
"Sebaiknya kamu bersiap-siaplah, aku akan menunggumu diluar" Alira melangkah pergi meninggalkan Kairo.
"Alira" Seru Kairo. Dan menarik tangan Alira yang sudah membelakangi dirinya.
Alira yang ditarik tangannya seketika berbalik arah, dan kini tubuhnya membentur tepat di dada bidang Kairo dengan tangannya sudah mendekap di bahu Kairo.
Alira dan Kairo saling menatap satu sama lain, Alira merasakan dadanya berdegup dengan kencang, begitupun yang Kairo rasakan.
Alira mendorong keras tubuh Kairo, ketika dirinya tersadar.
Namun, tenaganya kalah jauh dari Kairo. Kairo masih merangkul tubuh Alira dengan kuat, menahan agar Alira tidak menjauh lagi dari tubuhnya.
"Lepaskan aku" Alira masih meronta minta lepaskan.
Kairo tidak bergeming, dan hanya tersenyum bahagia melihat Alira yang pura-pura minta lepaskan, padahal didalam hatinya sangat menginginkan pelukan hangat Kairo.
"Diamlah, biarkan pelukan ini meredakan kemarahan mu" Ucap Kairo, Alira yang mendengar itu langsung menghentikan perkataan nya yang sejak tadi minta lepaskan. Dan membalas pelukan Kairo dengan hangat.
Seketika Alira terisak didalam dekapan Kairo, Kairo melepaskan pelukannya dan menatap wajah Alira dengan heran.
__ADS_1
"Sayang, kenapa menangis?" Tanya Kairo hawatir.
"Kamu jahat, kenapa kamu menyakiti aku. Siapa wanita itu? Kamu benar-benar jahat, sebaiknya kamu jangan menikahi aku jika kamu sudah bermain api diluar sana" Alira mengeluarkan semua unek-uneknya yang sejak kemarin ia pendam, seraya menangis sejadi-jadinya disana.
Kairo kembali memeluk tubuh Alira, walaupun Alira memukul-mukul dada dan tubuhnya, namun Kairo hanya diam dan tetap masih memeluk Alira, hingga Alira benar-benar merasa tenang.
Setelah Alira sedikit tenang, Kairo mendudukan tubuh Alira di kasur milik mereka dengan suara isakkan tangisan Alira yang masih terdengar.
Kairo duduk berjongkok dengan bertumpukan sebelah kakinya kelantai, dengan menengadahkan wajahnya menatap Alira.
"Sayang, dengarkan aku baik-baik. Kamu harus percaya sama aku, aku tidak pernah bermain api dengan wanita lain. Apalagi wanita itu sama sekali tidak aku kenal. Jika kamu seperti ini dan tidak mau mendengarkan penjelasan aku, rumah tangga kita akan sangat mudah hancur. Saling percaya, itu adalah kunci kekuatan hubungan kita. Jika kamu tidak mempercayai aku, maka pintu kehancuran akan terbuka lebar untuk kita" Ucap Kairo dengan penuh perasaan.
"Aku janji, besok aku akan mengungkapkan siapa sebenarnya wanita itu. Dan aku akan membuktikan kepadamu bahwa aku tidak bersalah, kamu mau kan memberikan satu kesempatan lagi kepadaku" Sambung Kairo lagi.
"Memang benar apa yang Kairo katakan, seharusnya aku mendengarkan dulu penjelasan dirinya baru setelah itu aku menyimpulkan" Batin Alira
Kairo tersenyum senang, walaupun hanya sebuah anggukan kepala. Itu sudah lebih dari cukup untuknya.
Seperti kata pepatah, jangan membuat keputusan disaat marah, dan jangan membuat janji disaat bahagia. Karena hasil dari itu semua, kita sendiri yang akan merasakan dampaknya. Maka, bijaklah dalam bertindak. Berpikir cerdas itu perlu, namun jangan lupa membawa hati kita didalam kebaikan dengan selalu mengucapkan (Astagfirullah) dikala hati sedang gundah.
__ADS_1
Setelah Alira tidak menangis lagi, Kairo menyuruh Alira untuk membersihkan wajahnya dan bersiap-siap. Karena mereka akan pergi kerumah Aliya malam ini.
Setelah selesai bersiap-siap, Kairo dan Alira pergi menuju rumah Aliya dan Reihan dengan menggunakan mobil sport milik mereka.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung,,,,,,,,,,,
__ADS_1
jangan lupa vote, like dan komen ya.
...🌺 Selamat membaca🌺...