Mengejar Cinta Fatimah

Mengejar Cinta Fatimah
Donor Dar*h


__ADS_3

Bab 34


Terlihat wajah Nabila yang memerah, air mata tidak bisa di bendungnya lagi. Perkataan Afif menghancurkan hatinya, membuat kebenciannya kepada Fatimah semakin menjadi.


"Lihat saja Afif, sebentar lagi hatimu akan hancur berkeping-keping!" ucap Nabila dengan geram sambil mengusap kasar air matanya.


Seberapa kuat Afif mencoba menahan kepergian Fatimah, tetapi tidak menyulutkan Fatimah untuk pergi menjauh dari kota yang sudah memberikan sejuta kenangan dan meninggalkan seseorang yang di cintainya. Dia bertekad ingin membuka lembaran baru di dalam hidupnya bersama Aisyah, Rio dan bi Rina.


Afif melepas Fatimah dengan perasaan yang sangat terluka, seakan separuh nyawanya telah pergi. Namun, dia sudah merencanakan semua kehidupan yang terbaik untuk mereka. Apa lagi, dia sangat mengetahui apa yang akan di rencanakan Fatimah dengan kehidupan mereka yang baru.


Mobil yang membawa Fatimah, Aisyah, Rio dan bi Rina melaju dengan kecepatan sedang. Tampak mereka bersenda gurau dan sesekali tertawa kecil.


Fatimah tersenyum dengan binar kebahagiaan dan harapan yang besar untuk memulai kehidupan yang baru dengan mereka yang menjadi penyemangat hidupnya.


Sampai tiba-tiba mobil terasa oleng, terlihat supir yang tampak sulit mengendalikan rem mobil, membuat mereka semua panik. Sampai akhirnya terdengar dentuman keras akibat pembatas jalan yang di hantam dengan kecepatan tinggi, sehingga mobil yang di tumpangi mereka terbalik dan hancur, seketika terlihat percikan api dari mesin mobil.


**************


Afif berlari kencang menyelusuri lorong rumah sakit, dadanya berdegup kencang, peluh membasahi seluruh tubuhnya, terlihat wajahnya yang penuh dengan ketakutan. Dia terus berlari sampai akhirnya dia berada di satu ruangan.


Terlihat dua sosok tubuh yang sudah tertutup kain dari ujung rambut dan ujung kaki. Afif berada di tengah-tengah dua ranjang itu, dengan tangan gemetar dan dada yang semakin sesak, perlahan dia membuka kain penutup wajah mereka.


Afif merasakan tungkai kakinya seketika melemas, dia langsung terduduk di lantai bibirnya bergetar hebat tanpa mampu mengucapkannya satu kata pun. Dia tertunduk menangis dalam diam, hanya air mata yang mengalir membasahi wajahnya


"Tuan," suara panggilan Dion menyadarkan Afif.


Afif mendongakkan kepalanya sambil menatap Dion yang berdiri bersama seorang dokter.


"Nyonya Fatimah kehilangan banyak dar*h dan dia juga harus segera di operasi," jelas dokter dengan penuh hati-hati.


Afif segera mengusap kasar air matanya dan segera berdiri.


"Selamatkan dia! Aku ingin dia selamat! Lakukan yang terbaik!" Afif berkata dengan rahang mengeras menatap tajam ke arah dokter.


"Baik Tuan, kami akan segera melakukan yang terbaik, tetapi maaf Tuan, kebetulan golongan dar*h yang di miliki Nyonya Fatimah termasuk golongan yang langka. Kami pihak rumah sakit kehabisan stok untuk golongan seperti itu," jelas dokter lagi, dengan ketakutan menghadap seorang Afif.


"Apa golongan dar*hnya?" Tanya Afif sambil mengusap wajahnya frustasi.


"Golongan darah Nyonya Fatimah AB,"

__ADS_1


Deg....


"Apa?"


Betapa terkejutnya Afif mengetahui golongan dar*h Fatimah.


"Golongan dar*h itu ....?" Afif tidak menerus ucapannya.


"Jika seseorang mempunyai golongan dar*h yang sama dan termasuk golongan dar*h yang langka, apa itu tandanya seseorang mempunyai ikatan dar*h?" Tanya Afif dengan dada berdebar.


"Kemungkinan besar seperti itu Tuan, tetapi jika ingin lebih menyakinkan dan akurat adalah dengan tes DNA." Penjelasan dokter membuat Afif menarik napas kasar.


"Baiklah, saya akan segera mendapatkan golongan dar*h yang sama!"


"Kami dari pihak rumah sakit juga akan berusaha mencarinya."


"Terima kasih, Dok."


Sesaat Afif menatap nanar tubuh Rio dan bi Rina yang sudah kaku. Kembali cairan bening memaksa keluar dari sudut matanya. Hatinya terasa sangat pilu, seseorang yang sudah merawat dan membesarkannya kini sudah pergi untuk selama-lamanya.


"Dion, tolong urus dan siapkan pemakaman untuk Rio dan bi Rina, aku akan pergi sebentar!" perintah Afif.


Afif melajukan mobilnya menuju rumah mewahnya, sesekali dia mengusap kasar wajahnya, kekhawatirannya dengan keadaan Fatimah dan permintaan kepada Nabila yang pasti akan meminta syarat yang berat untuknya.


Sesampainya di rumah, asisten rumah tangganya memberitahu jika Nabila sedang berada di kolom renang. Afif segera menuju ke sana dan terlihat Nabila yang baru saja selesai berenang.


"Hallo sayang!" Nabila berkata sambil melangkah mendekati Afif, membuat Afif membuang pandangannya.


"Hai, aku ini istrimu! semua yang aku punya adalah milikmu, bahkan kamu bisa kapanpun menyentuhnya seperti dulu, Sayang." Nabila merapatkan tubuhnya, dengan tangan yang membelai lembut wajah Afif.


"Cepatlah mandi dan berpakaian, aku tunggu dua puluh menit, kita tidak punya waktu banyak!" tegas Afif melepaskan tangan Nabila dari wajahnya.


Afif langsung melangkah meninggalkan Nabila, membuat Nabila membuang napasnya kasar. Tampak senyum smirk di wajahnya. Dia segera melangkah menuju kamar private setelah berenang.


Tak lama Nabila pun muncul dengan penampilan seksinya. Tentu saja membuat kaum Adam tidak akan berkedip menatapnya. Namun, tidak dengan Afif, penampilan Nabila yang sangat seksi membuatnya malas untuk menatapnya, bahkan, dia merasa risih dan malu berjalan dengan wanita yang berpenampilan seksi.


"Kita berangkat sekarang!" ucap Afif langsung bangkit dari duduknya.


"Tunggu, Sayang! Kita mau kemana?" Nabila bertanya sambil menahan lengan Afif, membuat Afif menghentikan lamgkahnya.

__ADS_1


"Kita ke rumah sakit, Fatimah membutuhkan dar*hmu!" ucap Afif sambil melihat jam tangan yang berada di pergelangan tangannya.


"Apa maksudmu?" Tanya Nabila dengan mata yang membulat sempurna sambil mengerutkan keningnya.


"Golongan dar*h Fatimah sama dengan golongan dar*hmu, AB."


Perkataan Afif membuat Nabila tercekat. Dia menatap tidak percaya ke arah Afif.


"Ini tidak mungkin! kenapa golongan kami sama?" Tanya Nabila dalam hati.


"Nabila, ayo kita tidak mempunyai banyak waktu!" Afif berkata sambil menarik tangan Nabila yang masih diam mematung.


Sampai di dalsm mobil pun, Nabila masih terdiam. Banyak berputar di kepalanya. Dia merasakan jantungnya berdetak kencang.


"Apa seseorang yang selama ini aku cari itu adalah dia? Tidak! Ini tidak mungkin!" Nabila berkata dalam hati sambil menggelengkan kepalanya, terlihat kegusaran di wajahnya.


Afif menyadari kegelisahannya di wajah Nabila. Dia pun yakin ada rahasia besar antara Fatimah dan Nabila, tetapi, dia menyingkirkan pikiran itu, karena yang terpenting sekarang adalah keselamatan nyawa Fatimah.


Afif mengendarai mobil dengan kecepatan tinggi, sehingga tidak membutuhkan waktu lama untuk mereka sampai di rumah sakit. Nabila tercekat saat Afif mengajaknya untuk turun dan mereka segera memasuki rumah sakit.


Afif kembali nenarik tangan Nabila sambil setengah berlari. Nabila yang masih shock hanya diam mengikuti setiap gerakan Afif, sampai akhirnya mereka sampai di ruang ICU tempat Fatimah di rawat.


Setelah di lakukan cek dar*h, ternyata dar*h Fatimah dan Nabila sangat cocok, membuat Afif dan Nabila saling tatap dalam diam


*****************


Apakah ada hubungan dar*h antara Fatimah dan Nabila?


Ada rahasia apa di masa lalu mereka?


Ikuti terus kisah romansa mereka.


Maafkan Author yang up seperti keong🙏.


Terima kasih untuk yang sudah hadir di cerita receh aku🤗🙏


Jangan lewatkan ya karya-karya Author lainnya🥰👇


.

__ADS_1



__ADS_2