
Sesampainya di depan pintu kamar, Kairo membuka pintu itu pelan.
Nampak sosok seorang wanita yang amat Kairo cintai itu masih berbaring membelakangi arah pintu.
Kairo berjalan mendekati Alira dengan penuh rasa bersalah, karena wanita yang tidak ia kenal itu telah membuat Alira begitu meragukan dirinya saat ini.
"Sayang, kamu sudah tidur" Tanya Kairo, sedikit memegang bahu Alira. Namun Alira tidak bergeming, atau pun menoleh.
"Nampaknya Alira masih marah, sebaiknya aku biarkan saja dulu. Besok aku akan bicara padanya" Batin Kairo.
Kairo berbaring disamping Alira, dengan sedikit menatap sendu tubuh istrinya itu, yang telah mengabaikan dirinya dimalam pertama pernikahan.
Tidak berapa lama, Kairo pun sudah terlelap didalam tidurnya. Begitu juga dengan Alira, yang juga tertidur setelah melihat Kairo tertidur.
Keesokan harinya,
Alira bangun lebih awal dari Kairo, dan sudah membersihkan dirinya serta mengganti pakaiannya.
Setelah selesai bersiap-siap dengan pakaian rapinya, Alira beranjak pergi dari sana dengan meninggalkan secarik kertas diatas meja disamping makanan Kairo.
30 menit kemudian,
Kairo mengusap lembut pelupuk matanya, ia melihat disekelilingnya dan mencari sosok wanita yang ia cintai.
"Dimana Alira" Ucapnya dengan suara seraknya khas bangun tidur.
Kairo beranjak dari tempat tidur, dan mencari sosok Alira dimana-mana, dari kamar mandi, kamar ganti, namun ia tidak menemukan Alira.
__ADS_1
Kairo seketika melihat kearah meja, makanan yang masih hangat terhidang di sana.
Matanya terfokus kepada secarik kertas yang ada disamping piring makanannya, dan berjalan mendekati meja.
Ia mengambil kertas itu dan membacanya.
"Jangan mencari ku, aku pergi kekantor dan ada pekerjaan yang mendadak disana. Sarapan sudah aku siapkan diatas meja. Setelah bekerja, aku akan langsung pulang kerumah, jangan menemui aku jika urusanmu belum selesai" Alira
Kairo mengacak rambutnya asal, "Sial, Alira masih marah padaku" Ucapnya dengan nada kesalnya.
Kringggg
Kringggg
Handphone milik Kairo berbunyi, tanpa melihat siapa yang telah menelponya, Kairo mengambil gawainya dengan perasaan yang masih kesal.
"Kairo, ada apa? Sepertinya kamu sedang ada masalah, apa kamu bertengkar dengan kak Alira" Suara seorang wanita tiba-tiba saja mengagetkan Kairo.
Kairo melihat layar handphone miliknya, dengan mata sedikit membelalak.
"Aliya" Batinnya.
Ya, yang menelponnya itu adalah Aliya. Aliya kenal betul bagaimana sifat Kairo, Kairo tidak akan berbicara kasar jika tidak ada yang membuatnya kesal.
"Aliya, ada apa?" Tanya Kairo balik, tanpa menjawab pertanyaan Aliya.
"Ahh tidak, aku hanya ingin memberitahumu. Reihan mengundang kalian untuk makan malam bersama nanti malam. Apa aku menggangu kalian, dimana kak Alira" Tanya Aliya.
__ADS_1
"Alira pergi kekantor, katanya masih ada urusan disana" Balas Kairo.
"Ohh begitu, nanti malam datang ya kerumah" Ucap Aliya lagi.
"Baiklah" Balas Kairo.
Setelah berbicara dengan Kairo, Aliya mengakhiri obrolannya.
Kairo pergi menuju kamar mandi dan membersihkan dirinya, setelah itu ia makan sarapan yang sudah disiapkan oleh Alira.
Lalu setelah itu, ia bergegas menuju markas rahasianya. Sementara yang mengurus kantornya, ia percayakan kepada wahyu untuk beberapa hari ini.
Di markas rahasia.
disana sudah ada 4 orang kepercayaannya yang menunggu kedatangan dirinya.
Kairo duduk di bangku singgasananya, sedangkan 4 orang itu berdiri menghadap kepada nya.
"Bagaimana, apa kalian sudah menemukan informasi tentang wanita itu" Tanya Kairo dengan wajah seriusnya.
Satu orang bernama Haikal maju selangkah kedepan, dengan memberikan sebuah berkas diatas meja Kairo.
Bersambung,,,,,,,,,,,
jangan lupa vote, like dan komen ya.
...🌺 Selamat membaca 🌺...
__ADS_1