
Ya, kini Kairo dan Alira akan berpamitan pulang. Karena matahari sudah meninggalkan tempatnya, Kairo mengajak Alira untuk pulang, takut istrinya kelelahan karena sejak pagi mereka tidak berhenti melakukan kegiatan sejak buk Wati mengaku sebagai ibunya Aliya.
Kini Kairo sudah melajukan mobilnya, menuju jalan raya yang semakin ramai.
Ditengah perjalanan yang sedikit sepi, Kairo di cegat oleh beberapa preman. Dan berniat merampok Kairo.
Kairo keluar dari dalam mobil, Alira awalnya menghentikan Kairo agar jangan keluar. Namun Kairo tidak mendengarkannya dan tetap keluar.
Alira begitu khawatir, dan terus berada didalam mobil.
Kebetulan mobil yang Kairo bawa adalah sebuah mobil anti peluru, serta kaca yang tidak tembus pandang jika dilihat dari luar, dan hanya yang didalam mobil saja bisa melihat apa yang sedang terjadi diluar sana.
Perampok itu berjumlah 6 orang. Dengan postur tubuh besar tinggi dan berotot. Perampok itu tidak menyadari bahwa masih ada Alira yang berada didalam mobil, karena mereka tidak bisa melihat kedalam mobil itu.
Kairo berdiri didepan mobilnya, dengan kedua tangan yang ia masukan kedalam saku celananya.
Enam preman itu menatap tajam ke arah Kairo, dengan memegang senjata masing-masing di tangannya.
Kairo masih diam mematung disana, menatap preman itu satu persatu, serta senjata apa saja yang mereka pegang.
Sementara itu, Alira yang masih didalam mobil mengirim pesan kepada Reihan. Karena takut jika Kairo kalah, maka mereka tidak akan selamat.
"Rei, tolong kami di hadang sama preman. Mereka membawa senjata, Kairo hanya sendiri. Cepatlah kesini menolong kami. Kami berada dijalan Xx" isi pesan Alira.
Diseberang sana,
Reihan sudah menerima pesan dari Alira. Tanpa membalas pesan, dengan cepat Reihan langsung bergegas pergi dengan beberapa pengawalnya menuju tempat yang diberitahu oleh Alira.
__ADS_1
Kairo berkelahi dengan sengitnya disana, preman itu nampak tidak ingin merampok, melainkan ingin membunuh Kairo.
Karena nampak sekali dari raut wajah mereka memiliki dendam yang menggebu dan menyerang Kairo dengan brutal tanpa ampun.
Kairo yang hanya seorang diri dan melawan enam orang sekaligus tanpa senjata, membuatnya kewalahan untuk menghindari serangan lawannya.
Kairo terus bertahan untuk terus menghindari serangan dan menyerang balik lawannya.
Namun lawannya nampak tidak ada ampun untuk Kairo, dan terus bangkit untuk terus menyerang Kairo.
Ditengah perkelahian yang sengit, Kairo kehilangan keseimbangan, sehingga lengan kanannya tergores oleh pisau yang tajam dari lawan.
Tanpa sadar, Alira berteriak dengan kencang kala melihat Kairo terluka.
Preman itu tersadar, ternyata masih ada seseorang didalam mobil Kairo setelah mendengar teriakan seorang wanita.
Kairo yang terluka menghadang preman itu mendekati mobilnya.
Namun Kairo yang sudah lemah,
Kairo merasakan kepala nya semakin pusing dan kehilangan keseimbangan walaupun hanya ingin menghadang.
Kairo sedikit heran, kenapa luka kecil ini bisa membuatnya selemah ini.
Ternyata, Kairo baru sadar bahwa belati yang menggores lengannya itu sudah diberi racun oleh lawannya, sehingga membuat tubuhnya selemah ini.
"Kairo, Kairo. Tolong aku" Teriak Alira yang sudah dibawa oleh preman itu keluar dari dalam mobil.
__ADS_1
Kairo berjalan sudah sempoyongan, bahkan tubuh Alira sudah tidak begitu jelas ia lihat.
Preman itu dengan kasar mendorong tubuh Kairo, hingga Kairo benar-benar terjatuh dan tidak berdaya disana.
Alira menangis sensegukan, melihat suaminya yang sudah tidak sadarkan diri disana.
"Reihan, cepatlah datang. Jika tidak, Kairo tidak akan selamat" Batin Alira.
"Kairo bangunlah, bertahanlah Kairo" Alira menangis sejadi-jadinya disana, sembari memanggil suaminya itu dengan tangis yang memilukan.
Dengan tubuh yang masih di regang oleh para preman itu, sangat sulit bagi Alira untuk mendekati Kairo yang tergeletak di tanah.
.
.
.
.
.
.
Bersambung,,,,,,,,,,,
Jangan lupa vote, like dan komen ya.
__ADS_1
...🌺 Selamat membaca🌺...