Mengejar Cinta Fatimah

Mengejar Cinta Fatimah
Izinkan aku mengejar cintamu kembali


__ADS_3

Bab 28


Fatimah menatap tajam Afif, dia tidak percaya dengan semua yang di dengar dan yang terjadi, sedangkan, dia sendiri tidak ingat sama sekali dengan apa yang terjadi tadi malam antara dirinya Afif dan Arsyad.


Terdengar helaan napas dari haji Maulana.


"Kamu harus menikahi Fatimah untuk kedua kalinya!" tegas haji Maulana, membuat Afif tersenyum bahagia. Fatimah hanya terdiam mendengar permintaan Abinya itu, dia tidak mampu berkata-kata lagi.


"Tidak bisa Abi! Fatimah adalah calon istri saya! Kenapa Abi seenaknya mengambil keputusan seperti dulu?" Sergah Arsyad yang datang bersama Nabila.


"Saya tidak peduli dengan apa yang sudah terjadi karena pernikahan kami sudah di depan mata!" tegas Arsyad lagi, sambil menatap nyalang ke arah Afif.


"Afif ini calon suami saya! jadi anda tidak punya hak untuk menjodohkan dengan putri anda yang sok suci ini!" Nabila berkata sambil menunjuk dan menatap penuh amarah ke arah Fatimah.


"Nabila, jaga ucapanmu!" bentak Afif.


"Afif, apa kamu sudah melupakan janjimu? Kamu lihat dirimu yang sekarang! Kalau bukan karena aku, belum tentu kamu bisa berjalan lagi dan bisa menjadi pengusaha sukses tanpa harta warisan dari kedua orang tuamu!" ucap Nabila, tidak mau kalah dengan Afif.


Afif terdiam, dia menyadari apa yang di katakan Nabila benar, tetapi dia tidak bisa membiarkan Fatimah jatuh ke tangan Arsyad. Apa lagi dia tidak bisa membohongi dirinya, jika dia masih sangat mencintai Fatimah.


"Afif, apa kamu bisa memberikan keputusan sekarang?" Abi Maulana berkata, sambil menatap lekat Afif, terlihat kegusaran di wajahnya yang selama ini tampak selalu tenang.


Pertanyaan haji Maulana membuat Afif bimbang. Jika harus memilih Fatimah adalah wanita yang akan di pilihnya. Namun, dia tidak bisa mengabaikan keadaan Nabila. Apa lagi ada satu janji yang harus di tepatinya.


"Maaf Abi, apa boleh saya menikahi mereka berdua?"


Pertanyaan Afif membuat semua orang tersentak. Fatimah menatap Afif tak percaya. Seketika wajah Haji Maulana dan Ilham memerah menahan amarah, begitu juga dengan Arsyad., sedangkan Nabila terlihat menyunggingkan seulas senyuman.


"Aku pikir tidak buruk, jika Afif ingin menikahi kami berdua." Tegas Nabila, membuat mereka kembali tersentak.


"Abi izinkan saya saja yang menikahi Fatimah, dari pada putri kesayangan Abi harus di poligami oleh lelaki bajing*n ini!" Arsyad berkata sambil menatap Afif dengan mata yang memerah.

__ADS_1


"Cukup! Kalian pikir aku ini apa? Aku tidak akan menikah dengan kalian berdua!" pekik Fatimah, terlihat dadanya yang naik turun karena menahan gemuruh amarahnya. Semua orang menatap Fatimah dengan ekspresi yang berbeda.


"Aku akan melakukan tes hymen." tegas Fatimah, membuat semua orang menatap tidak percaya dengan apa yang di ucapkannya.


"M-maksudmu?" Tanya Afif menatap tidak percaya ke arah Fatimah.


"Aku akan melakukan tes selaput darah." Perkataan Fatimah membuat Afif menelan kasar salivanya. Dia tidak menyangka jika Fatimah ingin melakukan hal itu, membuatnya semakin takut kehilangan Fatimah.


"Jika ternyata tidak terjadi apa pun dengan selaput darahku, maka kamu tidak mempunyai hak untuk menikahiku, Mas! Kamu juga bang Arsyad, jangan pernah berniat menikahiku hanya karena belas kasihan!" tegas Fatimah lagi, sambil menatap bergantian Afif dan Arsyad.


Fatimah langsung berlari ke dalam kamarnya. Hatinya terasa sangat hancur, setelah tiga tahun perpisahan kini mereka di pertemukan lagi dalam keadaan yang menyakitkan. Dia tidak yakin jika mereka sudah tidur bersama. Namun, kenyataannya mereka berada di dalam satu kamar yang sama. Bahkan, pakaian yang di kenakannya sudah terganti. Tak ada yang bisa di lakukanya selain menangis dan mengadu kepada sang Pencipta.


*****************


Keesokan harinya mereka pergi ke dokter obygin untuk memastikan semua kebenarannya. Tampak wajah Afif yang begitu gusar begitu juga Arsyad. Nabila terus berada di samping Afif sambil memeluk lengan Afif yang kekar. Haji Maulana dan Ilham terus berada di samping Fatimah yang sedang mencoba menahan segala kesedihan dan amarahnya.


Setelah pemeriksaan, akhirnya diketahui jika tidak terjadi robekan pada selaput darah Fatimah, membuat Fatimah menangis bahagia di pelukan haji Maulana. Afif hanya bisa menelan kasar salivanya, dia gagal menikahi Fatimah kembali, bahkan Fatimah sekarang pasti sangat membencinya karena kebohongannya.


Fatimah menatap tajam Arsyad. "Aku tidak mau menikah dengan lelaki licik sepertimu, Bang! Kejadian malam itu, sudah menjelaskan siapa dirimu sebenarnya!" tegas Fatimah, membuat wajah Arsyad terkejut dan memerah.


"Fatimah, bisakah aku meminta waktumu sebentar?" Tanya Afif, sambil menghampiri Fatimah.


"Tidak ada yang perlu di bicarakan lagi!" tegas Fatimah, sambil membuang pandangannya dari wajah Afif.


"Sepertinya kalian perlu bicara, biar Ilham yang menemani kalian." Abi Maulana berkata, sambil memberikan isyarat kepada Ilham yang menjawabnya dengan anggukan. Membuat Afif tersenyum.


Nabila dan Arsyad tidak mengerti dengan pemikiran haji Maulana, mereka berfikir dengan kejadian ini haji Maulana akan menghalangi bersatunya Afif dan Fatimah, bahkan, prediksi mereka haji Maulana sendiri yang meminta Arsyad menikahi Fatimah, tetapi, ternyata di luar dugaan.


"Afif!" seru Nabila, sambil memegang lengan Afif, membuat Afif menahan langkahnya.


"Tolong, berikan aku kesempatan untuk berbicara sebentar dengan Fatimah! Setelah ini aku akan menjadi milikmu." Afif berkata sambil melepas pelan tangan Nabila.

__ADS_1


"Oke, tetapi jangan lama-lama!" sergah Nabila, membuat Afif hanya menghela napas.


Fatimah kembali melempar pandangannya, tanpa bicara dia langsung melangkahkan kakinya menuju ke sebuah taman yang berada di sana, diikuti oleh Ilham. Afif pun bergegas mengejar mereka.


"Apa lagi yang ingin kamu katakan, Mas?" Tanya Fatimah, tanpa sedikitpun menoleh ke arah Afif, saat mereka sudah duduk berhadapan dengan posisi Ilham berada di tengah-tengah mereka.


"Kamu tidak berubah Farimah masih seperti dulu." Afif berkata sambil terus menatap lekat Fatimah.


Ilham yang berada di tengah-tengah mereka hanya bisa menarik napas kasar. Dia merasakan aura cinta yang kuat antara Fatimah dan Afif, tetapi, dia juga heran kenapa cinta mereka sulit sekali untuk bersatu.


"Langsung ke intinya saja Mas, apa maksud pembicaraan kita ini?" Tanya Fatimah tak sabar, karena semakin bersama Afif, rasa sesak dan sakit itu semakin terasa, dia tidak mau membohongi dirinya, jika rasa cinta itu begitu kuat untuk di hilangkannya.


"Ada satu alasan yang mengharuskan aku menikahi Nabila," ucap Afif dengan suara yang terdengar mulai parau.


"Nabila sudah mengembalikan dirimu sempurna lagi Mas. Dia juga bisa mengembalikan keadaan dan kehidupanmu seperti dulu lagi, sebelum mengenal dan menikahiku." Fatimah berkata dengan suara yang mulai terdengar bergetar. Membuat Afif merasakan kesedihan dan luka di hati Fatimah.


"Aku mencintaimu, Fatimah." tegas Afif membuat Fatimah dan Ilham tersentak.


"Maafkan aku yang tidak bisa membuang rasa ini, maafkan aku yang tidak rela jika kamu menjadi milik orang lain." Afif kembali berkata dengan suara parau.


"Setelah urusanku dengan Nabila selesai, izinkan aku untuk mengejar cintamu kembali Fatimah."


***********************


Wah Afif gimana sie? Tidak rela Fatimah menjadi milik orang lain, tetapi dia sendiri harus menikahi Nabila🙄.


Sebenarnya alasan apa yang membuat Afif harus menikahi Nabila?


Apakah Fatimah ikhlas menerima keputusan Afif yang ingin nenikahi dua wanita sekaligus.


Alhamdulillah, setelah melawan rasa malas akhirnya bisa up🥰.

__ADS_1


Terimakasih yang sudah menunggu dan meminta up cerita ini🙏🤗


__ADS_2