Mengejar Cinta Fatimah

Mengejar Cinta Fatimah
New York Fashion Week


__ADS_3

Bab 43


Fatimah terbangun dengan napas tersengal dan peluh yang sudah membasahi wajah dan tubuhnya. Mimpi yang terasa sangat nyata itu, begitu menakutkan baginya. Seketika, dia langsung menangis dengan punggung bergetar hebat, sambil menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.


"Fatimah," suara lembut terdengar di telinga Fatimah.


Fatimah mengangkat wajahnya, menatap wanita setengah baya yang masih terlihat cantik, yang sedang menatap hangat kepadanya. Air mata Fatimah semakin turun dengan derasnya dari manik indahnya, melihat wanita cantik itu, dia teringat dengan umi Zahira. Dia langsung menghambur ke pelukan Grace, wanita cantik dengan segudang kesuksesannya.


"Aku merindukan, Umi," ucap Fatimah parau sambil terisak.


"Kamu bisa menganggap aku sebagai mamamu sendiri, Fatimah," Grace berkata, sambil mengusap lembut punggung Fatimah.


( Alex dan Grace merupakan seorang mualaf, mereka paham dengan panggilan umi yang di ucapkan Fatimah ).


"Terima kasih tante," jawab Fatimah dengan suara parau.


"Jangan panggil tante, panggil aku mommy," ucap Grace, sambil melepaskan pelukannya.


"Iya, Mommy," Fatimah berkata sambil tersenyum tipis.


"Afif pasti ikut sedih, jika melihatmu menangis," Grace berkata sambil mengusap lembut air mata yang terus membasahi pipi Fatimah.


Mendengar Grace menyebut nama Afif, seketika dada Fatimah terasa sesak. Dia teringat dengan mimpi buruk yang baru saja di alaminya.


"Aku melihat wajah dan tubuh Afif penuh dengan dar*h." Fatimah berkata sambil menatap penuh ketegangan wajah Grace. Tampak ketakutan dan kecemasan di wajahnya.


Grace mengulas senyum, mencoba memberikan ketenangan. Dia kembali mengusap air mata Fatimah yang kembali mengalir deras.


"Afif, seorang lelaki yang kuat. Apa pun yang menjadi keputusannya, pasti sudah di pikirkannya matang-matang dan berdo'alah selalu untuk keselamatannya," ucap Grace lembut.


"Dia sangat mencintaimu, dia ingin kamu bahagia," ucap Grace lagi.


Fatimah menarik napasnya dalam-dalam, sambil memejamkan matanya sesaat. "Salah satu kebahagiaanku adalah dia," jawab Fatimah dengan suara parau.


"Percayalah, jika kalian berjodoh pasti akan bersama kembali, meskipun semua terasa sangat sulit." Grace terus berusaha menyakinkan dan menenangkan Fatimah.


"Istirahatlah! Besok kita akan menghadiri pertunjukan fashion internasional." Grace berkata sambil tersenyum hangat.

__ADS_1


Fatimah mengerutkan keningnya, menatap tidak mengerti ke arah Grace.


"Fashion internasional?" Tanya Fatimah yang di jawab anggukan oleh Grace.


"Maksudnya, New York Fashion Week?" Tanya Fatimah kembali.


"Iya, tepat Sayang, kita akan memperkenalkan desain terbaru kita besok. Jadi, kamu sekarang harus istirahat yang cukup untuk persiapan besok." Grace tersenyum manis dengan tatapan penuh kasih sayang.


Fatimah tersenyum dengan mata berbinar bahagia, ssmbil menghapus sisa-sisa air matanya. Tetapi, tiba-tiba senyumnya memudar.


"Aku tidak mempunyai pakaian yang cocok untuk ke acara itu," ucap Fatimah dengan wajah sendu.


"Hmm ... Apa kamu lupa jika aku adalah desainer terkenal," ucap Grace sambil melipat kedua tangan di dadanya.


Fatimah tersadar, jika apa yang sudah di katakannya bukanlah hal yang harus di pikirkannya. Mereka saling tatap, kemudian mereka berdua sama-sama tersenyum lebar dan langsung berpelukan kembali.


"Terima kasih, Mommy,"


"Sama-sama, Sayang,"


...****************...


Alex dan Grace saling memuji dan menghargai satu sama lain. Bagi Alex, setiap saat Grace selalu membuatnya selalu jatuh cinta, begitu juga yang di rasakan oleh Grace.


Hidup tanpa kehadiran sang buah hati tidak membuat biduk rumah tangga mereka berantakan, karena selama ini mereka mempunyai panti asuhan dan mereka juga mempunyai banyak anak angkat tanpa mengadopsi.


Alex dan Grace menatap ke arah anak tangga, di mana Fatimah melangkah turun dengan gaun muslimah yang mewah dan elegan tanpa ada kesan glamour.


"Luar biasa, aku tidak bisa membayangkan jika Afif melihat penampilanmu hari ini," ucap Grace langsung menghampiri dan memeluk Fatimah.


Diam-diam Alex memotret dan merekam Fatimah, tentu saja Fatimah tidak pernah menyadarinya. Alex pun segera mengirimkannya ke ponsel Afif.


"Gaun hasil desain mommy ini sangat cantik, siapapun yang memakainya pasti akan terlihat sangat berbeda," sanggah Fatimah, merasa sangat tidak enak hati dengan pujian. Walaupun, dia sempat memuji dirinya sendiri saat bercermin tadi. Riasan para pegawai Grace, benar-benar seperti membuatnya seseorang yang berbeda.


"Dirimu memang sudah cantik sayang, pakai apapun tetap saja cantik," puji Grace lagi, mrmbuat wajah Fatimah merona.


"Sayang, jangan menggoda Fatimah terus. Lebih baik kita berangkat sekarang." Ajak Alex sambil memeluk pinggang Grace.

__ADS_1


Alex tidak mengeluarkan kata-kata pujian untuk Fatimah, walaupun dia kagum dan terpesona dengan penampilan Fatimah hari ini. Dia sangat mengetahui, jika itu tidak baik untuk wanita muslimah seperti Fatimah.


"Baiklah, kita berangkat sekarang," ucap Grace sambil menggandeng tangan Fatimah.


"Jangan lupa dengan namamu yang sekarang," bisik Grace yang di jawab anggukkan oleh Fatimah.


Untuk sementara waktu demi keamanan, Fatimah memakai nama Elza dan identitas baru, semua sudah di atur oleh Alex yang mempunyai pengaruh di bidang pemerintahan.


Mobil pribadi Alex dan Grace yang di kendarai oleh ajudan pribadinya, segera melaju membelah jalan raya. Perasaan bahagia dan takut bercampur aduk di hati Fatimah, seperti mimpi dia akan menghadiri sebuah pertunjukan fashion dunia yang tidak pernah di bayangkannya. Bahkan, dia menjadi salah satu tamu undangan spesial bersama Alex dan Grace.


Tidak membutuhkan waktu lama mereka sampai di tempat acara. Fatimah terpukau dengan gedung besar dan mewah di hadapannya. Dia sangat mengetahui jika acara Fashion New York ini, di hadiri oleh tiga negara besar di bidang Fashion yaitu Paris, Londan dan Milan yang terkenal dengan dunia fashionnya.


Fatimah bersyukur sekali, karena dia fasih dalam berbahasa inggris, apa lagi dia pernah kuliah dan tinggal di Turki selama empat tahun, di mana para turis menggunakan bahasa inggris.


Seperti biasa, Alex dan Grace memperkenalkan Fatimah kepada semua rekan bisnis dan para model dunia dengan nama Elza.


Fatimah tidak percaya, jika gaun yang di pakainya adalah rancangan terbaru dari Grace sebagai model gaun mewah dan elegan bernuansa muslimah.


Bagaikan mimpi untuk Fatimah, jika dia sekarang sedang berada di atas catwalk bersama Grace yang menggandengnya untuk memperkenalkan rancangsn terbarunya.


Riuh tepuk tangan, banyaknya lampu kamera dan tatapan kagum ke arah mereka, membuat Fatimah mengeluarkan banyak keringat, padahal suhu di ruangan itu sangatlah sejuk.


"Kenapa mommy tidak memberitahu aku sebelumya?" Bisik Fatimah, di saat mereka sedang menunggu acara penutup.


"Ini surprise sayang. Aku juga tidak menyangka, jika desain pakaian muslimah ini mendapatkan respon yang sangat positif," jawab Grace sambil berbisik juga, membuat Fatimah terdiam, karena mereka mendapatkan buket bunga dari salah satu desainer terkenal asal Paris.


Alex tersenyum bangga dan bahagia, tentu saja dengan foto-foto dan video yang sudah di ambil dan di rekamnya segera di kirimkan lagi ke Afif.


...****************...


Hai, author datang di bab ini dengan kehaluan ya😁🤭.


Mohon maaf, jika kehaluan author tidak sesuai dengan pemikiran kalian🙏☺️.


Semoga ini awal kebahagiaan Fatimah dan Fatimah tidak menangis lagi.


Terima kasih yang masih setia mengikuti alur cerita novel ini🤗🙏.

__ADS_1



__ADS_2