Mengejar Cinta Fatimah

Mengejar Cinta Fatimah
Kedatangan Afif di mansion mewah


__ADS_3

Bab 41


Afif menapakkan kembali kakinya di tanah air, dia langsung di sambut oleh seorang wanita dengan penjagaan yang ketat. Persiapan dan rencana yang sudah matang kini sudah tersusun rapi, tampak seulas senyum terlihat di sudut bibirnya.


"Sayang, akhirnya kamu kembali kepadaku," sapaan seorang wanita cantik dengan tubuh sintal dan bibir sensual menyambut kedatangan Afif.


Afif menjauhkan wajahnya, saat wanita seksi itu ingin menci*mnya. Membuat wanita itu tersenyum smirk.


"Ini yang membuat aku selalu penasaran denganmu, Afif," bisik wanita itu tepat di telinga Afif.


Afif tidak menggubris wanita seksi itu, sambil memakai kacamata hitamnya, dia pun melangkahkan kakinya menuju mobil mewah yang sudah sejak tadi menunggunya.


Wanita seksi yang tak lain adalah Sarah, langsung mengikuti Afif, dia berlari kecil mengejar langkah Afif yang lebar dan segera memegang erat. lengan Afif dengan gaya pinggulnya yang berlenggak lenggok.


Mereka pun memasuki mobil mewah dengan penjagaan yang sangat ketat. Sepanjang jalan Afif hanya diam, sedangkan Sarah terus bermanja di pundak Afif, bahkan, dia nekad menci*m bibir Afif membuat wajah Afif merah padam.


"Sarah, apa para lelaki yang selama ini bersamamu tidak ada yang mampu memenuhi hasratmu?" Tanya Afif ketus, sambil mendorong tubuh Sarah menjauh darinya.


Bibir merah Sarah yang sensual hanya menyunggingkan senyuman menggoda. "Setiap melihatmu, apa lagi dengan semua penolakanmu selama ini, semakin membuat hasratku semakin bergelora," jawab Sarah yang kembali mencoba menempelkan tubuhnya ke tubuh Afif.


"Jika kamu terus bersikap seperti ini, aku akan membatalkan perjanjian kita!" tegas Afif, membuat Sarah menghentikan gerakan tangannya di dada Afif.


"Baiklah, untuk kesekian kali aku mengalah Sayang, tetapi bukan berarti aku akan menyerah," sahut Sarah, sambil membelai lengan kekar Afif.


Afif tidak menjawab perkataan Sarah. Wajah Fatimah kini hadir di pelupuk matanya, membangkitkan semangat untuk dia segera mengakhiri semua permainan ini.


"Semoga aku tidak terjebak dengan permainan ini Fatimah! Semoga kita segera bisa bersama," ucap Afif dalam hati sambil memejamkan matanya sesaat.


...****************...

__ADS_1


Tak lama, mobil berwarna hitam itu sampai di sebuah mansion mewah dengan penjagaan yang juga sangat ketat. Sarah memperlihatkan IDnya, karena hanya orang-orang tertentu yang bisa memasuki nya. Bahkan, untuk masuk ke mansion itu harus dengan ID khusus.


Sebelum memasuki pintu utama, beberapa lelaki dengan tubuh tinggi besar dan berotot melakukan cek body terlebih dahulu kepada Afif dan Sarah sebagai bentuk keamanan dan siaga terhadap bahaya yang mengancam.


Setelah semua selesai, Sarah langsung menggandeng mesra lengan Afif, sampai mereka tiba di sebuah ruangan besar yang sangat luas dan mewah.


Afif menahan gemuruh amarah di dadanya, saat meihat keberadaan Arman dan Arsyad bersama dengan tiga orang lelaki, satu di antara mereka sangat di kenal Afif sebagai seorang mafia kelas kakap, yang sangat di segani di kalangan kriminal dan memiliki kekuatan sehingga sampai saat ini polisi tidak mempunyai bukti yang cukup untuk menjebloskannya ke jeriji besi.


Lelaki bertubuh tinggi tegap dengan kulit berwarna coklat, beralis tebal dan sorot mata tajam itu menatap sambil tersenyum smirk ke arah Afif dan Sarah.


Sarah meminta Afif untuk duduk di sebelah Arsyad, sehingga membuat mereka saling menatap penuh kebencian. Sedangkan Sarah, dia langsung menghampiri lelaki berkulit coklat itu yang bernama Sony.


Tanpa basa basi dan tanpa rasa malu, Sarah menghampiri Sony dan langsung duduk di pangkuannya. Dia langsung ******* bibir Sony dengan rakus dan langsung di balas oleh Sony yang tidak kakah rakusnya.


Ciu*man panaspun terjadi di antara mereka, di hadapan Afif, Arsyad, Arman dan kedua lelaki berwajah oriental. Mereka semua terssnyum dan menikmati aksi Sarah dan Sony, berbeda dengan Afif yang merasa muak dengan adegan panas di depannya.


Akhirnya Sarah dan Sony menghentikan aksi mereka, kini Sarah sudah duduk di samping Sony sambil menatap penuh arti ke arah Afif.


"Selamat datang di mansion kami tuan Afif," sapa Sony, sambil menuangkan secangkir wine ke gelas kosong yang berada di atas meja tepat di hadapan mereka. Kemudian dia memberikannya kepada Sarah, membuat Sarah tersenyum dan mengangguk tanda mengerti.


Sarah tersenyum nakal dan segera bangkit dari duduknya. Dia melangkah ke arah Afif dan segera memberikan segelas wine itu kepadanya.


"Maaf, aku tidak meminumnya," tolak Afif, membuat mereka semua tertawa.


"Ternyata, anak pembawa si*l itu benar-benar sudah merubahmu!" ejek Arman, di sertai tawa mengejek dari mereka.


Afif berusaha sekuat mungkin menahan gemuruh amarah di dadanya. Dia tidak mau karena emosi bisa membuat semua rencana yang sudah tersusun rapi berantakan.


Afif pun segera mengambil segelas wine itu dari tangan Sarah sambil menatap tajam mereka satu persatu. Dia langsung menghabiskan wine itu sampai tandas, membuat mereka semua kembali tertawa.

__ADS_1


"Tuan Afif, aku berharap kerja sama ini bisa berjalan lancar dan aku tidak mau ada penghianatan lagi!" tegas aalah satu lelaki berwajah oriental yang bernama Mr Jack.


"Kamu sudah membuat kami kehilangan Nabila, wanita yang benar-benar sempurna. Kamu pasti tahu akibat perbuatanmu itu?" timpal lelaki berwajah oriental satunya yang bernama Mr Fung.


"Aku tidak pernah meminta Nabila mengorbankan nyawanya. Dia melakukan semua ini karena dia ingin menyelamatkan adik yang selama ini tidak pernah dia ketahui keberadaannya selama ini!" jawab Afif sambil menatap tajam Mr Jack dan Mr Fung.


"Nabila bod*h! Demi anak pembawa si*l itu, dia sampai mengorbankan nyawanya!" ucap Arman sambil berdesis, tampak sekali kebencian di matanya.


"Berhenti mengatakan itu kepada Fatimahku!" bentak Afif dengan mata dan wajah memerah. Rahangnya seketika mengeras dengan telapak tangan mengepal kuat.


Arsyad menahan dada Afif yang berniat melangkah ke arah Arman. "Ingat tujuanmu ke sini apa?" Arsyad berkata dengan tatapan mengandung arti. Tatapan yang seperti mengisyaratkan sesuatu.


Afif menghela napas, dia menyadari jika Arman sedang memancing emosinya. Dia pun kembali duduk. Terlihat senyum kemenangan di bibir Arman.


"Kita tidak perlu membahas tentang kematian Nabila, yang terpenting sekarang adalah kerja sama kita," ucap Sony.


"Tuan Afif, nanti malam kami akan melakukan transaksi pembelian senjata dari negara A,, dan transaksi itu akan di lakukan di pelabuhan XX. Aku ingin kamu yang menghandle semua ini!" ucap Sony lagi, membuat Afif bersorak di dalam hati.


"Permainan segera di mulai, siaplah untuk kehancuran kalian satu persatu!"


...****************...


Apa sebenarnya yang sedang di rencanakan oleh Afif?


Apa arti dari tatapan Arsyad?


Bagaimana kehidupan Fatimah di New York City?


IIkuti kelanjutannya yang semakin seru.

__ADS_1


Insya Allah akan up setiap hari🤗



__ADS_2