Mengejar Cinta Fatimah

Mengejar Cinta Fatimah
Tentang Mark


__ADS_3

Bab 52


Mereka semua tersentak mendengar permintaan Fatimah. "Apa yang kamu katakan, Sayang?" Tanya Grace, mencoba mengingatkan Fatimah.


"Aku sudah memikirkannya. Jika kamu ingin hubungan ini hanya dengan keseriusan dan komitmen tanpa adanya pernikahan, lebih baik mulai sekarang kamu pergi menjauh, Mark!" pinta Fatimah dengan penuh penegasan.


Mark terssnyum bahagia dan berkata dengan mata berbinar. "Tentu saja aku akan menikahimu Fatimah Assyifa Khairunisa," Mark berkata dengan tegas, membuat Fatimah terperangah saat Mark menyebut nama lengkapnya.


"K-kamu mengetahui nama lengkapku?" Fatimah bertanya sambil menatap lekat wajah Mark. Dia mencoba melihat detail wajah Mark, untuk memastikan apakah mereka sudah bertemu sebelumnya.


"Kita pernah bertemu Fatimah, tetapi kamu tidak pernah menyadari kehadiranku. Akuu sudah sejak lama mengenal dan mengetahui tentangmu," ucap Mark sambil tersenyum, membuat Fatimah mengerutkan keningnya.


"Pasti kamu mengetahui semuanya dari mantan suamiku," tebak Fatimah membuat Mark tertawa kecil.


"Afif memang sepupuku, tetapi aku tidak pernah mengetahui tentang pernikahan kalian," jawab Mark dengan wajahnya santai.


"Lalu, dari mana kamu mengetahui tentang aku?" Fatimah bertanya sambil kembali mengerutkan keningnya, menatap penuh selidik ke wajah Mark.


Mark tersenyum. Senyuman yang mulai terlihat berbeda di mata Fatimah.


"Beberapa tahun yang lalu, aku sudah mempunyai rencana untuk mengkhitbahmu," perkataan Mark membuat Fatimah, Alex dan Grace tersentak. Terlihat wajah mereka tidak percaya dengan perkataan Mark.


Alex dan Grace sangat mengetahui, jika mengkhitbah atau khitbah merupakan pinangan dengan kata lain adalah lamaran atau meminta seorang wanita untuk jadikan istri untuk diri sendiri maupun orang lain.


"Aku semakin tidak mengerti dengan maksudmu, Mark!" Fatimah merasakan kepalanya sedikit pusing.


"Maafkan aku Fatimah, jika semua membingungkan untukmu," ucap Mark sambil menghela napas dan mengusap kasar wajahnya.


"Aku sudah lama mengenal Abimu Ustadz Maulana Yusuf dan Umi Zahira Kulsum." Fatimah kembali terperangah saat Mark menyebut nama panjang kedua orang tuanya, lebih tepat kedua orang tua angkatnya.


Mark yang mengetahui banyak pertanyaan di kepala Fatimah, dia pun kembali memberikan penjelasan. "Ustadz Maulana atau aku sering menyebutnya Abi Maulana adalah guru mengajiku dan tempatku menuntut ilmu. Saat aku memutuskan untuk hijrah dari duniaku yang kelam." Mark berkata, sambil menarik napas dalam-dalam.


Mark teringat dengan kehidupan masa lalunya yang penuh dengan foya-foya dan maksiat, hampir setiap malam dia menghabiskan waktu di sebuah klub malam, hanya untuk sekedar minum, bermain kasino atau bermalam dengan wanita penghibur yang sangat spesial yang merupakan langganan para pengusaha kelas kakap seperti dirinya.

__ADS_1


Bahkan, Mark sempat tertarik mendirikan klub malam ternama di New York City dengan fasilitas yang elit, tentu saja dengan menyajikan banyak hiburan, minuman keras, kasino dan pastinya service dari wanita cantik yang berkelas, walaupun, pekerjaan mereka hanya sebagai wanita penghibur. Apa lagi dia mrmpunyai jabatan di pemerintahan, membuat bisnisnya di dunia malam berjalan sangat lancar dan maju.


Semua materi, keberhasilan dan kemewahan yang di milikinya, tidak menjamin kebahagiaannya, justru membuatnya harus kehilangan kedua orang yang sudah berjasa di dalam hidupnya dan sangat menyayanginya. Kedua orang tuanya harus merenggang nyawa akibat konflik yang terjadi antara dia dengan rekan bisnisnya.


Kepergian kedua orang tuanya dengan cara yang tragis, membuatnya tersadar dengan bisnis haram yang di lakukannya. Mark pun melepaskan bisnis haram itu dan mencoba memperbaiki hidupnya. Sampai akhirnya takdir mempertemukannya dengan Ustadz Maulana Yusuf.


"Bagaimana kamu bisa mengenal mereka?" Tanya Fatimah membuyarkan lamunan Mark.


Mark menarik napas kasar dan berkata, "Abimu lah yang sudah membantuku lepas dari kehidupan malam dan dunia hitam. Beliau banyak mengajarkan aku ilmu agama dan kebaikan. Sampai tidak sengaja aku melihatmu , saat berkunjung ke pesantren, Fatimah ," jelas Mark, membuat Fatimah kembali mengingat memori beberapa tahun yang lain.


Sekarang Fatimah mengingat wajah Mark. Mereka pernah beberapa kali bertemu, saat Mark menghabiskan harinya untuk belajar di pesantren untuk beberapa bulan. Tetapi, saat itu dia mendapatkan beasiswa untuk kuliah di Turki.


"Apa kamu mengingatku?" Tanya Mark menatap sendu Fatimah.


"Iya, aku mengingatnya," jawab Fatimah, membuat Mark tersenyum.


"Aku jatuh cinta saat pertama kali melihatmu dengan seragam putih abu-abumu. Abi Maulana mengetahui perasaanku, tetapi saat itu Arsyad sedang berusaha mengkhitbahmu. Bahkan, keluarga Arsyad ikut menanam modal untuk pesantren Darul Hikmah." Fatimah mendengar dan mencoba mencerna penjelasan Mark.


"Aku tidak mengetahui, jika Afif lah sepupu dan teman kecilku yang beruntung bisa memperistrimu," perkataan Mark membuat Fatimah tersenyum kecut.


"Mulai saat ini, jangan pernah menyebut nama itu lagi, bagiku, dia sekarang hanyalah masa lalu," ucap Fatimah dengan suara parau.


Mark, Alex dan Grace saling melempar pandang. Alex menarik napasnya dalam-dalam. Ini semua yang di inginkan Afif, agar Fatimah segera menikah dengan Mark. Namun, Alex sangat mengetahui jika jauh di lubuk hati Afif ada rasa sakit dan luka yang menganga.


"Aku akan menjadi Imammu, aku akan mempersiapkan semuanya. Apakah kamu siap jika seminggu lagi kita menikah?" Pertanyaan Mark membuat Alex dan Grace kembali melempar pandang. Mereka hanya menjadi pendengar dan akan bersuara saat di mintai pendapat karena semua keputusan sepenuhnya di tangan Mark dan Fatimah.


"Aku siap Mark," jawab Fatimah dengan tatapan sendunya. Sebuah keputusan yang membutuhkan kebesaran hati.


"Om, tante, aku meminta izin kalian untuk mengkhitbah Fatimah. Aku akan segera menyiapkan semuanya," Mark menatap Alex dan Grace dengan binar kebahagiaan yang terpancar di wajahya.


Alex dan Grace tersenyum. "Aku akan membantumu untuk menyiapkan semuanya," Alex berkata sambil menepuk pelan pundak Mark. Dia tidak menyangka jika Fatimah adalah mantan istri dari keponakannya dan sekarang akan menjadi istri dari keponakannya yang lain. Jalan takdir manusia memang penuh rahasia dan tidak ada satu makhluk pun yang mengetahuinya.


...****************...

__ADS_1


Setelah Fatimah melakukan pemeriksaan terhadap organ dalamnya, ternyata tidak ada yang membahayakan. Hanya ada sedikit keretakan di kaki kirinya dan itu bisa di lakukan cukup dengan pengobatan dan therapy. Namun untuk sementara Fatimah harus berada di kursi roda.


Tentu saja mereka begitu senang menerima hasil test itu. Namun, terlihat Fatimah yang terdiam seperti memikirkan sesuatu.


"Apa yang kamu pikirkan Fatimah?" Tanya Mark, menatap lekat wajah Fatimah yang sekarang berstatus sebagai calon istrinya.


"Nama siapa yang aku pakai, saat kamu mengucapkan ijab qobul nanti?" ucap Fatimah dengan suara lirih.


"Tentu saja dengan nama cantikmu, Fatimah Assyifa Khairunnisa." Tegas Mark, membuat Fatimah menatap nanar ke arah Mark.


"Kamu tidak perlu khawatir Fatimah. Om yang akan mengurus semuanya," jawab Alex pasti, membuat Fatimah tersenyum. Terapi, senyum itu kembali menghilang dari bibirnya.


"Abi Maulana bukanlah ayah kandungku, dan aku belum mencari tahu siapa ayah kandungku," ucap Fatimah lagi sambil menundukkan wajahnya. Ada sesak yang menyeruak di dadanya.


"Fatimah, ayah kandungmu sudah meninggal dan tidak ada keluarga lain dari ayahmu," Perkataan Mark membuat Fatimah tersentak dan menatap Mark dengan mata berkaca-kaca.


"Maafkan jika ini menyakitkan, aku sudah menyelidikinya. Setelah kita menikah nanti kita akan menemui ibumu, karena keadaannya sekarang tidak memungkinkan kalian bertemu."


...****************...


Maaf ya babnya di gantung lagi 🤭😁.


Apakah masa lalu Mark di dunia hitam ad hubungannya dengan bisnis ilegal yang melibatkan Afif sekarang?


Apa penyebab kematian kedua orang tua Mark?


Apakah pernikahan Mark dan Fatimah akan berjalan lancar?


Siap orang tua Fatimah sebenarnya?


Jangan lewatkan di bab selanjutnya esok hari 🥰🙏


__ADS_1


__ADS_2