Menikahi CEO Yang Kejam 2

Menikahi CEO Yang Kejam 2
Keterkejutan Jijah


__ADS_3

"Ternyata dia memang orang kaya. Setidaknya aku sedikit lega karena aku pikir, Kairo adalah orang jahat yang ingin menjual ku kepada Bandit atau semacamnya" Batin Tasya.


Sesampainya di rumah kediaman Kairo.


Nampak Tasya mengedarkan pandangannya ke seluruh tempat. Ia begitu kagum akan desain rumah yang terlihat begitu mewah dan elegan itu.


"Yuk masuk!"


Seketika Tasya tersentak kaget, dengan cepat ia mengangguk sopan, lalu mengikuti Kairo dari belakang memasuki rumah.


Setelah benar-benar masuk, Tasya benar-benar di buat kagum oleh kemewahan yang ada di rumah itu. Namun di ruang keluarga, seketika perhatian nya beralih kepada sebuah foto wanita yang terlihat tidak begitu asing baginya.


"Wajahnya? Kenapa begitu mirip dengan ku? Siapa wanita itu? Apakah itu istrinya pak Kairo?" Batin Tasya yang penuh tanya, ketika melihat sebuah foto pernikahan Alira dan Kairo yang terpasang di dinding.


"Itu adalah istri saya yang sudah meninggal" Ucap Kairo tiba-tiba. Kairo yang menyadari tatapan Tasya akan foto pernikahan nya itu, segera ia langsung memperkenalkan Alira kepada Tasya.


Tasya tersenyum tipis, "Ternyata almarhum istri bapak sangat cantik" Puji Tasya.


"Terimakasih, dia memang sangat cantik. Dan saya sangat mencintainya, ketika melihat wajahmu, saya berpikir itu adalah Dia istriku" Kata Kairo dengan sedikit tersenyum kecut. Matanya mulai memerah, segera ia menyeka air matanya yang ingin keluar.


Tasya nampak menatap kasihan, "Beruntung sekali mendapatkan suami seperti tuan Kairo. Ia begitu setia dan menyayangi istrinya dengan tulus" Batin Tasya.


"Mari, saya akan mengantarkan kamu ke kamar" Ucap Kairo. Segera Tasya mengangguk mengiyakan. Lalu mengekor dari belakang Kairo.


"Tante? Nanti tante tidur sama aku ya! Bacain aku dongen" pinta Keisha seraya memegang tangan Tasya, membawanya mengikuti sang ayah.

__ADS_1


Tasya tersenyum, lalu berkata, "Iya sayang. Nanti tante bacain ya" Balas Tasya ramah.


"Ini kamarmu"


Tasya seketika berhenti, dan menoleh kepada Kairo.


Kairo seketika kembali tertegun melihat senyuman Tasya, "Tasya begitu mirip dengan Alira. Kenapa bisa di dunia ini ada seseorang yang begitu mirip" Batin Kairo.


"Tuan?" Seru Tasya. Seketika Kairo terperanjat. Segera ia menetralkan perasaan nya.


"Oh iya. Mulai sekarang ini adalah kamar mu" Ucap Kairo.


"Tuan apa kamar ini tidak terlalu besar untuk ku?" Tanya Tasya.


"Tidak apa-apa. Lagi pula jika Keisha tiba-tiba ingin tidur bersama mu, kamar ini akan membuat kalian nyaman" Kata Kairo menjelaskan.


Beberapa hari kemudian.


Tasya sudah mulai beradaptasi di rumah Kairo, terlebih lagi kepada Keisha. Entah kenapa, Tasya merasakan ikatan batin yang begitu kuat kepada Keisha. Ia merasa nyaman dan bahagia bersama dengan Keisha saat ini.


"Ayo sini tante tangkap ya" Tasya berlari seraya mengejar Keisha di taman.


Keisha pun berlari kesana kemari menghindari tangkapan Tasya dengan tertawa riang.


"Keisha!"

__ADS_1


Seketika seseorang memanggil Keisha dari arah belakang. Kedua orang itu menghentikan langkahnya, lalu serempak menoleh kebelakang.


"Nona Alira?"


Jijah tertegun, matanya nampak menatap Tasya dengan tatapan tidak menyangka. Bagaimana mungkin seseorang yang sudah mati kini hidup kembali? Begitulah pikir Jijah.


Jijah nampak mematung dengan mata yang melebar sempurna, hal itu tentu membuat Tasya menjadi heran sekaligus bingung akan ekspresi wajah yang Jijah tampak kan di saat melihat wajahnya.


"Mbak? Kamu baik-baik aja?" Tanya Tasya kemudian


.


.


.


.


.


.


Bersambung,,,,,,,,,,,


Jangan lupa vote, like dan komen ya.

__ADS_1


...🌺 Selamat membaca🌺...


__ADS_2