Mengejar Cinta Fatimah

Mengejar Cinta Fatimah
New York


__ADS_3

Bab 40


Afif terus melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi dan terlihat dia sangat lihai memainkan setir dan rem mobil. Dia mampu menghindari hantaman dan peluru yang di arahkan ke mobil mereka. Farimah hanya terdiam. Dia bergeming dan tanpa mengeluarkan suara.


Sampai akhirnya mereka tiba di sebuah tanah lapang, di mana helikopter sudah menunggu mereka. Mobil yang menghalangi mereka pun langsung di hadang oleh mobil yang di kendarai oleh anak buah Afif.


"Ayo, Fatimah!" ajak Afif segera membuka safety beltnya.


Fatimah membuka safety belt dan turun dari mobil, Melihat gerakan Fatimah yang lambat. Afif langsung menggendong tubuh Fatimah yang langsung membuat mata Fatimah membulat dan menatap tajam Afif.


"Maafkan aku, kita harus segera pergi dari tempat ini!" Afif berkata, sambil meletakkan tubuh Fatimah di kursi belakang helikopter.


Fatimah hanya terdiam, pikirannya melayang jauh. Dadanya terasa sesak, semua bagaikan sebuah mimpi buruk baginya.


...****************...


Akhirnya helikopter tiba di sebuah negara yang berada di Amerika Serikat timur laut atau lebih tepatnya di kota New York City terletak di New York bagian tenggara.



Kedatangan mereka di sebuah mansion mewah di sambut hangat oleh sepasang suami istri yang bernama Alex dan Grace yang merupakan om dan tante Afif.


"Fatimah, kamu akan tinggal di sini bersama om dan tanteku," jelas Afif yang melihat Fatimah terus terdiam dari di dalam helikopter.


Afif menghela napas. Terasa berat sekali meninggalkan Fatimah di negara yang jauh dari Indonesia.


"Aku akan pergi dalam waktu yang aku pun tidak mengetahuinya sampai kapan." Afif berkata lagi dengan suara yang mulai parau. Tenggorokannya terasa kering sekali, berkali-kali dia menelan salivanya.


"Aku mencintaimu Fatimah. Maafkan, jika rasa cintaku ini justru membuatmu terluka dan kehilangan orang-orang yang kamu kasihi," Afif kembali berkata sambil mengusap kasar wajahnya, mencoba menahan sesak di dadanya.


Fatimah tetap bergeming, pernyataan cinta Afif kembali membuat jantungnya berdetak kencang. Namun, dia tidak mengerti dengan keadaan dan kenyataan yang sangat rumit baginya. Apa lagi sekarang dia berada dan harus menetap di New York. Negara yang tidak pernah di singgahinya, bahkan tidak pernah terpikirkan sedikitpun olehnya.


"Fatimah, aku mohon mulai lah hidup yang baru. Bukalah masa depan di sini, om Alex dan tante Grace akan membantumu," ucap Afif menatap lekat mata indah yang selalu di rindukannya.


"Fatimah, benar apa yang di katakan Afif. Ksmu tidak perlu khawatir kamu akan bersama kami." Grace berkata sambil tersenyum dan menyentuh lembut bahu Fatimah.

__ADS_1


"Anggaplah kami sebagai keluargamu," ucap Grace lagi dengan tatapan hangatnya.


"Mohon maaf, aku masih tidak mengerti dengan semua ini!" Fatimah akhirnya berkata dengan menatap bergantian Afif, Alex dan Grace.


"Untuk keamananmu, kami akan mengganti identitasmu Fatimah," perkataan Alex membuat Fatimah tersentak dan semakin tidak mengerti membuat Fatimah menatap tajam Afif.


Afif kembali menelan salivanya. "Fatimah, yang kits hadapi adalah para penjahat kelas kakap, mereka bisa melakukan berbagai cara untuk mencapai tujuan mereka. Aku tidak ingin kamu celaka," Afif berkata sambil menghela napas.


"Di sini adalah tempat yang aman untukmu, identitas palsu itu hanya untuk sementara saja. Aku berjanji jika semua akan baik-baik saja, dan kamu juga akan menjalani hidup yang normal kembali." Afif menatap lekat Fatimah. Perlahan terlihat buliran bening sudah beranak sungai di mata Fatimah.


"Apa aku juga akan kehilanganmu?" Tanya Fatimah dengan buliran bening yang sudah mengalir di pipinya.


Pertanyaan Fatimah membuat Afif tersentak, ada rasa hangat dan sesak seketika menjalar di hatinya. Kesalahan dan kebodohan yang di lakukannya membawanya kepada sebuah penyesalan.


"Apa kamu ingin aku tetap berada di sampingmu?" Tanya Afif dengan dada bergemuruh.


"Jika kamu ingin pergi, aku ada dua syarat," Fatimah berkata sambil menatap lekat Afif. Keputusan Afif untuk pergi, membuatnya tiba-tiba di landa ketakutan dan dia merasakan sesuatu yang hilang dari jiwanya.


"Apa pun syarat yang kamu pinta, selama aku mampu pasti aku penuhi." Jawab Afif sambil menatap lekat manik mata Fatimah, membuat jantung Fatimah semakin berdetak kencang.


"Fatimah," suara lembut dari Afif, membuat Fatimah kembali menatap wajah lelaki yang sudah bertahta di hatinya.


"Syarat yang pertama, berjanjilah, jika kamu akan kembali ke sini dengan selamat dan menjemputku!" tegas Fatimah.


Afif terdiam, di satu sisi jika dia boleh memilih, dia tidak akan meninggalkan Fatimah. Namun, disisi lain demi kebaikan bersama dan keselamatan Fatimah dia harus pergi meninggalkannya.


"Syarat yang ke dua, jadikanlah aku seseorang yang halal untukmu,!" Fatimah berkata dengan wajah bersemu merah. Dia terpaksa berbicara seperti itu, selain karena permintaan terakhir Nabila, dia juga tidak bisa membohongi perasaannya.


Afif semakin tersentak dengan permintaan Fatimah, perasaan bahagia dan sedih kini bercampur aduk di hatinya. Alex dan Grace hanya saling melempar senyum sebagai pendengar.


"Kenapa kamu diam saja, Mas? Apa dua persyaratan yang aku berikan terlalu berat untukmu?" Tanya Fatimah dengan dada yang bergemuruh.


Sekuat mungkin Fatimah menahan buliran bening yang sudah beranak sungai di matanya. Dia tidak ingin kembali menangis di depan Afif.


"Syaratmu adalah sesuatu yang sangat aku impikan Fatimah, tetapi aku takut untuk berjanji." Afif berkata dengan suara parau, ingin sekali dia membawa Fatimah ke dalam pelukan.

__ADS_1


"Kalau begitu, satukan do'a kita, meminta kepadaNya untuk mempertemukan kita dalam mahligai pernikahan." Fatimah berkata sambil terus menatap Afif, sesuatu yang selama ini tidak pernah di lakukannya jika berbicara dengan yang bukan mahramnya.


Afif tidak percaya dengan semua yang di katakan Fatimah. "Seandainya, kamu adalah mahramku Fatimah, aku pasti langsung memelukmu," ucap Afif dalam hati.


"Aku akan berusaha memenuhi dua syarat itu Fatimah, karena aku sudah tidak ingin kehilangan berlianku untuk kesekian kali," tegas Afif, mampu menerbitkan senyum di bibir mungil Fatimah.


Fatimah terssnyum sambil menatap Afif, sehingga kedua netra mereka saling menatap penuh arti.


"Hmm ....."


Suara deheman Alex membuat Afif dan Fatimah tersadar, mereka pun saling melempar senyum.


"Om yakin, jika kalian di takdirkan untuk berjodoh,' goda Alex, membuat wajah Fatimah merona karena malu, sedangkan Afif menjawab Aamiin atas perkataan Alex.


Terdengar suara getar ponsel kepunyaan Afif. Dia segera mengangkat panggilan dari Dion sambil menatap lekat Fatimah, membuat wajah Fatimah semakin merah merona.


"Fatimah, sepertinya aku harus pergi sekarang! Dion sudah menunggu di helikopter." ucap Afif setelah menerima telpon, sambil menghela napas.


"Pergilah! Aku akan menunggumu! perintah Fatimah dengan suara bergetar.


"Alex dan Grace akan menjagamu, mereka juga sudah menyiapkan semuanya," ucap Afif, yang meredam keinginannya untuk memeluk Fatimah.


Fatimah mengangguk walaupun hatinya sangat berat untuk melepaskan kepergian Afif.


...****************...


Apakah Afif akan kembali dengan Fatimah?


Mampukah Afif memenuhi semua persyaratan Fatimah?


Temui jawabannya di bab selanjutnya yang pasti semakin seru.


Maafkan Author yang baru up, karena di dunia real lagi sibuk banget.


Terima kasih buat kalian yang selalu meminta up di novel ini 🙏🤗.

__ADS_1


Love sekebon buat kalian 😍😘.


__ADS_2