
Bab 30
Fatimah menatap nanar ke arah pasangan yang membuat iri setiap mata yang menatap mereka. Dia sadar jika jarak dia dan Afif semakin jauh terbentang, sekedar mimpipun sangat berat untuk mereka bersatu.
"Fatimah, apa kamu baik-baik saja? Jika kamu tidak nyaman, kita bisa cari tempat lain." Salman berkata sambil melirik ke arah Afif dan Nabila yang sudah duduk di meja dekat mereka. Dia mengetahui banyak tentang kehidupan pribadi Fatimah, karena selama ini secara diam-diam dia terus mengikuti kisah cinta Fatimah dan Afif.
"Aku baik-baik saja Bang, tidak usah khawatir." Fatimah mencoba tetap tersenyum.
"Baiklah, kalau begitu kita lanjutkan prospek kita." ucap Salman sambil tersenyum.
Akhirnya, mereka pun sepakat untuk melakukan kerja sama. Perasaan lega dan senyum bahagia menghiasai wajah Salman.
"Aku akan mendapatkanmu, Fatimah." Salman berkata di dalam hati.
Tanpa mereka sadari, Salman dan Nabila saling melempar senyum kemenangan.
"Terima kasih atas kerja samanya Salman, kalau begitu kami berdua pamit dulu," ucap Ilham sambil tersenyum.
"Sama-sama, aku yakin Fatimah akan membawa keberuntungan untuk semua usaha yang akan kita jalani." Salman berkata dengan terus menatap lekat Fatimah.
Ilham dan Fatimah tersenyum menjawab pernyataan Salman. Mereka pun berniat untuk melangkah pergi meninggalkan restoran itu. Namun, tiba-tiba kaki Fatimah tersandung sesuatu yang membuatnya kehilangan keseimbangan dan tubuhnya langsung terjatuh ke dalam pelukan Afif yang sedang duduk.
Netra mereka pun bertemu dalam beberapa detik, sampai akhirnya tubuh Fatimah di tarik kasar, membuat mereka semua tercekat.
Plak ....
"Dasar wanita tidak tahu malu! hanya bisa menggoda semua orang! dasar pelakor!" teriak Nabila, setelah menampar wajah Fatimah dan mendorongnya dengan kasar.
Ilham langsung memeluk tubuh Fatimah yang terhuyung beberapa langkah ke belakang karena dorongan kasar Nabila.
Fatimah memegang pipinya yang terasa perih dan panas akibat tangan Nabila. Wajahnya memerah, tampak kemarahan di wajahnya. Dia pun melepaskan pelukan Ilham dan maju beberapa langkah mendekati Nabila dengan tatapan tajam.
"Maling jangan berteriak maling. Berkacalah pada dirimu sendiri, siapa di sini dengan posisi sebagai penggoda dan pelakor?" Tegas Fatimah saat tubuhnya sudah dekat dengan tubuh Nabila
__ADS_1
Mereka tersentak dan menatap tak percaya ke arah Fatimah. Terutama Afif, dia menatap Fatimah sambil tersenyum, baginya pesona wanita soleha itu semakin terlihat dengan sikap tegas dan beraninya.
"Aku tidak akan membalas tamparanmu, karena wanita terhormat akan bermain cantik tanpa kekerasan!" Fatimah berkata dengan sebuah senyuman yang mampu membuat dada Nabila semakin bergemuruh penuh amarah.
Tanpa basa basi lagi Fatimah langsung berlalu dari hadapan Afif dan Nabila. Netra Afif dan Fatimah kembali bertemu. Afif memberikan sebuah senyuman dan tatapan kerinduan, tetapi Fatimah enggan untuk membalasnya dan langsung melangkah pergi.
"Afif!" bentak Nabila, saat melihat tatapan Afif yang tidak lepas dari Fatimah.
Afif menarik napas kasar dan menatap tajam Nabila.
"Kamu benar-benar memalukan! Aku sudah tidak berselera lagi untuk makan!" Afif berkata, sambil berlalu meninggalkan Nabila.
"Afif, tunggu!" Teriak Nabila.
"Awas kamu Fatimah! Kamu akan membayar mahal semua ini!" Nabila berkata dengan wajah merah padam karena menahan amarah dan malu. Dia pun segera berlari mengejar Afif.
******************
Rekaman video awal keributan terjadi dan perlakuan kasar Nabila, menjadi bulan-bulanan publik. Bahkan, banyak para pemburu berita dan para netizen yang mencari informasi tentang masa lalu mereka. Sampai akhirnya di ketahui jika Afif dan Nabila pernah menikah siri karena usia mereka yang sangat muda dan tidak di restui oleh orang tua Afif.
Begitu juga perjalanan cinta Afif dan Fatimah yang menjadi konsumsi publik. Ada yang membela Fatimah, ada juga yang membela Nabila. Komentar positif dan negatif pun mengarah kepada Afif, pro dan kontra di kalangan nitizen pun tidak bisa di hindari.
Sementara itu, di kediaman mewah Afif, terlihat Nabila dengan wajah memerah mendatangi Afif yang duduk santai di depan kolam renang.
"Kamu lihat! Semua media menyudutkan aku, bahkan aku mendapat peringatan dari perusahaan XX. Mereka mengancam akan memutuskan kontrak, jika nama aku masih jadi bahan gunjingan di luar sana!" sergah Nabila sambil duduk di hadapan Afif dan memperlihatkan semua berita-berita di medsos tentang kejadian semalam melalui ponselnya.
Afif menanggapi dengan senyum sinisnya.
"Sejak kapan kamu peduli dengan semua berita miring di luar sana?" Tanya Afif santai, sambil menyesap orange jus di meja yang berada di depannya.
"Kalau ini tidak menyangkut wanita murahan itu dan kita belum berumah tangga, mungkin aku tidak akan mempedulikan masalah ini!" elak Nabila, membuat Afif tertawa tetapi dengan ekspresi wajah yang datar.
"Apa kamu lupa dengan ucapan Fatimah semalam?" Tanya Afif dengan suara penuh penekanan dan ekspresi wajah dingin, membuat Nabila mengerutkan keningnya.
__ADS_1
"Fatimah bukan wanita murahan! Dia tidak pernah menggodaku!" Afif berkata dengan mata mulai memerah menatap Nabila.
"Fatimah bukan wanita yang sangat mudah untuk di sentuh, aku yang pernah menjadi suaminya tidak pernah menyentuhnya," tegas Afif dengan tatapan nyalangnya.
"Hasil tes selaput darah sudah menjelaskan betapa terhormatnya Fatimah sebagai wanita!" Tegas Afif lagi.
"Berhenti mengatakan hal yang buruk tentang Fatimah! Jika semua skandalmu tidak ingin aku bongkar!" Ancam Afif, tepat di telinga Nabila, membuat wajah Nabila seketika memucat.
Afif tersenyum miring melihat ekspresi Nabila. Dia pun segera meninggalkan Nabila yang terdiam membisu.
"Si*l, ternyata Afif mengetahui semuanya! Aku tidak akan membiarkan karir yang sudah aku bangun dengan susah payah ini hancur! Ini gara-gara wanita murahan yang sok suci itu!" Nabila berkata pada dirinya sendiri. Dendam dan kemarahan terhadap Fatimah semakin tertanam di hatinya.
*****************
Di tengah keramaian berita yang melibatkan dirinya, Fatimah tidak mempedulikannya. Dia terus melangkah maju membantu Salman di bidang pendidikan dan kuliner.
Hari ini tampak mereka sedang sibuk di kampus. Banyak mata yang menatapnya penuh tanya dengan video yang beredar di medsos dan sudah menjadi konsumsi publik. Namun, Fatimah tidak menggubrisnya. Dia sudah bertekad untuk menjadi wanita yang lebih kuat dan melangkah maju, demi Abinya, Aisyah keponakannya dan Rio anak yang di tinggalkan Afif dan Nabila untuknya.
Setelah kegiatan kampus selesai, Fatimah yang selalu di temani Ilham bersama Salman, berniat menuju restoran yang akan mereka kelola bersama. Mereka memilih memakai satu mobil yaitu milik Salman, di tengah perjalanan tanpa mereka sadari ada sebuah mobil jeep hitam membuntuti mereka.
*****************
Hai, maaf Author baru mood menghalu lagi😁🤭.
Alhamdulillah Fatimah sudah mulai bangkit menjadi wanita yang kuat🥰.
Apa rencana jahat Nabila untuk menghancurkan Fatimah?
Siapakah yang berada di dalam mobil Jeep dan aoa tujuan mereka?
Jawabannya di bab berikutnya🤗.
Semoga Authornya ga malas ya☺️.
__ADS_1