini indah sekali" wajah gadis di sampingnya sumiringah melihat hijaunya hamparan sayur mayur yang mereka lewati.
"Dari mana kamu tau tempat ini?" tanya gadis itu.
"Kebun ini punya Kakek, dia sangat hoby berkebun. Di sana juga nanti ada kolam ikan. Kita bisa memancingnya" jawab Chandra.
"Oh ya?"
"Hm..!"
Tak lama kemudian Chandra menghentikan kenderaannya di depan gubuk yang berada di perkebunan itu. Kedua anak remaja beranjak dewasa itu pun langsung turun dari dalam mobil.
"Ini bangunan yang sangat unik" ucap gadis itu memegang tiang gubuk yang berbahan kayu.
Cekrek! cekrek!
Tanpa permisi, Chandra mengambil photo kekasihnya itu dengan kamera di tangannya.
"Ish! kau itu" gadis itu berpura pura kesal karna Chandra sudah mencuri photonya.
"Ayo masuk" Chandra menarik lengan gadisnya itu, membawanya masuk ke dalam gubuk. Setelah menutup pintunya, Chandra pun menguncinya.
"Kenapa di kunci?"menatap tajam wajah Chandra.
Chandra tersenyum manis." Ayolah Caroline, jangan takut begitu, kita sudah lama berpacaran." Chandra mengulurkan satu tangannya, merapikan rambut Caroline yang berantakan di wajahnya.
"Hari ini hari jadian kita yang kelima Tahun. Apa kamu tak ingin merayakannya? Hm..!." Chandra mengecup singkat bibir Caroline, memandang Caroline dengan wajah mendamba.
Caroline menggigit bibir bawahnya, dan menundukkan wajahnya.
"Caroline" panggil Chandra lembut, kemudian mengecup bibir gadis itu.
"Ta..tap.."
Carolin tidak bisa melanjutkan bicaranya, karna Chandra sudah membungkamnya dengan ciuman. Tanpa melepas ciumannya, Chandra menuntun Caroline berjalan mundur ke arah tempat tidur yang berada di ruangan itu, menjatuhkan pelan tubuh Caroline di atasnya dan langsung menindihnya, hingga keduanya terbuai tak sadarkan diri.
Namun seketika, Chandra berhenti di tengah tengah permainannya, dan memandang wajah Caroline dengan intens.
"Caroline" panggil Chandra.
Caroline tidak menjawab, ia hanya bisa menunduk dan memperbaiki pakaiannya yang turun sampai ke pinggangnya.
"Aku pikir kamu masih suci. Siapa yang melakukannya Caroline?."
Carolin menggigit bibirnya, tidak berani menatap Chandra sama sekali.
"Selama ini kamu selingkuh Caroline?" Chandramenggeleng gelengkan kepalanya tidak percaya.
Caroline hanya diam menunduk.
"Jawab ak Caroline?" Chandra berbicara menekan setiap katanya, dan berusaha menahan amarahnya, kecewa dengan kekasihnya itu.
"Jawab aku Caroline!!!, kamu selingkuh dengan siapa!!?. Siapa yang mengambil kesucianmu!!?. Aku tidak pernah melakukan itu selama ini 'kan Caroline!!!" marah Chandra bernada tinggi. Membuat Caroline terlonjak kaget, dan menatap wajah Chandra berlinang air mata.
"Jawab Caroline?, kenapa kamu menghianatiku?" suara Chandra melemah. Sungguh sangat di sayangkan, hubungan mereka yang sudah lima Tahun berpacaran, berakhir penghianatan. Dan yang paling membuat Chandra tidak percaya, Caroline sudah menyerahkan kesuciannya kepada pria lain.
"Kenapa Caroline?, kenapa kamu selingkuh diam diam?. Kenapa tidak jujur jika kau tak mencintaiku atau kau bosan?."
__ADS_1
"Jawab Caroline !!!? Kenapa!!!?."
Chandra murka, karna terlalu sakit hati.
"Atau jangan jangan kau adalah wanita bayaran?. kau adalah pelac*r!!!." tuduh Chandra.
Caroline menggeleng gelengkan kepalanya. Namun ia tidak bisa menjelaskan semuanya.
"Baiklah! nikmatilah pelac*r!" Chandra pun memperlakukan Caroline dengan kasar di atas tempat tidur berukuran single itu, melampiaskan kekecewaannya. Membuat Caroline berteriak teriak kesakitan dan sekaligus nikmat.
.
.
Tiga hari kemudian, Chandra tidak pernah melihat Caroline lagi datang ke kampus. Dan semenjak hari itu, menjadi hari putusnya hubungan mereka.
Sehingga pada bulan berikutnya. Chandra melajukan kenderaannya ke arah kediaman Caroline dengan kecepatan tinggi.Setelah mendengar berita, Caroline mendapatkan pelecehan s*ksual dari suami tantenya. Orang yang membesarkan Caroline selama ini. Dan Caroline dinyatakan Hamil melalui berita yang beredar di kampus.
Setelah memarkirkan mobilnya sembarangan di piggir jalan. Chandra bergegas turun, berlari ke arah gerbang rumah yang di tempati Caroline selama ini. Namun rumah itu nampak sunyi, tak berpenghuni.
"Caroline" gumam Chandra penuh penyesalan.
Chandra menelan salivanya bersusah payah. Bagaimana jika bayi yang di kandung Caroline adalah bayinya?. Chandra mengusap wajahnya kasar, lalu menyugar rambutnya.
Seharusnya aku tidak marah marah waktu itu. Seharusnya aku menanyakannya baik baik.Batin Chandra.
"Aaakh...!!!" Chandra berteriak, marah kepada dirinya sendiri, karna sudah meyakiti hati Caroline.
"Kenapa kamu tidak memberitahuku Caroline?. Aku pasti akan membantumu, menjagamu Caroline." Chandra menjatuhkan tubuhnya di trotoar jalan.
"Masalah sebesar itu.." Chandra menangis, membayangkan betapa menderitanya Caroline selama ini. Yang ternyata mendapatkan perlakuan tidak baik di rumah tantenya.
"Aku berjanji Caroline, aku akan menjadi ayah bayi itu. Aku yang akan bertanggung jawab terhadapmu Caroline."
Kilas balik selesai
.
.
Tok tok tok !
"Om!"
Chandra mengerjabkan matanya, tersadar dari lamunannya. Kemudian Chandra mengalihkan pandangannya ke arah pintu.
"Masuk"
Pintu itu langsung terbuka dari luar, terlihat seorang gadis imut dan cantik tersenyum ke arahnya.
"Makan Om" ucap Hajar berjalan ke arah Chandra.
"Apa pesanannya sudah datang?" tanya Chandra menatap wajah Hajar yang sudah duduk di pangkuannya.
Hajar menganggukkan kepalanya sembari menggigit bibir bawahnya.
"Jangan menggodaku sekarang, jika kau tak ingin tidur dalam kelaparan" ancam Chandra.
"Gendong" manja Hajar, melingkarkan kedua tangannya ke leher Chandra.
"Hm...baiklah" Chandra berdiri dari kursinya, melangkahkan kakinya keluar dari ruang kerjanya, dengan membiarkan Hajar bergelantung di tubuhnya.
*Bersambung
__ADS_1