Menikahi CEO Yang Kejam 2

Menikahi CEO Yang Kejam 2
Menjenguk Buk Wati


__ADS_3

Sementara itu, Tika dibawa kerumah orang tuanya. Namun, Kairo juga mengutus para anak buahnya untuk membantu pemakaman Tika, karena ibu Tika sedang sakit parah. Dan itu tentu melukai hatinya teramat dalam, setelah mengetahui kejahatan yang dilakukan anaknya Tika.


Setelah prosesi pemakaman selesai, Aliya, Reihan, Alira dan juga Kairo berencana akan menjenguk ibunya Tika. Karena mereka kasihan kepada ibunya Tika, seorang perawat mereka utuskan untuk merawatnya disana.


Didepan rumah, lebih tepatnya sebuah rumah reot milik ibunya Tika, sebuah mobil sport sudah terparkir didepan rumah.


Mereka semua keluar dari dalam mobil, dan menuju masuk kedalam rumah.


Nampak seorang wanita paruh baya sedang duduk di kursi rodanya dengan tatapan kosong lurus kedepan.


Aliya yang melihat itu, merasa sangat kasihan. Matanya mengarah pada sebuah foto diatas meja yang sejak tadi ibunya Tika lihat. Sebut saja namanya buk Wati.


"Assalamualaikum" Seru Kairo.


Seketika buk Wati terperanjat dan segera menoleh kearah suara.


"Walaikumsalam" Jawabnya lirih.


Kami semua pun masuk kedalam menghampiri buk Wati, dengan berbagai buah-buahan serta makanan yang sengaja kami bawa dari rumah untuk buk Wati.


Buk Wati nampak menatap kami dengan bingung, sebab dia tidak mengenal satu pun diantara kami berempat.


"Buk, ini kami bawakan makanan" Ucap Aliya ramah, sembari menyodorkan sebungkus makanan untuk buk Wati.


Buk Wati masih bingung, namun tangannya mengambil makanan yang Aliya berikan.

__ADS_1


"Buk, perkenalkan nama saya Kairo. Dan ini Reihan dan ini istrinya, sementara ini adalah Alira istri saya" Jelas Kairo, Buk Wati nampak manggut-manggut.


Tiba-tiba, buk Wati meringis dan menjatuhkan makanan yang di beri oleh Aliya. Tenaga buk Wati yang masih lemah, ternyata tidak kuat walau hanya memegang makanan itu.


Aliya dengan sigap menangkap makanan itu dengan sempurna, sehingga makanan tadi tidak jadi jatuh kelantai.


"Maaf nak, al,,,,,,,,,," Buk Wati menghentikan ucapannya. Tatapan matanya yang tidak biasa, dengan sedikit melotot sungguh membuat Aliya bingung sekaligus khawatir melihat ekspresi wajah buk Wati nampak terkejut seperti itu.


"Buk ada apa?" Tanya Kairo antusias, karena Kairo tau tatapan itu tertuju kepada Aliya.


"Nak Aliya, apa didekat lehermu itu tanda lahir?" Tanya buk Wati, tanpa menjawab pertanyaan Kairo.


Mereka semua saling menatap dengan bingung. "Iya buk" Jawab Aliya kemudian.


"Iya, buk" Jawab Aliya singkat.


"Anakku" Buk Wati seketika mendekati Aliya dengan kursi rodanya. Aliya benar-benar bingung kala buk Wati memeluknya dengan erat serta mengatakan bahwa dia adalah anaknya.


Reihan, Alira dan Kairo juga dibuat bingung olehnya. Mereka sama sekali belum mengerti apa yang sedang terjadi sekarang.


"Buk, apa maksud ibu mengatakan aku adalah anak ibu?" Tanya Aliya serius.


"Ibu saya sudah meninggal buk" Ucap Aliya kemudian.


Mendengar itu, buk Wati melepaskan pelukannya. Dan menatap Aliya dengan dalam.

__ADS_1


"Sejahat itu kah Hendra, sehingga mengatakan bahwa aku sudah meninggal" Ucap Buk Wati kesal.


"Sekarang dimana dia? Katakan padanya bahwa aku disini, aku adalah ibu yang sudah melahirkan kamu" Ucap Buk Wati kemudian.


"Maaf buk, pak Hendra sudah lama meninggal" Balas Reihan.


"Begini saja, bagaimana jika kita melakukan tes DNA. Jika ibu terbukti adalah ibunya Aliya, maka kami akan mempertimbangkan kembali nanti" Ucap Kairo menengahi.


.


.


.


.


.


.


Bersambung,,,,,,,,,,,


Jangan lupa vote, like dan komen ya.


...🌺 Selamat membaca🌺...

__ADS_1


__ADS_2