
Bab 61
Afif menatap nanar Arini, yang masih terus berada di di pelukan lelaki bertopeng itu. Dia tidak menyangka jika Arini masih hidup. Kecelakaan maut, yang mengakibatkan mobil yang di tumpangi mereka terbakar habis di dalam jurang.
"Kenapa kamu menyembunyikan keadaan Arini selama ini, hah?" Afif bertanya dengan menatap tajam lelaki bertopeng itu.
Lelaki bertopeng itu tersenyum sinis menatap Afif, sambil mengelus lembut rambut Arini yang berada dalam dekapannya.
"Apa kamu selama ini memikirkannya?" tegas lelaki itu, dengan sorot mata penuh amarah.
"Saat mobil yang kami tumpangi jatuh ke jurang dan terbakar, aku tak sadarkan diri! Ketika aku sadar, aku menerima berita jika Arini tewas terbakar di dalam mobil!" sergah Afif yang merasa kesal karena dirinya di pojokkan. Dia benar-benar tidak percaya dan tidak pernah mengetahui jika Arini masih hidup.
Lelaki bertopeng itu kembali tertawa dengan penuh ejekan dengan sorot matanya yang tajam. Afif membalas tatapannya dengan tidak kalah tajamnya. Sedangkan Arsyad, dia hanya diam mematung menatap mereka dengan tatapan penuh tanda tanya.
"Kamu sudah mengambil semua kebahagiaanku!" bentak lelaki itu, dengan suara penuh amarah dan dendam.
"Apa maksudmu!" Afif bertanya sambil mengerutkan keningnya. Dia mengetahui siapa lelaki yang kini bersembunyi di balik topeng. Tetapi, dia tidak menyangka jika lelaki itu memiliki dendam yang sangat dalam kepadanya.
"Pertanyaanmu seperti orang bod*h Afif! Setelah kamu merebut Nabilaku! Kamu juga menghancurkan hidup Arini!" perkataan lelaki bertopeng itu membuat Afif semakin tidak mengerti.
"Buka topengmu, Zaki! Jangan selalu jadi pengecut, selalu bersembunyi di balik topengmu!" geram Afif.
Lelaki bertopeng itu tertawa terbahak-bahak, sambil melepaskan Arini dari pelukannya dan membalikkan tubuh Arini menghadap Afif dan Arsyad.
Aryad membelalakkan matanya sambil menelan salivanya dengan tatapan jijik menatap wajah dan tubuh Arini yang sudah rusak parah. Sedangkan, mata Afif terasa panas mencoba menahan cairan hangat di bola matanya.
"Serahkan Arini kepadaku! Aku akan memberikan pengobatan yang terbaik untuknya!" tegas Afif, melangkah mendekati Arini dan lelaki bertopeng.
Lelaki bertopeng itu langsung menghentikan tawanya, sorot matanya semakin memerah menatap nyalang Afif.
__ADS_1
"Arini, maafkan aku yang tidak pernah mengetahui keberadaanmu. Aku akan membantumu, ikutlah denganku!" Afif mengulurkan tangan ke arah Arini, saat jarak mereka sudah sangat dekat.
Arini mengangkat wajahnya dengan tatapan tidak percaya, terlihat tatapan tidak percayanya, jika dia bisa bertemu dengan Afif kembali, lelaki yang selalu di rindukannya. Bahkan, Afif memintanya tanpa ada rasa jijik sama sekali.Air mata dengan derasnya membasahi wajah rusaknya.
Perlahan Arini menggerakkan tangannya untuk membalas uluran tangan Afif. Namun, tiba-tiba lelaki bertopeng itu menarik kasar tubuh Arini. Sehingga tubuh ringkih yang sudah rusak itu jatuh tersungkur, membuat Arini meringis kesakitan.
"Bajingan! Apa yang kamu lakukan?" Afif langsung mendorong tubuh lelaki bertopeng itu dan mencengkeram kasar kerah bajunya.
"Jangan macam-macam Afif, nyawa Salma ada di tanganku!" lelaki bertopeng itu berkata sambil memperlihatkan sebuah video di layar ponselnya.
Terlihat Salma tak sadarkan diri dengan tubuh polos. Kedua kaki dan tangannya yang terikat di sisi ranjang. Dada Afif bergemuruh, apalagi ketika dia melihat bom waktu yang sudah terpasang di bagian perut Salma.
"Kapan saja bom itu bisa meledak dan tubuh wanita jal*ng itu akan hancur," ucap lelaki itu dengan seringai penuh ejekan.
"Penyesalan akan terus menghantuimu, karena kamu sudah menyebabkan semua orang-orang yang ada di dekatmu akan mengalami penderitaan, bahkan kematian," ucap lelaki bertopeng itu lagi dengan seringai yang berubah menjadi tawa penuh kemenangan.
"Bangs*t!" Teriak Afif, sambil memberikan bogem mentah ke wajah lelaki itu, sehingga topeng lelaki itu langsung terlepas.
"Bagaimana dia bisa keluar dari penjara?" Tanya Arsyad pada dirinya sendiri. Dia sangat yakin jika Zaki tidak bisa lari dari hukuman, karena dia, Sarah dan Arman sudah memastikan jika Zaki akan berada di jeriji besi seumur hidup.
"Ini artinya, Sony sial*an itu benar-benar pembohong geram Arsyad dengan rahang wajah mengeras dan sorot mata penuh amarah.
Arsyad langsung mendorong kasar tubuh Afif sedang memukuli Zaki.
"Cepat, selamatkan Salma! Biar dia aku yang urus," perintah Arsyad, langsung mengunci tubuh lelaki bertopeng yang ternyata Zaki.
"Dia jadi urusanku! Bawa juga Arini dari sini!" Arsyad kembali memberikan perintah karena Afif yang terlihat ragu.
Arini menatap Afif sambil menunjuk ke arah lantai dua. Afif segera menarik tangan Arini untuk naik ke atas. Karena Arini pasti mengetahui jebakan yang sudah di siapkan oleh Zaki yang terkenal dengan kelicikannya.
__ADS_1
Dari dulu Zaki mempunyai dendam dengan Afif, setiap wanita yang di cintainya pasti memilih Afif. Bahkan, dia sampai membun*h Rizky sahabat Afif karena dia berani mengambil Silvia dari tangannya, sekaligus ingin membalaskan dendamnya kepada Afif.
"Arsyad, lepaskan! Kenapa kamu lebih membelanya? Bukankah dia sudah merebut calon istrimu, Fatimah!" teriak Zaky, mencoba membangkitkan kembali kebencian Arsyad kepada Afif.
"Diam, Zak! Katakan, siapa yang sudah membebaskanmu?" Arsyad berkata sambil mencekik leher Zaki.
"Kurang ajar!" Zaki berkata sambil membenturkan kuat kepalanya dengan kepala Arsyad. Sehingga membuat Arsyad terkejut dengan tubuh terdorong ke belakangnya.
Arsyad yang sedang merasakan kesakitan di kepalanya, tiba-tiba merasakan nyeri di dadanya. Rasa sakit itu semakin di rasakannya saat tusukan di dadanya berpindah ke perutnya.
Seketika mata Arsyad membulat sempurna dengan bibir meringis kesakitan dan keringat yang sudah membasahi seluruh tubuhnya. Terlihat dada dan perutnya mengeluarkan banyak da*ah membuat tubuhnya ambruk dan langsung tersungkur ke lantai.
"Dasar bod*h! Hari ini adalah hari terakhirmu melihat dunia ini dan juga terakhir mendengar suara dari orang tuamu!" ucap Zaki, sambil kembali menghujamkan tusukan ke punggung Arsyad, membuat Arsyad seketika langsung tidak bergerak.
Sambil tertawa penuh kemenangan, Zaki langsung naik ke atas, meninggalkan Arsyad yang sudah tak sadarkan diri, bahkan antara hidup dan mati.
Sambil membawa belati yang berlumuran dar*h Arsyad, Zaki dengan langkah lebar langsung menuju lantai dua. Sementara itu atas petunjuk Arini, dengan mudah Afif mendapatkan kamar tempat Salma di sekap. Tetapi ternyata pintunya di kunci.
Afif dengan sepenuh tenaga langsung mendobrak pintu itu. Dia tersentak dengan janntungnya berdetak kencang, saat melihat tubuh Salma yang tak berdaya, terikat tanpa busana, bahkan, terlihat bom waktu di atas perutnya.
Salma terkejut mendengar pintu di dobrak dan kehadiran Afif. Afif segera berlari menghampiri Salma dengan wajah tegang.
"Afif, tolong aku!" ucap Salma dengan suara bergetar.
"Tenang Salma, aku akan mencoba menjinakkannya."
...****************...
Bisakah Afif, menghentikan bom waktu dan menyelamatkan Salma?
__ADS_1
Jika di antara kalian, yang tidak mengetahui sosok Zaki, bisa cus ke bab-bab awal ya 🤗.
Maafkan, ada sedikit masalah di tempat kerja jadi lama banget up nya, terima kasih yang masih setia membaca novel receh ini 🙏.