Mengejar Cinta Fatimah

Mengejar Cinta Fatimah
Ada hati yang harus aku jaga


__ADS_3

Bab 48


Fatimah terdiam, dia tidak tahu harus menjawab apa. Alex dan Grace saling tatap. Mereka bahagia, melihat Mark yang sudah menemukan wanita yang tepat. Namun, di sisi lain mereka merasa sedih, kenapa harus Fatimah, wanita yang di inginkan Mark.


"Apa boleh aku bertanya?" Fatimah bertanya, dengan terpaksa menatap wajah Mark. Dia ingin mencari ketulusan di mata Mark.


"Aku akan selalu menjawab apa pun pertanyaan yang kamu berikan untukku," ucap Mark sambil tersenyum. Tampak binar kebahagiaan di wajahnya, karena Fatimah mau berbicara dengannya, bahkan, menatapnya dengan jarak yang dekat.


"Apa alasan dan tujuanmu, sehingga ingin mengenalku lebih jauh?" Tanya Fatimah, masih terus menatap wajah Mark.


Mark tersenyum mendengar pertanyaan Fatimah. "Kamu adalah wanita spesial. Wanita pertama yang mampu menggetarkan hatiku." jawab Mark, yang tidak lepas sama sekali pandangannya dari wajah Fatimah.


"Aku ingin kita menjalin hubungan serius dan berkomitmen." Mark berkata dengan suara lantang, menandakan keseriusannya.


"Maaf, tuan Mark, apa ini artinya anda meminta aku untuk menjadi istri anda?" Tanya Fatimah dengan wajah penuh ketegasan.


"Betul sekali Elza," tegas Mark yang tiba-tiba berlutut di hadapan Fatimah, membuat mereka semua tersentak.


"Elza, menikahlah denganku! Jadilah teman dalam hidupku!" pinta Mark dengan wajah penuh kesungguhan dan ketulusan.


Fatimah terdiam, pernyataan Mark membuat dia menyadari jika dia sangat mencintai Afif.


"Maaf tuan Mark, aku tidak bisa menjadi istrimu, karena ...." Fatimah tidak meneruskan perkataannya. Hatinya terasa sangat sesak saat mengingat sosok Afif.


"Maaf, Tuan Mark. Aku tidak bisa menjadi istrimu karena ada satu hati yang sedan aku jaga," ucap Fatimah sambil menahan gejolak di hatinya.


Mark menghela napas, perlahan dia berdiri dan duduk kembali ke kursinya.


Alex dan Grace hanya menjadi penengah dan pendengar di antara mereka, karena semua keputusan ada di tangan Fatimah.


"Aku tidak akan memaksakan perasaanmu, tetapi aku akan menunggumu," ucap Mark, membuat mereka semua terkejut.


"Maaf, Tuan. Aku mohon, jangan membuat diriku menjadi seseorang yang berdosa! Aku tidak mau jika ada hati yang tersakiti karena aku!" sergah Fatimah, kembali dia menatap Mark.


"Aku berjanji tidak akan menyalahkanmu, jika kita tidak berjodoh. Tetapi, aku mohon biarkan aku mencintaimu." Pinta Mark membuat Fatimah menggelengkan kepalanya.

__ADS_1


Kesedihan kini menyeruak di hatinya. Saat ini, dia sangat merindukan kehadiran Afif. Semenjak Afif meninggalkannya di New York City, mereka tidak pernah berkomunikasi lagi, sesuai dengan pesan Afif jika xemua demi kebaikan mereka.


"Aku yakin, kamu pasti akan datang menjemputku sesuai dengan janjimu." Fatimah berkata di dalam hati. Buliran bening kini sudah bermuara di bola matanya. Sekuat mungkin Fatimah menahannya.


"Mohon maaf, sepertinya sudah tidak ada yang harus di bicaran lagi," ucap Fatimah sambil bangkit dari duduknya.


Mark, Alex dan Grace ikut berdiri. "Maafkan aku Elza, jika pernyataan dan permintaanku membuatmu tidak nyaman." Mark berkata sambil menatap sendu Fatimah.


"Tidak apa-apa tuan Mark. Aku berterima kasih atas perasaanmu dan aku minta maaf karena tidak bisa membalasnya sesuai dengan harapan anda." Fatimah berkata sambil menganggukkan kepalanya.


"Setelah kejadian ini, aku harap kita masih bisa berteman," pinta Mark, dia sangat takut, jika permintaannya baru saja membuat Fatimah menjauhinya.


"Tentu saja, bukankah tuan keponakan yang paling di sayangi mami Grace dan papi Alek?" Fatimah berkata sambil memperlihatkan senyum manisnya.


Senyum manis Fatimah membuat hati Mark semakin bergetar. Namun, dia segera menepisnya. Dia bertekad di dalam hati untuk terus mencintai Fatimah di hatinya dan akan menyebut nama Fatimah di setiap do'anya.


"Jangan panggil aku tuan, panggil Mark saja," pinta Mark yang membuat Fatimah krmbali tersenyum.


"Baiklah, karena aku tidak mungkin memanggilmu mas, seperti aku memamggil mas Afif." Fatimah berkata sambil tertawa kecil, dengan menyebut nama Afif saja, sudah menjadi suatu kebahagiaan untuknya.


Berbeda dengan Mark yang langsung terdiam saat Fatimah menyebut nama Afif. Apa lagi terlihat binar kebahagiaan di wajah cantik Fatimah. Grace dan Alex kembali melempar pandang.


"Benarkah lelaki yang beruntung itu adalah Afif Abidzar?" Tanya Mark dengan dada berdegup kencang, apa lagi saat Fatimah menganggukkan kepalanya.


Mark menarik napasnya kasar. Dia tidak menyangka jika dia dan Afif mencintai wanita yang sama.


...****************...


Mark duduk termenung sambil menatap beberapa foto Afif dan Fatimah yang di berikan oleh Alex. Dia tidak menyangka jika Afif dan Fatimah pernah menikah dengan pesta pernikahan yang sederhana. Kini Mark mengetahui jika nama asli Elza adalah Fatimah.


Semenjak Mark belajar bisnis dan menjadi salah satu pejabat penting di pemerintahan New York, membuatnya larut dalam kesibukannya, bahkan, untuk urusan pribadinya di abaikannya. Termasuk undangan pernikahan yang di berikan Afif untuknya.


"Kenapa aku sebod*h ini? Jatuh cinta kepada mantan istri sepupuku sendiri." Mark merutuki kebod*hannya sendiri.


Mark teringat saat dia dan Afif masih sering berjumpa dan berkomunikasi. Dari dulu Afif banyak di sukai wanita karena wajah asli Indonesianya yang macho dan gayanya yang sangat cool.

__ADS_1


" Mark," sebuah panggilan dan tepukan di pundaknya, membuatnya tersadar dari lamunan masa lalunya bersama Afif.


"Hai, Om," seru Afif, saat Alex duduk di hadapannya.


"Apa kamu baik-baik saja?" tanya Alex menatap Mark.


"Aku baik-baik saja," jawab Mark sambil tersenyum.


Alex tersenyum dan mengangguk. "Jika kita mencintai seseorang bukan berarti kita harus memilikinya. Terkadang, kita akan bahagia saat melihat seseorang yang kita cintai hidup bahagia dengan orang lain." Ucap Alex, membuat Mark menatap lekat Alex.


"Jika om ingin berbagi cerita tentang masa lalu, aku siap mendengarkan," perkataan Afif membuat Alex terdiam dan kemudian tertawa kecil.


"Mark, aku pernah mencintai Anjani," ucap Alex membuat Mark mengerutkan keningnya.


"Bagiku Anjani adalah wanira yang sempurna. Tidak ada satu pun wanita yang bisa membuat hatiku bergetar selain Anjani." ucap Alex lagi sambil tersenyum. Terlihat dari mata dan wajahnya seperti mengenang masa lalu.


"Kamu tahu Mark, semua berubah saat kehadiran tantemu Grace di kehidupanku," Alex berkata sambil kembali tersenyum.


"Anjani yang om maksud, apakah tante Anjani yaitu mama dari Afif?" Tanya Mark menatap lekat Alex.


"Iya benar Mark, Anjani adalah mamanya Afif. Wanita pertama yang mampu membuatku jatuh cinta pada pandangan pertama." Alex kembali tersenyum. Sedangkan Mark tidak percaya dengan pernyataan masa lalu dari Alex.


"Saat itu, hati om sangat hancur Mark, saat Anjani ternyata mencintai sepupuku Azhar, bahkan, sampai mereka menikah," ucap Alex sambil menghela napasnya.


"Om pergi dari Indonesia dan memutuskan untuk menetap di negara ini. Sampai akhirnya takdir mempertemukan om dengan tantemu Grace," ucap Alex dengan wajah bahagia.


"Untuk kedua kali hati om bergetar. Bahkan, getaran itu lebih hebat om rasakan saat bertemu dengan tantemu Grace dari pada dengan Anjani." ucap Alex lagi sambil tersenyum.


"Kamu pasti mengerti apa yang om maksud?" Tanya Alex yang di jawab anggukan oleh Mark.


...****************...


Mengikhlaskan seseorang yang kita cintai untuk orang lain, pasti sangat menyakitkan. Tetapi lebih menyakitkan lagi jika kita memaksakan rasa cinta itu.


Apa yang akan menjadi takdirmu pasti akan datang kepadamu. Begitu juga sebaliknya, seberapa kuat kamu mengejarnya, jika bukan takdirmu pasti akan lepas dari genggamanmu.

__ADS_1


Jangan pernah lewatkan bab selanjutnya 😍🙏.



__ADS_2