Mengejar Cinta Fatimah

Mengejar Cinta Fatimah
Predator laut


__ADS_3

Bab 46


Di sebuah kapal layar, terlihat sesosok tubuh yang sedang tergeletak tak berdaya di atas sebuah papan dengan tubuh terikat. Papan itu tepat berada di pinggir kapal. Sedikit saja ada gerakan, tak bisa di hindari papan itu akan langsung jatuh ke lautan.


Sarah terbangun saat merasakan badan, tangan dan kakinya yang sangat sakit. Dia mencoba memulihkan kesadarannya dan mengingat semua yang terjadi. Ketika ingatannya sudah terkumpul, dia menyadari jika dirinya sedang terikat di sebuah papan kayu.


Udara dingin menerpa tubuhnya, dia mengedarkan pandangannya, sebuah lautan biru yang luas tampak jelas di hadapannya. Seketika jantung Sarah langsung berdetak sangat kencang. Dia menyadari bahaya yang sedang mengancam nyawanya.


Sarah menatap langit yang kini sangat jelas di hadapannya. Posisi Sarah kini sedang tertidur terlentang di atas papan dengan tangan dan kaki terikat sehingga berbentuk huruf X, begitu juga dengan badannya yang juga terikat kuat di atas papan itu.


Jantung Sarah semakin berdegup kencang, saat melihat dari ekor matanya sirip punggung ikan hiu yang terlihat di permukaan laut. Ikan hiu yang merupakan predator laut yang sangat buas.


Sarah sangat mengetahui jika sebentar lagi tubuhnya akan menjadi santapan para ikan hiu itu. Tiba-tiba wajah Afif hadir di pelupuk matanya. Buliran bening tidak terasa mengalir dari sudut matanya. Dia sudah pasrah, jika dia harus menghembuskan napasnya di tangan sang prediator laut. Namun, untuk terakhir kalinya dia ingin sekali melihat Afif.


Di tengah ketakutannya, terlihat beberapa orang melangkah mendekatinya. Sarah melihat Sony, Arsyad, Arman, Mr Fung, Mr Jack dan beberapa bodyguard mereka.


"Hai, kenapa kamu menangis Sarah?" Tanya Sonny sambil berjongkok menatap wajah Sarah, yang sudah di banjiri air mata dan peluh yang bercucuran membasahi wajah dan tubuhnya.


Sony tersenyum puas melihat wajah Sarah yang pucat pasi karena ketakutan. " Kamu pasti sudah paham, jika aku bisa melakukan apa pun, bahkan, kamu juga pasti sangat tahu aku adalah orang yang kejam tanpa belas kasih yang bisa menghalalkan segala cara." Sony berkata sambil menyentuh wajah Sarah. Dia mengusap lembut wajah Sarah dan menghapus air mata yang terus mengalir dari sudut mata Sarah.


"Sangat di sayangkan, jika tubuh seksimu harus menjadi santapan mereka!" ucap Sony sambil tersenyum smirk dan melirik ke arah sirip punggung para hiu yang timbul di permukaan laut.


"Aku sudah melakukan semuanya untukmu, bahkan, aku sudah menyerahkan keperaw*nanku untuk Azhar dan menjadi istrinya!" Sarah berkata dengan mata memerah menatap tajam Sony.


"Aku juga sudah membantumu menghancurkan hidup Afif! Bahkan, aku juga sudah membantumu membun*h Anjani!" teriak Sarah dengan wajah dan mata yang semakin memerah.


Perkataan Sarah membuat Sony tertawa terbahak-bahak. "Kamu terlalu banyak mengetahui rahasia masa laluku, dan kamu ingin berubah dan hidup bersama Afif, dan itu akan sangat membahayakanku, Sarah!" ucap Sony penuh penekanan.

__ADS_1


"Aku tidak akan pernah memberi ampun seorang pengkhianat!" Sony berkata sambil mencengkram kuat rahang wajah Sarah, membuat Sarah meringis.


"Kematianmu akan menjadi kematian yang menyakitkan, Sayang!" Sony berkata, sambil mengarahkan pandangannya ke arah Arsyad.


Arsyad menelan salivanya, tenggorokannya terasa sangat kering. Sambil mengatur irama jantungnya dengan tangan gemetar, dia mengeluarkan pisau lipat dari saku celananya. Perlahan dia membuka pisau itu dan melangkah mendekati Sarah dan Sony.


Sarah menatap Arsyad, membuat Arsyad melempar pandangannya ke arah lain. Dia tidak mampu menatap mata Sarah. Bagaimana pun dia tidak sanggup untuk menghilangkan nyawa seseorang dengan tangannya sendiri. Apa lagi dia dan Sarah sering menghabiskan waktu bersama di ranjang.


"Hanya ada dua pilihan untukmu Arsyad, memberikan luka untuknya atau kamu melukai diri sendiri!" perintah Sony, sebagai pilihan yang sulit untuk Arsyad.


Arsyad terdiam, dia mencoba menatap netra Sarah yang terus menatapnya dengan air mata yang terus membasahi wajahnya.


"Jika kamu tidak secepatnya memilih, maka kalian berdua yang akan menjadi santapan mereka!" bentak Sony, yang tidak sabar melihat Arsyad.


Arsyad menarik napas dalam dan membuangnya kasar. Perlahan, Arsyad semakin mendekati Sarah. Jauh di lubuk hatinya, dia tidak ingin melukai Sarah dan menjadikan Sarah sebagai santapan para predator laut itu. Namun, saat mengingat wajah kedua orang tua dan adiknya membuat Arsyad terpaksa melakukanya.


Sambil menarik napas, Arsyad langsung menggoreskan pisau lipat tajam itu kepergelangan tangan kanan Sarah, dan membuat Sarah menjerit kesakitan. Sambil mengeluarkan air mata Arsyad kembali menggoreskan pisau lipat itu ke mata kaki kanan Sarah, membuat Sarah kembali menjerit dengan tubuh menggelepar menahan sakit.


Papanpun bergoyang hebat dengan dar*h Sarah yang mengalir deras dari papan jatuh kelautan. Tentu saja, bau anyir dar*h Sarah mengundang perhatian para paus.


Seketika dalam hitungan detik seekor hiu besar langsung lompat ke papan tempat tubuh Sarah yang sedang menggelepar kesakitan dan segera menggigit ganas tangan Sarah, membuat tubuh Sarah tertarik kuat.


Tubuh Sarah langsung terhempas ke dalam lautan bersamaan dengan papan yang mengikat tubuhnya. Seketika, air laut yang berada di bawah kapal layar mereka berubah menjadi warna merah.


Arsyad menahan sesak di dadanya, melihat Sarah yang menjadi santapan para hiu itu. Pisau lipat yang sudah berlumuran dar*h itu langsung terlepas dari tangannya. Sedangkan, Sony, Arman, Mr Fung, dan Mr Jack tertawa terbahak-bahak melihat kematian Sarah. Para bodyguard terlihat bergidik ngeri, membuat mereka berpikir dua kali untuk berkhianat atau berbelok dari Sony.


Terlihat Afif yang berlari kencang ke arah mereka. "Sony, apa yang kamu lakukan!" teriak Afif dengan napas memburu. Dia tidak percaya dengan apa yang di lihatnya. Tubuh Sarah sudah tidak terlihat dan para paus sudah pergi, hanya menyisakan warna merah di tengah air laut yang berwarna biru.

__ADS_1


Afif tidak percaya jika pertemuannya dengan Sarah adalah pertemuan terakhir. Saat dia ingin memenuhi permintaan Sarah, ternyata semua sudah terlambat.


"Ini adalah peringatan untuk kalian semua! Terutama kalian berdua!" Sony berkata sambil menatap tajam Afif, Arsyad dan para bodyguard.


"Ingat Arsyad, sewaktu-waktu kedua orang tua dan adikmu bisa menjadi santapan mereka! Ancam Sony menatap Arsyad.


"Kamu juga Afif, aku dengan mudah bisa mendapatkan Fatimahmu! Jika kamu macam-macam aku bisa menjadikan nasibnya sama seperti Sarah, bahkan lebih tragis lagi!" Bisik Sony dengan suara penuh ancaman.


"Jangan pernah berani macam-macam!" Ancam Sony lagi, sambil menepuk kuat pundak Afif dan Arsyad.


Sony pun melangkah meninggalkan Afif dan Arsyad di ikuti oleh Mr Jack, Mr Fung dan para bodyguard.


"Fatimah benar-benar wanita pembawa si*l. Kamu lihat, gara-gara dia aku harus kehilangan dua wanita yang bisa melayaniku dengan sangat baik di ranjang," ucap Arman yang membuat wajah Afif merah padam.


...****************...


Maaf ya ceritanya author gantung, biar semakin penasaran😁.


Maaf juga jika di dua bab belum menceritakan lagi sosok Fatimah.


Kalian kasihan ga sie dengan apa yang menimpa Sarah? Author aja saat nulis ini ga tega dengan nasib Sarah😢.


Sebenarnya saat menulis bab ini, ada satu adegan film luar yang ada di kepala author.


Maaf ya kalau tulisannya kurang greget🙏🤭.


__ADS_1


__ADS_2