Mengejar Cinta Fatimah

Mengejar Cinta Fatimah
Kemarahan Arsyad


__ADS_3

Bab 15


Fatimah merasakan sebuah tangan kekar menahan tubuhnya, saat dia melihat ke arah tangan yang sedang memeluknya, seketika itu juga membuatnya diam mematung.


"M-mas Afif!" Fatimah menatap sepasang mata yang selama ini menggetarkan hatinya.


"Aku tidak akan membiarkan kamu terjatuh, apa lagi merasakan sakit" Afif berkata dengan tatapan hangat. Netra mereka saling menatap dan mereka pun saling melempar senyum.


"Begini kelakuan anak dari seorang Kiai besar di pesantren ternama!" haji Abdullah berkata, dengan tatapan jijik.


Perkataan haji Abdullah, menyadarkan Afif dan Fatimah. Mereka pun langsung tersadar, tampak Arsyad menatap ke arah mereka dengan mata nyalang penuh amarah.


"Sudahlah Arsyad, wanita ini tidak baik untukmu! kamu lihat, dia membiarkan tubuhnya di sentuh oleh pria yang bukan mahramnya, bahkan, lelaki yang belum lama di kenalnya!" Umi Nara berkata dengan tatapan penuh hinaan ke arah Afif dan Fatimah.


"Jaga ucapan kalian! Fatimah adalah wanita suci dan mulia yang selalu menjaga kehormatannya!" bentak Afif, menatap penuh amarah.


"Kurang ajar!" Arsyad menarik kasar tubuh


Afif, dan langsung melayangkan bogem mentah ke wajah Afif.


Seketika Fatimah langsung menjerit, Afif tidak melawan saat Arsyad memukulinya secara membabi buta. Saat Fatimah ingin menghampiri Afif, tangannya di tahan oleh Arman yang baru saja tiba, sedangkan Ilham langsung mencoba menahan Arsyad untuk tidak memukuli Afif.


"Mas Afif!" teriak Fatimah melepaskan tangannya dari Arman. Dia segera menghampiri tubuh Afif yang sudah roboh ke lantai sambil menangis.


"Mas Afif, bangun mas!" Fatimah berkata dengan surau parau, meletakkan kepala Afif di pahanya.


"Fatimah, bangun! Dia bukan mahrammu" bentak Arman.


"Fatimah, biar Abang yang membantu Afif" ucap Ilham lembut, langsung mengangkat tubuh Afif dari paha Fatimah.


"Kita harus membawanya ke rumah sakit Bang!" Ucap Fatimah di sela-sela isakan tangisnya. Di jawab anggukan oleh Ilham.


Arsyad terpaku menatap Fatimah, dia tidak menyangka jika Fatimah sangat mengkhawatirkan lelaki yang menurutnya tidak pantas di bandingkan dirinya.


"Aku tidak apa-apa Fatimah! hanya luka biasa" ucap Afif sambil tersenyum dan menatap lekat wajah Fatimah.


"T-tapi ...." Fatimah terlihat gugup sekaligus cemas.

__ADS_1


"Terimakasih sudah mengkhawatirkan aku" Afif kembali menatap lekat wajah Fatimah. Semakin dia menatap Fatimah, getaran hebat di hatinya semakin terasa, jantungnya berdetak sangat kencang.


"Kalau begitu, sebaiknya kita pulang Fatimah! Tidak baik jika wanita dan lelaki yang belum menikah terlihat begitu dekat" ucap Ilham. Jauh di lubuk hatinya, dia juga sangat menyayangkan dengan pilihan adik bungsunya itu, dan dia tidak ingin jika kejadian yang menimpa Salma akan menimpa Fatimah juga.


Tampak wajah Arsyad yang semakin memerah, rahang wajah yang mengeras, sorot mata yang tajam penuh amarah dengan telapak tangan yang mengepal kuat, menatap Afif dan Fatimah .


"Lihatlah, Fatimah! Aku akan membuatmu menyesal karena sudah memilih lelaki berandalan itu!" geram Arsyad.


"Tunggu Ilham!" seru haji Abdullah, membuat langkah mereka terhenti.


"Kamu dan Abimu pasti mengerti dengan arti pengkhianatan!" ucap haji Abdullah, membuat Ilham dan Fatimah menelan kasar saliva mereka.


"Atas nama keluarga besar, saya meminta maaf pak haji Abdullah, tanpa mengurangi rasa hormat kami pamit, Assalamualaikum" ucap Ilham langsung menggandeng Fatimah, tampak jelas ke khawatiran di wajahnya.


Haji Abdullah, Umi Nara dan Arsyad menatap kepergian mereka dengan sorot mata penuh amarah. Tampak Afif mengendarai motor gedenya. Sedangkan Fatimah, di bonceng Ilham mengendarai motornya sendiri yang di bawa Fatimah.


Mereka pun pergi meninggalkan rumah haji Abdullah. Setelah kepergian mereka, Arman langsung mendekati haji Abdullah.


"Arman, kamu bilang jika semua akan baik-baik saja, dan Fatimah pasti menerima lamaran Arsyad!" bentak haji Abdullah, sambil mencengkram kerah baju Arman.


"Kami tidak mau tahu! jika Arsyad tidak jadi menikah dengan Fatimah, kamu akan tahu akibatnya!" ancam haji Abdullah, sambil melepas kasar cengkeramnya, membuat tubuh Arman terjatuh di lantai.


"Cepatlah, pergi dari sini Arman dan lakukan sesuatu untuk masa depanmu" ucap Arsyad sambil berjongkok, mensejajarkan tubuhnya dengan Arman dan menepuk pundak Arman.


"Berikan aku kesempatan" iba Arman, dengan wajah memelas.


"Kesempatan terakhir!" jawab Arsyad, sambil tersenyum sinis dan kembali berdiri.


Arsyad segera melangkah masuk ke dalam rumah, di ikuti oleh haji Abdullah dan Umi Nara, meninggalkan Arman yang masih terduduk di lantai.


"Si*lan! semua gara-gara lelaki berandalan itu!" ucap Arman, segera bangkit dari duduknya. Dia langsung tancap gas meninggalkan rumah haji Abdullah.


**************


Arman memarkirkan motor tepat di sebuah butik yang begitu besar dan mewah, dia menelan kasar salivanya, sebelum kakinya melangkah masuk ke dalam.


Setelah memberitahu maksud dan tujuannya, seorang wanita cantik mengantarkannya ke lantai dua tepat di mana ruangan sang pemilik butik berada. Wanita cantik itu mengetuk pintu, setelah mendapatkan izin, dia pun mempersilahkan Arman masuk.

__ADS_1


Arman menatap kagum ruangan yang besar dan mewah, serta aroma yang sangat segar dan wangi. Namun, Arman tiba-tiba terkejut karena di sampingnya sudah berdiri seorang wanita yang sangat cantik dan seksi, dengan penampilan yang sangat menggoda.


Arman merasakan keringat dingin membasahi tubuhnya. Seumur hidup dia baru melihat wanita yang mengumbar aurat tepat berada di dekatnya, bahkan nyaris tidak ada jarak.


"Bagaimana penawaranku, Arman?" Tanya wanita itu dengan suara menggoda tepat berada di telinga Arman.


"M-maaf Nyonya, tujuan kita bertemu untuk membicarakan tentang Fatimah dan rencana pernikahan Arsyad." Jawab Arman dengan wajah tegang, membuat wanita seksi itu menjadi gemas.


"Kita akan membicarakan ini nanti, ayolah kita bersenang-senang dulu" ucap wanita itu lagi, sambil meniup telinga Arman.


Wanita seksi itu mengusap dada Arman yang masih terbungkus pakaian. Arman berkali-kali menelan salivanya, menetralkan detak jantungnya yang tiba-tiba sangat cepat.


"M-maaf Nyonya, tolong jangan seperti ini." Ucap Arman melepaskan tangan wanita seksi itu dari dadanya. Membuat wanita seksi itu tertawa kecil.


"Selama ini, tidak ada satu lelaki pun yang mampu menolak pesonaku" tampak senyum smirk di bibir seksinya.


"Aku ingin, jika kerja sama di antara kita ini bukan hanya ambisi semata, aku ingin kita bisa bekerja sama di atas ranjang juga." Ucap wanita seksi itu lagi, membuat Arman terperangah.


Arman memang menginginkan Fatimah menikah dengan Arsyad, karena selain untuk mengejar ambisinya, keluarga Arsyad memegang besar rahasia hidupnya. Namun, dia tidak pernah berpikir jika wanita di hadapannya ini mengajaknya untuk berzina.


"Bagaimana Arman? Penawaran tidak datang untuk kedua kali" Wanita itu berkata sambil mengalungkan tangannya di leher Arman, dan merapatkan tubuhnya di tubuh Arman.


**************


Ada apa dengan Salms?


Kenapa Arman ingin sekali Arsyad menikah dengan Fatimah?


Ada rahasia besar apa antara Arman dan keluarga Arsyad?


Siapakah wanita seksi yang di temui Arman di butik mewah?


Ikuti terus setiap babnya, banyak rahasia terduga menghiasai cerita di novel ini🤗.


Alhamdulilah bisa up, mohon maaf bab ini menceritakan tentang Arman dulu ya, karena semua berkaitan dengan cerita cinta Afif dan Fatimah🥰🙏


__ADS_1


__ADS_2