Mengejar Cinta Fatimah

Mengejar Cinta Fatimah
Gagal


__ADS_3

Bab 17


Fatimah berteriak sambil berdiri, membuat semua tercengang dan ikut berdiri.Dia menatap tajam Afif dan Nabila.


"Mas Afif, selesaikan dulu urusanmu dengan dia! Setelah itu temui dan jelaskan kepada kami!" tegas Fatimah, langsung melangkah pergi meninggalkan Afif yang terus menatapnya.


"Benar kata Fatimah, selesaikan dulu urusan masa lalu kalian" ucap haji Maulana, mengajak Umi Zahira dan Salma untuk pergi dari ruangan itu.


Ilham menghela napas dan ikut melangkah pergi menyusul keluarganya. Arman tersenyum penuh kemenangan, dia juga melangkah pergi di ikuti oleh Arsyad.


"Papah hanya berharap, kamu memberikan keputusan yang terbaik Nak!" ucap Azhar sambil menepuk pelan pundak Afif. Dia mengajak Sarah untuk meninggalkan mereka berdua. Sarah dan Nabila saling tatap di iringi dengan senyuman dari bibir mereka.


Afif meminta Nabila untuk duduk. Dia menatap dalam Rio, seakan-akan mencari pembenaran jika dia adalah ayah biologis dari Rio.


"Nabila, seandainya kamu tidak menghilang waktu itu, mungkin kita sudah mempunyai lebih dari Rio" ucap Afif sambil menghela napas.


"Aku pergi karena terpaksa, karena saat itu aku masih ingin mengejar cita-citaku sebagai model dunia papan atas" jawab Nabila dengan suara yang mulai parau.


"Aku tidak mengetahui, jika saat itu sudah ada janin Rio di rahimku" ucap Nabila lagi, membuat Afif kembali menghela napas dan mengusap kasar wajahnya.


"Kamu sudah merusak kebahagiaan dan masa depanku Nabila! bertahun-tahun aku mencoba melupakanmu, sampai akhirnya aku menemukan bidadari tak bersayap seperti Fatimah, tetapi, hari ini kamu sudah menghancurkannya!" Afif berkata dengan penuh penekanan, sambil menatap tajam Nabila. Tatapan dan perkataan Afif membuat wajah Nabila memerah.


"Pernikahan kita hanyalah pernikahan siri, kamu pergi selama enam tahun tanpa ada kabar berita, tentu saja aku tidak mempercayaimu!" ucap Afif lagi, membuat wajah Nabila semakin memerah.


"Enam tahun perpisahan kita, benar-benar sudah merubahmu! katakan kepadaku, di mana kelebihan wanita itu di banding aku, Afif" teriak Nabila sambil menangis.


Afif merasakan keanehan di hatinya, kenapa perasaannya biasa saja saat melihat Nabila menangis. Dahulu, jangankan melihat Nabila menangis, jika wajah Nabila terlihat sedih saja sudah membuatnya sangat terluka.


"Dia wanita sempurna yang tidak perlu aku bandingkan dengan wanita mana pun!" tegas Afif, membuat dada Nabila terasa sesak.


Afif menatap nanar Rio yang menatapnya dengan tatapan kosong. Dia juga merasakan keanehan, Rio hanya terdiam dengan wajah tampannya yang datar. Rio sama sekali tidak merespon atau memberikan reaksi dengan semua yang di lihat dan di dengarnya. Apa lagi jika di bandingkan dengan Aisyah, yang begitu cerewet dan peka.

__ADS_1


"Rio, kemarilah!" Panggil Afif sambil tersenyum dan merentangkan tangannya meminta anak itu mendekatinya.


Rio sedikit mengerutkan dahinya, dengan terus menatap Afif. Rio pun mulai berdiri, perlahan dia berjalan mendekati Afif.


"Rio!" bentak Nabila, menahan lengan Rio yang hampir sampai ke pelukan Afif.


"Kenapa kamu melarangnya? Bukankah dia Puteraku!" ucap Afif mengerutkan keningnya menatap Nabila. Seketika wajah Nabila kembali memerah, dia mengusap kasar air matanya.


"Kamu tidak mengakuinya, jadi buat apa kamu memeluknya?" Nabila berkata, sambil kembali terisak dan memeluk Rio.


Sikap Nabila semakin membuat curiga Afif. Dia perlahan mendekati mereka dan mensejajarkan tubuhnya dengan Rio. Dia tersenyum dan mengelus puncak kepala Rio.


"Apa kamu sedih melihat Mamahmu menangis?" Tanya Afif yang di jawab gelengan kepala oleh Rio, membuat Afif tersenyum. Dia pun kembali berdiri dan menatap tajam Nabila, wanita yang dulu benar-benar bertahta di hatinya.


"Kita akan melakukan test DNA" ucapan Afif membuat Nabila tercekat dan seketika itu juga wajahnya memucat.


"Siapa anak ini sebenarnya?" Tanya Afif dengan wajah gusar dan memerah.


"Afif kita belum bercerai! aku tidak akan mengijinkan kamu untuk menikah lagi!" sergah Nabila, mengalihkan pertanyaan Afif. Perkataan Nabila membuat Afif menarik napas kasar.


"Afif, aku tidak mau kamu ceraikan! aku tidak ikhlas kamu menikah lagi!" Teriak Nabila, sambil mengejar Afif yang sudah pergi meninggalkan Nabila sambil membawa Rio.


Nabila terus berteriak dan menangis mengejar Afif. Kiki, Reynold dan Anton mencoba menenangkannya. Arsyad dan Arman menghadang Afif ketika berniat menemui Fatimah dan haji Maulana.


"Aku tidak akan membiarkan lelaki berengsek sepertimu menikahi adikku!" Arman berkata dengan sorot mata memerah dan kedua telapak tangannya mengepal kuat.


"Aku menghormatimu sebagai Abang dari wanita mulia calon bidadari surgaku, jadi tolong jangan memancing amarahku!" tegas Afif dengan tatapan tak kalah tajam.


"Kurang aj*r!"


Arman yang sudah di kuasai amarah langsung menyerang dan melayangkan bogem mentah ke wajah Afif. Namun, dengan sigap Afif menghindarinya. Bahkan, dengan mudah Afif bisa melumpuhkan Arman.

__ADS_1


Arsyad mendengkus kesal, dia pun berniat memberikan serangan kepada Afif lewat belakang. Tetapi, sebuah tangan langsung mencengkeram pundaknya dan menahan pergerakannya.


"Hentikan semuanya! Jangan buat keributan di rumah saya!" Tegas haji Maulana, membuat suasana menjadi tegang.


"M-maaf Abi, saya ...."


"Pulanglah Afif! Pernikahanmu dengan Fatimah hari ini batal!" Tegas haji Maulana.


Perkataan haji Maulana membuat Afif panik, seketika wajahnya memucat. Saat Afif ingin menjawab, Azhar menepuk pundaknya pelan memberi isyarat jika dia saja yang berbicara.


"Kita akan menyusun rencana pernikahan ini kembali, tolong berikan kesempatan untuk Putera saya!" Permintaan Azhar membuat haji Maulana menghela napas.


"Maaf Pak Azhar, saya tidak berani berjanji karena semua tergantung Fatimah" jawab haji Maulana.


"Apa saya bisa bertemu dengan Fatimah, Bi?" Terlihat wajah Afif penuh harap.


"Maaf Nak Afif, untuk kali ini saya tidak memberikan ijin" ucap haji Maulana dengan berat hati.


Azhar mencoba memberikan pengertian kepada Afif. Akhirnya Afif mengalah. Dia melangkah gontai meninggalkan tempat yang seharusnya menjadi saksi kebahagiaannya dengan Fatimah saat mengikat janji suci.


Afif tersentak saat tangan mungil Rio menyentuh lengannya. Afif tersenyum, dan dengan pelan dia mengacak rambut Rio. Entah kenapa Afif tidak bisa menolak kehadiran Rio, walaupun, dia yakin jika Rio bukanlah anaknya.


"Aku akan merawatmu, walaupun aku belum mengetahui siapa kamu" ucap Afif dalam hati, sambil menggandeng tangan Rio.


Fatimah mengintip Afif dari kaca jendela yang berada di kamarnya di lantai dua, kamar yang seharusnya menjadi saksi bahagia di malam pertama mereka. Dia menatap nanar Afif yang melangkah pergi bersama Rio. Dia juga bertanya di dalam hati, kemana ibu dari anak itu.


Akhirnya hari ini, Afif dan Fatimah gagal melangsungkan pernikahan. Perih dan sedih sangat di rasakan oleh mereka dan para keluarga kecuali Arman dan Sarah.


***********


Hai, kalian pasti penasaran khan bagaimana kelanjutan hubungan Afif dan Fatimah. Pastinya kalau jodoh tak akan kemana😁🤗.

__ADS_1


Jangan lewatkan perjuangan Afif dan Fatimah dalam mewujudkan impian mereka, membangun mahligai pernikahan yang bahagia.



__ADS_2