
Bab 56
Afif dan Sony kini sudah berada di restoran XX, yang merupakan salah satu restoran terbesar di jantung ibukota.Tamu yang berasal dari Turki itu bernama tuan Aslan, merupakan salah satu orang terkaya di negaranya.
Selain datang bersama beberapa anak buahnya, tuan Aslan juga datang bersama wanita cantik asli Turki yang merupakan asisten pribadinya.
Wanita cantik dengan kulit putih bersih, hidung bangir dengan kedua mata bulatnya dengan manik berwarna hitam pekat, alis mata yang tebal dengan bulu mata yang lentik, dan bibir tipis yang merah merona menambah sempurna kecantikannya.
Sorot mata buas Sony pun tidak pernah lepas dari wanita cantik yang bernama Salma itu. Afif yang mengetahui itu hanya menggelengkan kepalanya. Dia tidak menyangka harus bertemu dan berhadapan dengan banyak lelaki mempunyai kelainan se*sual.
Salma tidak mempedulikan tatapan Sony yang menginginkannya. Dia justru sangat tertarik dengan sosok Afif, yang menurutnya mempunyai segudang pesona sebagai seorang laki-laki.
Singkat waktu, pembicaraan bisnis di antara mereka pun di mulai. Mereka berencana akan melakukan penyelundupan barang-barang terlarang dan barang-barang ilegal melalui jet pribadi milik tuan Aslan.
Kembali Sony menyerahkan semua tugas kerja sama mereka kepada Afif. Tentu saja Afif merasa senang, karena semakin Sony memberikan kepercayaan kepadanya, semakin memudahkan untuk melaksanakan semua rencananya.
"Semua sudah deal tuan Aslan, sebagai tanda kerja sama kita, saya ingin mengundang tuan dan nona Salma yang cantik ini, untuk datang ke klub milik saya nanti malam," ajak Sony, sambil terus menatap tubuh Salma penuh nafsu.
Tuan Aslan yang menyadari itu, tersenyum penuh arti, sambil mengucapkan kata yang membuat Afif jijik dan muak. "Aku sudah biasa bermain dengan wanita cantik. Aku menginginkan permainan yang berbeda." Tuan Aslan berkata dengan seringai licik, sambil melirik ke arah Afif. Tentu saja, mereka sangat mengerti maksud dari tuan Aslan.
"Aku mempunyai barang yang sangat bagus. Walaupun sudah tidak orisinil, tetapi jika tuan ingin memakainya, itu artinya tuan orang kedua yang menyentuhnya." Tawar Sony, membuat Afif terperanjat.
Afif tidak mengetahui, apakah dia harus senang karena Sony tidak menyerahkan dirinya untuk di nikmati oleh tuan Aslan, atau dia harus kembali melihat Arsyad harus menggantikan posisinya lagi sebagai korban aksi bejad dari mereka yang merupakan bise*sual.
"Baiklah, aku akan mencobanya. Tetapi, jika dia mengecewakan aku akan tetap pada pilihan pertamaku!" tegas tuan Salman, sambil menatap lekat Afif dari ujung rambut sampai ujung kaki. Tentu saja membuat Afif sangat geram.
"Si*l! Kenapa mereka semua menginginkanku?" Tanya Afif di dalam hati, sambil menahan gemuruh di dadanya.
__ADS_1
Salma yang mengetahui perubahan pada diri Afif, mencoba memberikan seulas senyuman saat netra mereka bertemu. Afif tidak membalas senyuman itu dengan tatapan dingin. Bagi dia, semua wanita yang terlibat dengan penjahat kelas kakap bukanlah wanita baik-baik.
"Aku jamin, dia tidak mengecewakan! Kalau dia barang bagus, masih segel tuan," bisik Sony di telinga tuan Aslan, sambil melirik Afif. Tetapi bisikan Sony terdengar jelas oleh Afif dan Salma.
Tuan Aslan tertawa lebar mendengar perkataan Sony, matanya semakin buas menatap Afif, seolah-olah Afif seperti wanita seksi di hadapannya. Padahal, ada Salma di sampingnya.
Salma menatap lekat Afif. Dia sangat mengetahui jika Afif sangat tidak nyaman dengan situasi seperti ini. Bahkan, terlihat jelas di wajahnya, jika dia sedang berusaha meredam emosinya.
"Oke, tuan Aslan sampai bertemu nanti malam. Jika service anak buahku memuaskan, aku harap nona Salma juga memuaskanku." Sony menatap Salma dengan mata seperti singa lapar, membuat Salma tersentak. Begitu juga dengan Afif yang langsung menatap Salma, dengan tatapan tajam.
Tuan Aslan tertawa. "Jangan khawatir, Salma adalah wanita yang sudah sangat terlatih. Tidak pernah ada satu klienku yang kecewa dengan servicenya." Tuan Aslan sambil merangkul pundak Salma.
Entah kenapa, Salma yang biasa mendapatkan perlakuan seperti itu, baik dari tuan Aslan maupun kliennya, tetapi, dia merasa kali ini berbeda ketika bertemu dengan Afif, apa lagi saat Afif yang kini sedang menatapnya.
Tatapan yang mampu membuat Salma merasakan getaran di hatinya, sebuah getaran yang tidak pernah di rasakannya selama ini pada lelaki mana pun. Dia merasa sangat malu dan hina di hadapan Afif.
Tuan Aslan kembali tertawa, dia sangat mengetahui kekesalan Sony.
"Tidak perlu khawatir tuan Sony, aku pastikan jika Salma akan bersamamu sepanjang malam nanti." Perkataan tuan Aslan, membuat Sony tersenyum bahagia, sangat berbeda sekali dengan Salma. Terlihat wajahnya yang langsung memucat karena kegelisahan dan ketakutan. Afif pun bisa merasakannya.
Akhirnya pertemuan pun deal, Afif lah orang yang akan melaksanakan misi transaksi besok dan nanti malam mereka akan bersenang-senang di klub malam milik Sony.
Mereka pun meninggalkan restoran XX. Saat Afif dan Salma bersalaman, Afif merasakan jika Salma memberikan sebuah isyarat dan Afif pun memahaminya dan berfikir keras, bagaimana menghindari pesta se* nanti malam.
...****************...
"Plak ...."
__ADS_1
Sebuah tamparan yang sangat kencang terdengar sangat jelas di dalam kamar yang sangat luas dan mewah. Rintihan kesakitan seorang wanita yang kini sudah tersungkur dengan sudut bibir berdar*h dan wajah yang lebam dengan lima jari yang tergambar di pipi putih dan mulusnya.
"Sudah aku bilang, jangan mengambil keputusan sebelum ada persetujuan dariku!" ucap seorang lelaki yang tak lain adalah tuan Aslan terlihat berjongkok di samping tubuh seorang wanita yang sudah pasti adalah Salma sambil menjambak kuat rambutnya. Terlihat wajah Salma yang menahan sakit. Tarikan kuat di rambutnya, membuat kulit kepala terasa ingin lepas.
"Ampun! Aku sudah lelah, Tuan!" jawab Salma yang mulai terisak.
"Kalau begitu, aku akan menjualmu melalui pasar gelap!" tegas tuan Aslan, sambil tertawa, membuat Salma ketakutan, membayangkan jika dia akan menjadi wanita pemuas nafsu para lelaki hidung belang, yang pastinya akan membuatnya menjadi budak se*.
"Ampun, Tuan! Jangan lakukan itu!" ucap Salma mengiba dengan air mata yang semakin mengalir deras.
"Bagus, kalau akal sehatmu masih bekerja!" Tuan Aslan berkata, sambil melepas kasar jambakan dari rambut Salma. Dia pun segera menekan tombol panggilan yang ada di kamarnya.
Tidak membutuhkan waktu lama, dua orang pelayan dengan tergopoh-gopoh, masuk ke dalam kamar itu.
"Urus dia! Aku ingin melihat dia malam ini tampil sempurna. Aku tidak mau jika luka-luka itu sampai terlihat!" Perintah tuan Aslan yang di jawab anggukan oleh kedua pelayan itu. Sambil tertawa penuh kemenangan, dia pun pergi meninggalkan Salma dengan dua pelayan di kamar itu.
...****************...
Hai, maaf author baru up, lagi di sibukkan dengan kehidupan nyata π.
Maaf juga author hadirkan tokoh tuan Aslan dan sosok Salma, biar ceritanya semakin berwarna.
Kalian tenang saja, kehadiran tokoh baru ada hubungannya dengan cerita cinta Afif dan Fatimah.
Makanya, biar ga penasaran, ikuti terus cerita di bab berikutnya.
Semoga besok bisa upβΊοΈ.
__ADS_1
Terima kasih untuk kehadiran kalian π€π