Mengejar Cinta Fatimah

Mengejar Cinta Fatimah
Pertemuan setelah tiga tahun


__ADS_3

Bab 26


Tidak terasa waktu terus berjalan, tiga tahun Afif berada di korea selatan, sambil melakukan pengobatan dan penyembuhan, dia juga memulai bisnisnya di sana. Kelumpuhannya yang sudah sembuh total dan bisnisnya yang semakin maju, membuat Afif menjadi CEO kembali di perusahaan yang di bangunnya dari nol.


Afif pun sudah melebarkan sayap bisnisnya ke negara kelahirannya. Dan hari ini adalah kepulangan Afif ke Indonesia, begitu juga dengan Nabila yang berkecimpung di dunia model di Paris membuat karirnya semakin bersinar. Mereka sepakat untuk kembali ke Indonesia, tentu saja dengan janji yang sudah di sepakati mereka.


"Sayang, aku merindukanmu" sapa Nabila langsung memeluk Afif, ketika mereka bertemu kembali di rumah mewah yang sudah di beli Afif sejak lama.


"Terimakasih sudah merindukanku" jawab Afir, melepaskan pelukan Nabila.


"Ternyata kamu belum berubah, penolakanmu membuat aku semakin penasaran" ucap Nabila dalam hati, tetap berusaha tersenyum.


"Bagaimana kalau malam ini kita dinner dan membicarakan rencana kita yang sudah tiga tahun tertunda?" Tanya Nabila, sambil bergelayut manja di lengan Afif yang semakin kekar.


"Sepertinya aku membutuhkan istirahat, apa kamu tidak lelah?" Afif bertanya sambil menatap lekat wajah Nabila. Wajah yang semakin cantik dan mempesona, hanya lelaki bodoh yang menolaknya.


Afif sendiri bingung dengan perasaannya, bertahun-tahun menjalin kasih dengan Nabila, bahkan, sampai melakukan pernikahan siri. Patah hati hampir enam tahun karena Nabila sudah meninggalkannya, seharusnya dengan mudah cinta itu tumbuh kembali, apa lagi tiga tahun mereka sering bertemu, dan sekarang waktunya mereka membicarakan tentang pernikahan. Namun, sampai detik ini belum ada nama Nabila di hatinya.


Afif menghela napas dan mengusap kasar wajahnya. sebenarnya bisa saja dia kembali lebih cepat ke Indonesia. Namun, ketakutan menghantui hatinya, dia tidak bisa membohongi perasaannya, jika wanita muslimah sederhana itulah yang terus bertahta di hatinya.


"Fatimah, apa kabarmu?" Afif bertanya dalam hati.


Dalam waktu tiga tahun, Afif menahan diri untuk tidak nencari tahu atau informasi yang berhubungan dengan Fatimah. Sekuat mungkin dia berusaha melupakan Fatimah, tetapi, kesibukan dan kesuksesannya tidak mampu menahan perasaan dan kerinduannya yang semakin mendalam kepada wanita yang hanya di nikahinya dalam waktu beberapa bulan, bahkan, dia belum pernah menyentuhnya sama sekali.


"Sayang ...." Panggilan Nabila membuyarkan lamunan Afif.


"K-kamu atur saja ... aku istirahat dulu!" Afif langsung bergegas menuju ke kamarnya, meninggalkan Nabila yang terpaku di ruang tamu yang sangat luas dan mewah.


"Ternyata kamu belum bisa melupakannya, baiklah! kita lihat nanti apa kamu masih terus mengharapkannya!" Nabila berkata, dengan senyum smirknya sambil meraih ponselnya dan segera mengirimkan pesan.


[ Nanti malam, aku dan Afif akan dinner di restoran XX, jangan lupa datang bersamanya dan jalankan rencana kita }.

__ADS_1


{ Siap cantik, permainan akan segera di mulai😘 }.


"Dasar lelaki mesum" umpat Nabila melihat pesan balasan yang di terimanya. Dia menyeringai dan melangkah nenuju kamar yang sudah di siapkan untuknya.


******************


Tepat jam tujuh malam, Nabila sudah tampil cantik, anggun dan mempesona, tidak akan ada lelaki satu pun yang mengabaikannya kecuali Afif. Dia mengakui kecantikan paripurna yang di miliki Nabila, tetapi baginya pesona Fatimah belum bisa tergantikan.


Tidak membutuhkan waktu lama, mereka pun sampai di sebuah restoran XX yang sangat mewah yang berada di jantung ibukota, tangan Nabila terus menggandeng tangan Afif. Dia sudah menyiapkan tempat makan yang spesial untuk mereka, tanpa Afif ketahui sebelumnya.


Tempat makan yang begitu romantis, mewah dan private. Nabila terus tersenyum menatap Afif yang kini sudah duduk berhadapan. Berbagai menu makanan dan minuman yang sudah di pesan Nabila pun datang.


"Kamu lihat sayang, aku selalu ingat dengan makanan dan minuman kesukaanmu" ucap Nabila lembut, sambil menggenggam tangan Afif.


"Terimakasih" jawab Afif, mencoba tersenyum.


"Sama-sama sayang" jawab Nabila dengan senyum menggoda.


Mereka pun menyantap makanan itu, dengan di iringi obrolan ringan. Selesai makan Nabila mengajak Afif berdansa di iringi dengan musik yang sangat romantis Awalnya Afif menolak, tetapi, Nabila terus memaksanya, membuat Afif tidak bisa menolak. Nabila meletakkan tangan kirinya di pundak Afif dengan tangan kanan memeluk pinggang Afif. Begitu juga sebaliknyanya, dengan terpaksa Afif melakukan hal yang sama.


Tampak seorang lelaki bertubuh atletis dengan brewok yang menghiasi wajahnya, sedang memeluk wanita berhijab itu dan berusaha menci*mnya, akan tetapi, terlihat penolakan dari wanita itu walaupun, bukan penolakan yang kasar.


Dada Afif terasa berdegup kencang, aliran darahnya terasa mengalir cepat, saat dia menajamkan pandangannya ke arah mereka. Sampai akhirnya Afif mengenali siapa kedua sosok berbeda jenis yang tidak jauh dari tempatnya. Dia pun langsung melepaskan pelukannya, membuat Nabila tersentak.


"Afif, ada apa? Kamu mau kemana?" Teriak Nabila, tanpa di pedulikan Afif.


"Afif, tunggu!" teriak Nabila, sambil berlari mengejar Afif.


Napas Afif memburu, wajahnya merah padam. Tampak kemarahan dan api cemburu di matanya, saat dia sudah berdiri di hadapan mereka. Tanpa bertanya terlebih dahulu status dari sepasang lelaki dan wanita itu, dia langsung menarik kasar tubuh lelaki itu, dan ....


"Kurang ajar"

__ADS_1


"Bugh ...."


Bogem mentah langsung Afif layangkan ke wajah lelaki itu, membuat lelaki itu tersungkur dan meringis kesakitan sambil memegangi sudut bibirnya yang berdarah.


"Afif apa yang kamu lakukan?" Teriak Nabila.


Afif tidak menggubris Nabila, dia langsung mendekati wanita berjilbab yang menatapnya dengan sayu. Tampak mata Afif berkaca-kaca menatap wanita yang sangat di rindukannya. Hatinya sangat sakit saat ada tangan lelaki lainnya menyentuhnya.


Tangan wanita berjilbab itu, perlahan menyentuh lembut wajah Afif, dan tanpa rasa malu dengan senyum menggoda dan tatapan penuh hasrat, wanita berjilbab itu mendekatkan wajahnya ke wajah Afif, membuat Afif mengerutkan keningnya, menyadari jika ada sesuatu yang tidak beres yang terjadi pada wanita itu.


Tanpa membuang waktu, dengan sigap Afif langsung menggendong tubuh wanita itu dan segera melangkah pergi meninggalkan restoran itu, tanpa mempedulikan teriakan Nabila dan lelaki brewok itu. Dia langsung membawa pergi wanita berjilbab itu dengan mobilnya.


"Aku merindukanmu, peluklah aku! Aku istrimu, bukankah kita sudah halal? Kenapa kamu tidak pernah menyentuhku?" Wanita itu langsung memeluk Afif dan mencoba menci*m pipinya. Akan tetapi, Afif berusaha menghindar sambil terus fokus menyetir.


"Kenapa kamu menolakku? Apa wanita yang bukan mahramnu itu lebih nenggoda?" Terlihat buliran bening membasahi wajah wanita itu, membuat dada Afif semakin sesak.


"Baiklah, akan ku buktikan, kalau tubuhku lebih seksi dari dia!" wanita berjilbab itu berkata, sambil mencoba melepas jilbabnya membuat Afif mengerem mendadak.


"Auw" pekik wanita itu, karena tidak memakai safety belt, membuat keningnya terantuk kaca mobil, akibat rem mendadak yang di lakukan Afif.


"Fatimah, apa yang terjadi denganmu?" Afif langsung memeluk tubuh wanita berjilbab yang tak lain adalah Fatimah. Air mata yang sudah tidak bisa lagi di bendungnya, kini mengalir deras membasahi pipinya.


********************


Kok aku ikut nangis ya, lihat Afif nangis😭, kalau kalian sedih ga?


Apa yang terjadi dengan Fatimah sebenarnya?


Siapakah lelaki yang bersama Fatimah?


Apakah ini salah satu rencana Nabila?

__ADS_1


Kisah selanjutnya, di bab berikutnya 🥰.



__ADS_2