
Selesai menemui rekan kerjanya, Chandra lagsung kembali ke kamar hotel. Saat Chandra membuka pintu, di lihatnya Hajar sudah tertidur pulas di atas ranjang. Chandra melangkahkan kakinya ke arah kamar mandi untuk membersihkan diri sebelum tidur.
Keluar dari kamar mandi, Chandra langsung membaringkan tubuhnya di samping Hajar. Menarik Hajar ke dalam pelukannya.
"Om sudah pulang?" gumam Hajar terbangun saat tangan kekar Chandra melingkar di perutnya.
"Hm...tidurlah." Chandra memejamkan matanya. Namun tidak bisa tidur, karna memikirkan Amel yang sedang mengandung seorang anak yang tidak pasti siapa Ayah dari bayi itu.
.
.
Pagi hari, kini Chandra dan Hajar sudah berada di sebuah dermaga. Mereka akan menyebrang ke sebuah pulau kecil. Dimana di sana terdapat resort yang terbuat dari kayu beratapkan rumbia berbaris di pinggir pantai sebagai tempat menginap para pengunjung.
Pulau itu sangat sunyi, karna tidak sembarangan orang bisa masuk ke sana. Dan pengunjung ke pulau itu pun di batasi perharinya.Yang pasti hanya orang orang berduit yang bisa masuk ke pualu tersebut.
Sampai di pulau Nikoi, Hajar langsung berlari ke pinggir pantai.Hajar sangat senang melihat pemandangan laut yang begitu indah. Selain hamparan pasirnya berwarna putih, air lautnya terlihat besih dan sangat luas.
"Ini sangat indah Om!" seru Hajar memutar tubuhnya ke arah Chandra yang berdiri di depan resort tempat mereka akan menginap.
Chandra melangkahkan kakinya ke arah Hajar dan langsung memeluk.
"Apa kau ingin kita bermain air?" Chandra menjatuhkan dagunya di bahu Hajar.
"Menarik"
Chandra langsung mengangkat tubuh Hajar, membawanya berjalan masuk ke air laut, menenggelamkan tubuh meraka.
Bryan yang melihat itu menatap kesal, karna lagi lagi ia harus melihat keromantisan Hajar dan Chandra.
Sepertinya aku harus mencari pacar baru, batinnya.
Bryan pun menarik dua koper di tangannya masuk ke dalam resort tempat Chandra dan Hajar akan menginap.
"Uhuk uhuk uhuk Om kau terlalu lama mengajakku menyelam." Hajar sampai terbatuk batuk karna Chandra terlalu lama menenggelamkannya di dalam air, sehingga air laut masuk ke dalam hidungnya.
Chandra tertawa kecil, kemudian mencium dalam bibir Hajar."Kau selalu saja kalah" ucapnya setelah melepas ciumannya.
Hajar cemberut, tentu dia kalah, pria di depannya itu sudah sangat berpengalaman.
Cup
Satu kecupan pun mendarat lagi di bibir Hajar yang mengerucut.
__ADS_1
"Ayo kita berlomba berenang, jika kau menang. Om akan memberikan benih Om dengan cuma cuma" tawar Chandra tersenyum.
"Serius Om?"
"Hm" Chandra melepas pelukannya dari tubuh Hahar. Supaya Hajar bisa berenang untuk mengejarnya.
"Jika kau kalah, kau tidak akan mendapatkannya" ujar Chandra lagi.
Dengan gerakan cepat, Hajar sudah terlebih dahulu berenang, tanpa adanya aba aba di mulainya perlombaan.
'Bukankah aku sudah memberinya 20% saham?. Apa itu masih kurang ? sampai dia sangat bersemangat untuk mengandung anakku.' Chandra membatin sambil memperhatikan Hajar yang semakin menjauh.
Kemudian Chandra pun menenggelamkan tubuhnya ke dalam air, menyelam untuk mengejar Hajar.
Hajar berhenti berenang karna merasa lelah." Om Chandra dimana?." Hajar bergumam saat memutar tubuhnya ke belakang, tidak melihat Chandra.
"Aaa !!!" Hajar memekik karna tiba tiba ada yang menarik kakinya, membuatnya tenggelam ke dalam air.
Hajar membuka matanya di dalam air, ternyata yang menarik kakinya adalah Chandra.
Chandra langsung menyambar bibir Hajar di dalam air. Membuat gadis itu meronta ronta memukul mukul dadanya.
"Om mau membunuhku !!!" sentak Hajar marah setelah Chandra membawanya ke permuakaan air. Karna Chandra hampir saja membuatnya gagal napas.
"Maaf" ucap Chandra melihat wajah Hajar pucat dan bernapas ngosngosan.
"Om minta maaf"Chandra menarik Hajar ke dalam pelukannya. Berpikir kalau Ibu yang di maksud Hajar itu Ibu Misra mertuanya.
Melihat Hajar terus menangis, Chandra pun menggendongnya, membawanya ke dalam resort tempat mereka akan menginap.Sampai di dalam reseort, Chandra langsung membawa Hajar membersihkan diri ke kamar mandi.
"Om, boleh teman temanku menyusul ke sini?" tanya Hajar saat akan menyuapkan daging kepiting ke dalam mulutnya.
Chandra yang di tanya menautkan alisnya ke arah Hajar. Kenapa istrinya itu mengajak teman temannya, bukankah mereka sedang berbulan madu?, untuk bisa menghabiskan waktu hanya berdua saja.
"Ti-dak"
Enak saja istrinya itu mau bermain dengan teman temannya. Lalu bagaimana dengan dirinya yang sudah mengorbankan waktu dan uang?.
Hajar mengerucutkan bibirnya." Mereka sudah di perjalanan."
"Mereka tidak bisa masuk sembarangan ke pulau ini" Chandra menyuapkan udang manis pedas ke mulut Hajar.
"Kenapa?" Hajar mengerutkan keningnya.
__ADS_1
"Karna aku.. sudah memboking pulau ini selama dua minggu, hanya untuk kita berdua" jawab Chandra mengunyah santai makanan di mulutnya.
Hajar membolakan matanya. Satu pulau hanya untuk berdua!.
Hajar berpikir, berapa banyak uang yang di habiskan suaminya itu untuk menyewa satu pulau?.
"Lalu bagaimana dengan Bryan?. Berarti di sini kita bertiga."
"Jangan menyebut nama laki laki lain di depanku, terutama Bryan"
Hajar mengembangkan senyumnya, lalu mencolek dagu Chandra untuk menggodanya." Om cemburu ya?."
"Buat apa?. Bryan tidak bisa memenuhi keinginanmu"Chandra menatap Hajar tak suka.
"Ck! tapi wajahnya lebih tampan dan lebih muda"balas Hajar semakin ingin menggoda suaminya itu.
Hajar tau, Chandra cemburu bukan karna cinta. Melainkan Chandra tidak terima jika ada laki laki lain yang menandinginya. Chandra harus lebih unggul, apa lagi dibandingkan dengan asistennya itu.
"Tapi uangku lebih banyak." Chandra tidak mau kalah untuk menunjukkan kelebihannya.
"Aku tau itu, makanya aku lebih memilih Om dari pada Bryan." Hajar menaik turunkan alisnya ke arah Chandra.Hingga jari Chandra mendarat di keningnya.
"Apa di otakmu ini isinya hanya uang?." Chandra berbicara dengan merapatkat gigi giginya, gemas.
"Cewek itu memang harus matre. Munafik cewek yang katanya tidak butuh laki laki kaya. Buktinya banyak rumah tangga yang hancur, karna suaminya tak mampu memenuhi kebutuhan istrinya. Dan jaman sekarang, buktinya banyak wanita yang mau menjadi istri kedua ketiga dan ke empat, yang penting kebutuhan terpenuhi. Bahkan banyak wanita yang rela hanya menjadi istri sirih simpanan dan bahkan menjadi wanita bayaran demi mendapatkan uang" cerocos Hajar.
"Termasuk wanita yang di temui Om di kamar hotel sebelah." Hajar mengarahkan pandangannya ke wajah Chandra.
Chandra terdiam dan membalas tatapan Hajar. Chandra berpikir kalau tadi malam Hajar keluar kamar setelah dirinya keluar.
"Aku memang tidak melihat siapa yang Om temui di kamar itu. Tapi aku yakin itu perempuan. Jika Om menemui teman Om laki laki. Om tidak akan menemuinya di kamar. Om bukan buah buahan 'kan?" ucap Hajar lagi.
"Ya aku menemui perempuan di kamar itu. Kenapa?, apa kamu cemburu?" tanya balik Chandra.
Hajar mencebikkan bibirnya." buat apa aku cemburu?. Aku tidak mencintai Om."
"Bagus kalau kamu tidak cemburu, jadi tidak perlu ada drama dramatis di pernikahan kita. Sekarang wanita itu sedang mengandung anakku." Chandra sengaja mengatakan itu untuk melihat reaksi Hajar. Dan juga sepertinya Chandra tidak perlu menutupinya kalau dia memiliki wanita lain.
Prank !!!
Hajar langsung meninggalkan tempat duduknya setelah sempat membuang gelas di tangannya ke lantai. Hajar marah mendengar pengakuan Chandra akan memiliki anak dari wanita lain.
Semua laki laki di Dunia ini sama saja, semuanya brengs*k. Hajar membatin sambil menatap nanar lautan di depannya.
__ADS_1
Setelah apa yang dialami Ibunya, Hajar berjanji tidak akan memberikan hatinya kepada pria mana pun. Dia hanya akan menguras harta kekayaan pria tersebut, lalu meninggalkannya.
*Bersambung