
Setelah mengantar Reihan sampai kedepan markas, Kairo kembali masuk kedalam setelah kepergian Reihan.
Sesampai didalam ruangannya kerjanya. Seorang wanita mengetuk pintu dan masuk ke ruangan Kairo, yang tidak lain adalah Angela.
Tok
Tok
Tok
"Masuk" Seru Kairo dari dalam.
"Ada apa Angela?" Tanya Kairo dengan wajah yang masih menatap laptop miliknya.
"Tuan ada yang ingin saya bicarakan" Ucap Angela, ketika sudah masuk kedalam ruangan Kairo.
"Bicara apa" Tanya Kairo balik dengan mimik wajah penasaran.
"Saya menemukan beberapa berkas dan juga foto-foto ditempat Tiara. Saya juga menemukan foto ibunya bersama seorang pria, namun wajah pria itu sudah tidak ada karena sudah di robek" Jelas Angela.
"Baiklah, kamu letakkan saja dulu di meja saya. Nanti saya akan memeriksanya" Ucap Kairo yang kembali
"Baik tuan" Balas Angela dan berlalu pergi dari sana.
Masalah Tiara sudah selesai, sekarang Kairo hanya tinggal memikirkan bagaimana cara menyelesaikan masalahnya bersama Hardi.
Sore harinya, semua detektif dan juga pengawal yang bertugas menjalankan misi hari ini kembali berkumpul dan melaporkan hasil pekerjaan mereka hari ini.
Diruang Meeting, semua detektif sudah duduk dengan saling berhadapan memenuhi meja panjang yang tersedia disana.
Kairo yang merupakan tuan dan juga pemilik organisasi disana berdiri tepat didepan semua orang disana.
"Laporkan hasil kerja kalian hari ini, bagaimana perkembangannya" Tanya Kairo dengan wajah seriusnya.
Berdasarkan perkiraan Kairo, mencari seseorang yang hilang bukanlah hal yang sulit baginya. Karena ini juga merupakan bidangnya sebagai seorang detektif. Ditambah lagi dia memiliki banyak sekali anak buah yang dapat ia andalkan.
"Tuan, kami sudah menemukan informasi tentang wanita itu. Dan dia dulu pernah tinggal di kampung bunga arah selatan dari kota ini. Namanya adalah Buk Andini, namun kami juga punya kabar buruknya tuan" Jelas detektif Bayu.
"Apa?" Tanya Kairo.
"Buk Andini sudah meninggal sejak 4 tahun yang lalu" Ucap Detektif bayu.
__ADS_1
Kairo menganga tidak menyangka, pupus sudah harapan ku. Begitulah pikir Kairo.
"Tuan" Seru Angela kesekian kalinya.
"Hah, iya"
"Haikal ingin bicara" Balas Angela.
"Bicaralah" Ucap Kairo dengan wajah yang nampak masih kecewa akan kabar yang ia terima.
"Tuan, kami sudah menemukan informasi pasti dimana tempat Hardi berada saat ini. Kami juga ingin menyampaikan bahwa ternyata Tiara adalah anaknya Hardi dan juga Andini, saya rasa Hardi tidak mengetahuinya dan Tiara juga sama tidak tau nya" Balas Haikal menjelaskan.
"Apa?" Lagi-lagi Kairo dibuat terkejut akan informasi yang didapatkan anak buahnya. Sungguh tidak terduga.
"Baik, hari ini kita akan membahas strategi penangkapan Hardi. Tunjukan aku peta lokasi keberadaan Hardi saat ini" Titah Kairo.
Dua orang pengawal menghidupkan Sebuah alat proyektor yang menampakan sebuah gambar peta yang keluar dari sinar cahaya yang terpancar di depan itu.
Haikal menjelaskan keberadaan Hardi melalui peta itu, lalu setelah itu Kairo menjelaskan beberapa strategi pengepungan dari berbagai arah dan berapa orang saja yang akan melalaui jalur itu.
Setelah selesai menjelaskan kepada para anak buahnya, Kairo mempersilahkan mereka untuk pergi dan bersiap-siap untuk misi besok pagi.
"Angela, tolong ikut ke ruangan saya" Titah Kairo. Angela hanya mengangguk mengiyakan dan berlalu pergi mengikuti Kairo.
Kairo membuka beberapa berkas dan juga foto-foto yang tadi Angela berikan dan belum sempat ia lihat.
Ia melihat dengan seksama foto-foto Tiara dan ibunya masih kecil, serta berkas-berkas kelahiran Tiara dirumah sakit Xx.
"Ternyata memang benar, Tiara memang anaknya Hardi" Ucap Kairo setelah selesai membaca berkas-berkas itu.
"Angela dari mana kamu mendapatkan semua ini, dan kenapa kamu bisa berinisiatif untuk mengambilnya" Tanya Kairo curiga. Karena setau Kairo, ia hanya menyuruh Angela mengurus jenazah Tiara kepada keluarganya saat itu.
"Maafkan saya tuan, waktu itu saya"
flashback
Angela dan beberapa pengawal datang kerumah bibinya Tiara dengan menggunakan 3 buah mobil.
Dua mobil untuk mereka dan satu mobil lagi untuk jenazah Tiara.
Angela keluar dari dalam mobil, dengan diikuti oleh 4 orang pengawal dibelakangnya.
__ADS_1
Tok
Tok
Tok
Satu pengawal mengetuk pintu, seorang wanita paruh baya membukakan pintu dengan wajah herannya. Karena tidak mengenali orang yang ada didepannya itu.
"Ada perlu apa?" Tanyanya dengan wajah bingung.
"Apa benar ini rumahnya Ibu Anjani?" Tanya Angela ramah, namun masih terlihat dingin dan berwibawa.
"Iya" Jawabnya singkat.
"Kami dari perusahaan zz ingin menyampaikan bahwa Tiara keponakan ibu sudah meninggal karena kecelakaan kerja, sebagai kompensasinya kami memberikan uang 1M sebagai jaminannya" Jelas Angela berbohong,
Namun Buk Anjani nampak ragu, "Dimana jenazahnya?" Tanyanya.
.
.
.
.
.
.
.
Bersambung,,,,,,,,,,,
jangan lupa vote, like dan komen ya.
...🌺 Selamat membaca🌺...
Mampir kesini juga ya!!
Ceritanya gak kalah menarik, silahkan di favorit kan ya.
__ADS_1
Judul : Menikah Karena Hutang