Menikahi CEO Yang Kejam 2

Menikahi CEO Yang Kejam 2
Kesembuhan Kairo


__ADS_3

Seketika, Alira tertawa disana. Menurutnya keinginan Kairo begitu lucu. Hanya karena belum dicium, dia sampai tidak mau makan seperti ini.


Cup.


Alira mendaratkan kecupan paginya di kening Kairo.


Kairo sedikit tersenyum tipis, lalu menyembunyikan senyumnya dan kembali pada ekspresi datarnya, seakan masih marah pada Alira.


Alira kembali sedikit mengangkat sebelah alisnya, "Ada apa lagi. Aku sudah mencium mu, kenapa masih cemberut?" Tanya Alira.


"Aku tidak ingin dicium di kening" Balas Kairo.


"Jangan manja ya. Aku tidak mau melakukan nya lagi" Ucap Alira tegas.


"Kalau begitu aku tidak mau makan" Balas Kairo dengan ekspresi wajah murungnya.


Alira sedikit menghela nafas panjang, dan berkata. "Jika tidak mau makan, maka aku akan pergi" Ancam Alira.


Seketika Kairo menoleh ke arah Alira yang sempat ia belakangi.


"Baiklah, aku akan makan. Tapi jangan tinggalkan aku sendiri disini" Ucap Kairo pasrah.


Ya, begitulah Kairo. Walaupun dia sedikit manja, dengan sikap Alira yang sulit untuk ditaklukkan membuatnya takut akan kehilangan Alira.


Alira adalah seorang wanita yang tidak pernah bisa bersikap lebih manis kepada pasangan nya. Karena sejak kecil, ia dididik untuk tegas dan melakukan tanggung jawab tanpa belas kasih telah membuatnya menjadi wanita yang sedikit kaku, dan pemalu jika diminta lebih dipermukaan umum.


Akhirnya Kairo pun makan dengan perasaan terpaksa, ciuman yang dia inginkan dari istri nya sirna begitu saja.

__ADS_1


Alira menyuapi Kairo dengan sangat hati-hati, di suapan terakhir.


"Aduh" Alira memegang perutnya. Seketika Kairo menjadi khawatir.


"Sayang kenapa?" Tanya Kairo.


Alira mengambil tangan Kairo dan meletakkannya diperut.


"Anakmu menendang" Ucap Alira.


Mendengar itu Kairo sedikit menghela nafas lega, dia takut jika terjadi sesuatu kepada Alira dan calon bayinya.


Dug.


Kairo benar-benar merasakan tendangan yang begitu kuat dari perut istrinya, anaknya begitu tau jika itu adalah tangan ayahnya.


Keduanya pun tertawa senang disana, perasaan bahagianya yang tiada duanya, melewati proses yang begitu panjang membuat mereka sedikit mengerti jalan kehidupan.


Malam harinya,


Alira masih berada dirumah sakit untuk menjaga suaminya, dengan ditemani oleh bik Ijah pembantunya.


Keduanya pun tidur di ruangan Kairo, walaupun begitu, ruangan itu tidak hanya sebuah ruangan untuk merawat orang sakit, ruangan ini adalah ruangan khusus yang dirancang untuk keluarga Anggara sehingga keluarga yang menginap akan dipenuhi dengan pasilitas yang memadai sehingga tidak perlu khawatir tidak akan ada tempat tidur disana.


Keesokan harinya,


Pagi hari menyapa dengan begitu indahnya, pancaran sinar matahari yang lembut menembus melewati kaca jendela kamar Kairo.

__ADS_1


Kairo yang sudah merasa begitu sehat, dia ingin segera pulang kerumah dan pergi dari rumah sakit itu. Baginya, tidur dirumah sakit begitu membosankan.


Dokter disana juga tidak bisa membantah, karena kondisi Kairo memang jauh lebih sehat dari sebelumnya. Jadi Dokter mengijinkan Kairo untuk pulang kerumah.


Terlebih lagi, hari ini adalah hari dimana hasil tes DNA Aliya keluar. Kairo benar-benar ingin mendengarnya langsung bagaimana hasilnya.


Selama Kairo sakit, dia sudah lebih dulu memerintahkan Angela dan Haikal untuk menggantikan posisinya untuk mengawasi setiap pemeriksaan laboratorium Aliya.


Jadi, Kairo benar-benar tidak akan merasa khawatir jika hasilnya ditukar oleh seseorang.


Hari sudah menunjukan pukul 10.00 pagi. Bertepatan dengan kepulangan dirinya dari rumah sakit, hasil tes DNA Aliya juga akan diserahkan di jam yang sama. Jadi Kairo hanya perlu pergi menyusul Reihan dan Aliya diruangan Dokter yang memeriksa hasil DNA nya.


.


.


.


.


.


.


Bersambung,,,,,,,,,,,


Jangan lupa vote, like dan komen ya.

__ADS_1


...🌺 Selamat membaca🌺...


__ADS_2