Menikahi CEO Yang Kejam 2

Menikahi CEO Yang Kejam 2
Penangkapan 5


__ADS_3

Warning🤗


Hallo semuanya, gimana kabar kalian? Baik bukan?. Semoga selalu baik ya!!!🥰


Buat pembaca setia MCYK 2 , terimakasih karena selalu menemani Author sampai ketahap ini. Author juga minta maaf karena dalam beberapa minggu terakhir ini Author sering banget gak Up, bahkan gak Up nya luama buanget. Maaf ya heheh, soalnya Author itu siubuk buanget.


Sebagai gantinya, Author akan crazy Up ya. Semoga kalian gak pindah kelain hati.


Dukung terus Karya Author ya, dengan like, komen dan vote ya agar Author selalu semangat dan bisa crazy Up lagi. Bagaimana? Setuju kan?


Ya udah, sampai disini dulu ya. Sampai jumpa lagi. Selamat membaca.


🌺Happy reading


Kairo mendekati Hardi dengan menarik tangan bik Warsih agar menjauh dari Hardi, dan sebagai gantinya adalah dirinya yang sekarang berada ditangan Hardi.


"Jika aku tau kamu selemah ini, sudah sejak tadi aku lakukan trik ini" Ucap Hardi sedikit berbisik ditelinga Kairo.


Hardi berjalan mundur dengan masih mengaitkan lengannya pada leher Kairo untuk membawa Kairo menjauh dari kerumunan anak buahnya Kairo.


"Kairo" Seru Reihan khawatir.


"Jangan mendekat, letakan senjata kalian atau aku tembak kepala tuan kalian ini" Ancam Hardi, anak buahnya gelagapan dan tetap berapa diposisi semula.


Reihan menatap setiap gerak-gerik Hardi, namun tidak berani untuk mengikuti. Karena dia tidak ingin terjadi sesuatu kepada Kairo.


Reihan nampak mengernyitkan sebelah alisnya, kala melihat Kairo memberikan kode dengan tangannya yang seperti menepuk kebawah yang menandakan untuk menyuruh Reihan beserta anak buahnya untuk tenang dan tidak gegabah.


Reihan dan anak buahnya langsung mengerti, karena sebelum berangkat menjalankan misi, Kairo sudah lebih dulu menjelaskan langkah apa yang harus dilakukan sebelum hal seperti ini terjadi dan memberikan beberapa kode seperti memberikan perintah dengan arahan tangan tanpa harus berbicara.

__ADS_1


Sesampainya diluar Mension besar itu, Kairo masih di bawah kendali Hardi. Reihan beserta anak buahnya hanya mengikuti dengan tetap waspada.


Beberapa anak buah Hardi yang tersisa sudah Reihan atasi, yang perlu mereka tangani sekarang hanyalah Hardi.


"Hardi" Sebuah suara yang Hardi kenal dan Hardi ingat selalu didalam hatinya.


Mata indah dengan bulu mata yang lentik, serta wajahnya yang anggun dan begitu menawan.


Hardi terpana kala melihat seorang wanita yang ia sukai itu datang sendiri kepadanya saat ini.


"Alira" Ucap Kairo dan juga Hardi serempak dengan raut wajah yang bertolak belakang.


Kairo menatap Alira dengan bingung, serta khawatir.


Sementara, Hardi melukiskan senyuman manisnya kepada Alira.


"Alira jangan kesini" Teriak Kairo, namun Hardi hanya tersenyum puas kala melihat Alira tidak mendengarkan Kairo dan tetap berjalan mendekati mereka.


"Bagus sayang, mendekatlah kepadaku" Ucap Hardi dengan senyuman liciknya.


"Jangan panggil istriku dengan sebutan sayang" Bentak Kairo.


"Diam, atau aku tembak kepala mu" Ancam Hardi lagi.


Kairo membeku, ia terus berpikir bagaimana cara melumpuhkan Hardi.


"Kesinilah sayang" Ucap Hardi lagi, dan Hardi begitu senang kala melihat Alira membalas senyumannya dan terus mendekat.


Kini Alira sudah berada didepan Reihan dan sedikit dekat dengan Hardi, antara jarak sekitar 2 meter dari tempatnya.

__ADS_1


Reihan mulai paham sekarang, dan ia memberikan sebuah kode kepada Kairo dan hanya Kairo saja yang bisa membaca apa yang Reihan katakan.


Kairo mengangguk pelan, pertanda ia mengerti dengan arahan Reihan.


Wajah Kairo yang awalnya begitu tegang, kini berubah menjadi pria yang sangat dramatis.


"Sayang jangan tinggalkan aku, tetaplah disana dan jangan mendekat" Pinta Kairo dengan raut wajah memohon.


"Tidak Kairo, aku akan memilih Hardi. Hardi lebih tangguh dan juga lebih berwibawa dari kamu" Ucap Alira.


"Tidak sayang, jangan lakukan itu" Pinta Kairo lagi.


"Maafkan aku Kairo, sebenarnya aku menyesal menikah denganmu" Balas Alira, Hardi tersenyum puas disana kala mendengar perkataan Alira.


"Sudah-sudah, Kairo kamu sudah mendengar bukan. Alira lebih memilih aku dari pada kamu" Ucap Hardi dengan sombongnya.


.


.


.


.


.


.


Bersambung,,,,,,,,,,,

__ADS_1


jangan lupa vote, like dan komen ya.


...🌺 Selamat membaca🌺...


__ADS_2