Mengejar Cinta Fatimah

Mengejar Cinta Fatimah
Berat melepaskannya


__ADS_3

Bab 49


Saat ini Afif sedang berada di sebuah tempat tersembunyi, tampak dia sedang menunggu kedatangan seseorang. Sampai akhirnya dia mendapatkan pesan, jika seseorang itu sudah sampai di tempat kini Afif berada.


Afif memintanya untuk segera masuk. Saat seseorang itu sudah sampai di ruangan tempat Afif berada, lebih tepatnya ruangan yang berupa seperti sebuah goa.


"Afif Abizar," seru seseorang itu menatap lekat Afif, dari ujung rambut sampai ke ujung kaki.


"Mark Wiliam Hendri," seru Afif juga, menatap lekat lelaki bule bermata biru laut itu.


Mereka pun langsung berpelukan. Sudah bertahun-tahun mereka tidak bertemu, kini takdir mempertemukan mereka demi seorang wanita yang tak lain adalah Fatimah.


'Aku berharap, kamu dalam keadaan baik-baik saja, Afif," ucap Mark melepaskan pelukannya dan menepuk pelan pundak Afif.


"Seperti yang kamu lihat, aku baik-baik saja. Bagaimana denganmu Mark? Menjadi seseorang yang memiliki jabatan penting di sebuah negara besar pasti sangat menyenangkan dan menyita waktumu?" Afif berkata sambil mengajak Mark duduk di sebuah batu besar yang di desain menjadi seperti sebuah kursi.


"Lebih tepatnya aku menyibukkan diri, untuk menghindari kebiasaan burukku," jawab Mark santai, saat mereka sudah duduk saling berhadapan.


"Pria Casanova dengan segudang pesonanya," Afif berkata, sambil memberikan sekaleng soft drink ke tangan Mark.


"Pria Casanova yang belum bisa menemukan cinta sejatiya!" seru Mark, sambil tersenyum kecut, dia segera membuka dan meminum sekaleng soft drink yang berada di tangannya.


"Bukan tidak menemukan, tetapi karena kamu terlalu memilih." Balas Afif tersenyum miring sambil mengeluarkan sebatang rokok, menyelipkan di antara bibirnya dan segera menghidupkannya. Kepulan asap pun menggupal saat Afif menghisap rokok itu dalam-dalam dan membuangnya kasar.


"Apa kamu membutuhkan bantuanku?" Tanya Mark yang sangat mengerti dengan keadaan Afif. Dia sangat paham, cara Afif merokok saat ini menandakan jika dia sedang menghadapi masalah yang berat.


Afif tertawa mendengar perkataan Mark. "Ternyata kamu tidak berubah, selalu mengerti dengan keadaanku," jawab Afif, membuat Mark tertawa lepas.


"Apa kamu sudah berjumpa dengan Elza?" Tanya Afif dengan tatapan tajam, membuat Mark terdiam.


Mark menghela napas. "Fatimah maksudmu?" Mark membalas tatapan Afif.


Afif mematikan rokoknya di atas asbak. "Kamu sudah mengetahui siapa Elza?" Afif bertanya dengan wajah penuh selidik.

__ADS_1


Mark kembali menghela napas. "Kita tidak mengetahui takdir yang menghampiri kita. Begitu juga dengan hatiku," ucap Mark sambil mengusap kasar wajahnya.


Perkataan Mark membuat hati Afif gelisah dan takut. Rela tidak rela dia harus mengikhlaskan Fatimah. Tetapi, kenapa sekarang ada seseorang yang sangat tepat untuk Fatimah, membuatnya berat untuk melepaskannya.


"Apa kamu jatuh cinta dengan Fatimahku?" Tanya Afif dengan dada berdebar.


Mark menyunggingkan sebuah senyuman mendengar pertanyaan Afif. "Kamu benar, aku jatuh cinta kepada Elza tepatnya Fatimah pada pandangan pertama." Pernyataan Mark membuat wajah Afif semakin gelisah dan takut.


"Fatimah menolakku, dia lebih memilih menjaga hatimu dari pada menerima lamaranku," ucap Mark lagi sambil tersenyum getir. Terlihat kekecewaan dan luka di matanya.


Afif tersentak. Dia tidak menyangka jika Fatimah mampu menolak seorang Mark, demi menanti dirinya yang tak pasti. Ada senyum kebahagiaan di relung hatinya. Namun, seketika kebahagiaan itu sirna ketika kenyataan yang berbicara.


"Apa kamu tidak ingin memperjuangkannya?" Tanya Afif, walaupun, hatinya terasa berat.


Mark menatap Afif sambil mengerutkan keningnya. "Fatimah ibarat sebuah berlian yang sangat indah. Hanya orang bod*h yang rela melepaskan dan memberikannya kepada orang lain!" tegas Mark, terlihat kekesalan dari wajah dan sorot matanya.


"Justru aku sangat mencintainya dan tak ingin melihatnya menderita lagi. Kamu adalah lelaki yang tepat untuknya Mark," tegas Afif, mencoba menahan gemuruh yang bergejolak di dadanya.


"Ambillah ini! Tolong berikan kepadanya!" Afif menyerahkan sebuah kotak kecil berwarna merah kepada Mark.


Sambil mengerutkan keningnya dan menatap lekat Afif, dia pun segera mengambil kotak kecil berwarna merah itu.


"Biarkan Fatimah sendiri yang membukanya di hadapanmu, karena saat dia membukanya, dia akan sangat mengerti keputusan apa yang harus di ambilnya."


Perkataan Afif membuat Mark terdiam menatap bergantian Afif dan kotak kecil merah itu. Mark menghela napas kembali, sambil mengangguk, dia pun menyimpan kotak merah kecil itu di tas kecil hitam yang di bawanya.


"Fatimah sekarang menjadi tanggung jawabmu! Cintai dan jaga dia selalu!" tegas Afif sambil menepuk pelan pundak Mark, membuat Mark tersenyum dan mengangguk dengan pasti.


...****************...


Mark kini sedang duduk bersantai sambil meminum kopinya di sebuah taman bersama Grace. Hari ini Mark meminta bertemu dengan Fatimah di temani oleh Grace, karena seperti biasa Fatimah tidak akan mau menemui Mark jika hanya berdua saja.


Tidak lama Fatimah datang menemui mereka. Mark dan Grace tersenyum menyambut kedatangan Fatimah. Ini adalah tepat sebulan Fatimah mulai kuliah di salah satu fakultas desainer terpopuler di New York atau yang lebih di kenal FIT ( Fashion Design dan textile). Dengan relasi yang Alex punya, sangat memudahkan Fatimah kuliah di sana dengan identitas sebagai Elza.

__ADS_1


"Hallo, Sayang. Bagaimana harimu? Apakah menyenangkan?" Tanya Grace sambil memeluk dan menci*m kedua pipi Fatimah.


"Hari yang baik mami," jawab Fatimah sambil tersenyum manis. Tentu saja, senyum yang membuat Mark terpesona untuk kesekian kali.


"Duduklah!" ucap Grace, sambil menarik kursi di sampingnya.


"Terima kasih, Mom." Fatimah berkata, sambil duduk di sebelah Grace.


"Kamu mau minum apa Elza? Biar aku pesankan untukmu," tawar Mark, berusaha untuk tidak memanggil nama Fatimah.


"Terima kasih, biar aku pesan sendiri." Fatimah berkata, sambil memanggil seorang waitress dan segera memesan minumannya.


Sambil menunggu minuman datang, mereka membahas tentang kuliah Fatimah, karena pembicaraan serius mereka tidak mau di ganggu. Mereka juga mendapatkan tempat duduk yang lebih privasi.


Setelah minuman Fatimah datang, Mark meraih tas hitam kecilnya dan mengeluarkan kotak kecil berwarna merah dan segera memberikannya kepada Fatimah, membuat Fatimah seketika terdiam dan menatap Mark dan kotak merah itu bergantian. Dengan tangan gemetar, Fatimah menerima kotak itu,


 Fatimah tidak langsung membukanya, dia kembali menatap lekatn kotak merah itu, memastikan apakah itu kotak merah yang di bawa Afif atau bukan. Seketika jantungnya terasa berhenti berdetak. Tubuhnya tiba-tiba terasa sangat lemas. Buliran bening tampak sudah menganak sungai di bola matanya, saat dia yakin jika kotak nerah ini adalah kotak yang di bawa Afif, saat terakhir pertemuan mereka.


...****************...


Sebenarnya apa sie arti dan isi dari kotak merah kecil itu?


Pasti kalian kepo ya?


Sama author juga kepo 😁🤭.


Mau tahu apa isi dan maksud dari kotak merah yang di titipkan Afif kepada Mark khusus untuk Fatimah?


Ikuti yuk kisah seru di bab berikutnya 🥰.


Terima kasih untuk kalian yang selalu meluangkan waktu untuk hadir dan mengikuti kisah cinta Fatimah dan Afif yang penuh dengan batu tajam 🤗🙏.


__ADS_1


__ADS_2