
Bab 44
"Ternyata kamu sangat berbakat sekali menjadi model muslimah internasional," puji Grace sambil menyantap makanan yang di hidangkan di depan meja mereka.
"Napasku tadi hampir saja berhenti. Kenapa Mommy tidak memberi tahu sebelumnya?" Pertanyaan Fatimah membuat Grace tersenyum.
"Assalamualaikum, permisi," suara bariton menghentikan obrolan mereka dan seketika mereka menoleh ke asal suara.
"Waalaikumsalam," jawab mereka bersamaan.
Fatimah tersentak saat melihat sosok lelaki bule dengan wajah sempurnanya begitu fasih dalam mengucapkan salam. Namun, dia segera menundukkan pandangannya, membuat lelaki bule itu mengulas sebuah senyuman.
"Hai, Mark! Apa kabarmu, Nak?" Grace langsung berdiri dari duduknya dan langsung memeluk Mark, begitu juga dengan Alex. Tampak kebahagiaan di wajah mereka. Alex segera menyuruh Mark duduk di sampingnya, sehingga posisi Mark berhadapan dengan Fatimah.
Melihat tatapan Mark kepada Fatimah, membuat Alex dan Grace mengerti. "Ini Elza, anak dari sahabat karib kami," ucap Grace sambil tersenyum, mengenalkan Mark kepada Fatimah.
Mark yang paham wanita seperti apa Fatimah, dia hanya menangkupkan kedua telapak tangannya di depan dadanya, sambil tersenyum dan mengangguk pelan, begitu juga Fatimah melakukan hal yang sama.
"Ini Elza yang baru saja jadi model tante di fashion pakaian muslimah tadikah?" Tanya Mark sambil menatap Grace.
"Benar Mark. Fatimah ini benar-benar mempunyai bakat sebagai model internasional," puji Grace, membuat Mark tersenyum menatap Fatimah.
Seketika wajah Fatimah langsung merona, dia hanya tersenyum kecil, itu juga hanya ke arah Grace. Entah kenapa, sikap Fatimah sepertinya sangat mempesona seorang Mark.
Alex hanya menghela napas menyadari tatapan Mark keoada Fatimah. Jika benar Mark tertarik kepada Fatimah, itu berarti dia harus segera mencegahnya, karena ada seseorang yang sedang mempertaruhkan nyawa untuk kebahagiaan Fatimah.
Grace tersenyum bahagia. Dia sangat mengetahui jika keponakannya yang baru saja menjadi mualaf itu terpesona kepada Fatimah pada pandangan pertama. Namun, Grace juga tidak msu membuat Mark kecewa, karena dia sangat mengetahui siapa lelaki yang diinginkan Fatimah, begitu juga sebaliknya.
"Apa kamu juga tertarik di bidang desainer, Elza?" Tanya Mark masih terus menatap Fatimah.
Fatimah yang mendapat pertanyaan dari Mark, hanya mampu menelan kasar salivanya. Dia juga belum mengerti dengan keinginannya. Dia memang tertarik sekali di bidang fashion, apa lagi dengan kesuksesan Grace sebagai desainer internasional.
"Jujur, aku ingin sekali mengenalkan pakaian muslimah kepada dunia," jawab Fatimah, tanpa membalas tatapan Mark. Tentu saja membuat Mark merasa Fatimah adalah wanita spesial yang berbeda dari wanita-wanita yang selama ini di temui dan di kenalnya.
__ADS_1
"Aku ingin membuktikan kepada dunia, jika busana muslimah juga bisa menjadi busana internasional yang tidak kalah dari busana lainnya." Fatimah berkata dengan mata berbinar. Tampak semangat di manik mata dan wajahnya
Tentu saja, perkataan Fatimah membuat Grace, Alex dan Mark tersenyum. Fatimah pun ikut tersenyum, bayangan Afif melintas di pelupuk matanya. Sebuah harapan dan semangat itu bangkit, mengingat jika Afif sedang berjuang untuk cinta mereka.
"Aku yakin, pasti kamu bisa meraih itu semua. Apa lagi aku lihat kamu seorang wanita yang cerdas dan penuh semangat, kamu juga terlihat mempunyai bakat di bidang fashion." Mark berkata dengan tatapan kagumnya.
Mark seperti menemukan cintanya, tulang rusuknya. Dia bertekad setelah acara fashion ini, dia akan berniat mencari tahu status Fatimah kepada Alex atau pun Grace.
Acara New York Fashion Week pun selesai, Fatimah dan Grace memilih untuk pulang. Sedangkan, Alex dan Mark berangkat ke tempat dinas mereka. Kebetulan Mark juga menduduki salah satu jabatan penting di tempat Alex bekerja.
...****************...
"Om, aku ingin berbicara sebentar," ucap Mark, saat mereka sudah sampai di tempat dinas.
Alex mengetahui apa yang akan di bicarakan Mark, Dia pun menghela napas sambil mengusap kasar wajahnya.
"Baiklah, kira bicara di ruanganku!" tegas Alex sambil melangkahkan kaki ke ruangannya, di ikuti oleh Mark.
"Apa yang ingin kamu bicarakan?" Tanya Alex tanpa basa-basi, saat mereka sudah duduk saling berhadapan.
Alex menghela napas. " Apa yang ingin kamu bicarakan tentang Elza?? Tanya Alex yang sudah mengetahui maksud Mark.
"Boleh, aku tahu apa status Elza?" Tanya Mark dengan dada berdebar, dia sangat takut jika ternyata Fatimah sudah menikah.
Alex kembali menarik napas "Apa kamu tertarik dengan Elza?" Alex balik bertanya, membuat hati Mark semakin tidak karuan.
"Entahlah, banyak wanita yang hadir di dalam hidupku. Bahkan, sebelum aku tobat, hidupku di kelilingi banyak wanita." Jawab Mark yang menjeda ucapannya.
"Om, aku merasakan aura yang berbeda pada Elza," tegas Mark dengan wajah serius, sambil menatap Alex dalam-dalam. Seolah-olah mencoba meyakinkan Alex dengan perasaannya.
"Aku ingin melakukan ta'aruf dengan Elza," tegas Mark lagi, membuat wajah Alex gusar.
"Sepertinya, kamu tidak bisa melakukan itu Mark," ucap Alex, membuat Mark mengerutkan keningnya.
__ADS_1
"Maksud Om? Apa Elza sudah ada yang memiliki?" Tanya Mark dengan khawatir.
"Kamu pasti mengenal Afif, keponakanku asal Indonesia?" Pertanyaan Alex membuat Mark terdiam.
Mark mengenal Afif sejak kecil, tetapi, pertemuan terakhir mereka saat mereka masih berusia remaja. Karena kesibukan mereka dan beda negara, membuat mereka tidak berkomunikasi lagi.
"Apa Elza istri Afif?" Mark balik bertanya, tampak kekecewaan terlihat di wajahnya.
"Pernah dan akan Mark," jawab Alex membuat Mark semakin mengerutkan keningnya.
"Afif dan Elza pernah menikah, tetapi karena satu hal membuat mereka berpisah," jelas Alex yang membuat Mark semakin tidak mengerti.
Alex menarik napasnya kasar. "Afif sedang kembali ke negaranya untuk menyelesaikan semua masalah dan memperjuangkan kebahagiaan Elza." Penjelasan Alex membuat Mark berpikir keras.
"Mark, aku sangat tahu, jika kamu sangat sulit untuk jatuh cinta. Aku bahagia, Elza bisa menjadi orang spesial di hatimu, walaupun, ini awal pertemuan kalian," jelas Alex lagi dengan perasaan tidak tega.
Alex dan Grace berharap jika Mark cepat menemukan wanita yang mampu membuatnya jatuh cinta. Namun, mereka tidak menyangka jika Mark bisa jatuh cinta dengan Fatimah.
"Aku mengerti karena cintaku datang di saat yang tidak tepat. Aku mohon izinkan aku lebih mengenalnya." Mark berkata dengan penuh kekecewaan. Cintanya langsung layu sebelum berkembang.
"Kamu harus berbesar hati, seberapa pun kamu berusaha memilikinya, jika itu bukan untukmu, pasti akan pergi meninggalkanmu, begitu pun sebaliknya. Om harap kamu bisa memahaminya." Alex berkata sambil menepuk pelan pundak Mark.
Mark kembali terdiam, rasanya sangat sakit. Padahal baru dua jam dia berjumpa dengan Fatimah.
...****************...
Apakah Mark akan selalu berusaha mendekati Fatimah atau sebaiknya?
Mampukah Fatimah menjaga hatinya untuk Afif?
Hai, bab ini hadir dengan sosok baru ya. Bule ganteng dan islami yang bernama Mark 😁🤭.
Author sengaja mendatangkan tokoh baru, biar cerita tidak monoton dan membosankan. Pokoknya author mau buat cerita ini semakin seru🤗.
__ADS_1
Jangan lewatkan di setiap babnya😍🙏.