
"Kerumah Reihan. Ada hal penting yang mau mas sampaikan sama Reihan" Jawab Kairo.
"Ohh gitu. Ya udah, hati-hati ya!" Balas Alira.
****
Kairo melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju rumah Reihan.
Tidak berapa lama, Mobil Kairo sudah terparkir didepan halaman rumah Reihan.
Diruang kerja.
Tok
Tok
Tok
"Masuk!" Seru seseorang dari dalam ruang Kerja Reihan.
Kairo langsung membuka pintu itu setelah mendapat jawaban dari Reihan.
"Duduklah!" Titah Reihan yang masih sibuk menatap beberapa berkas ditangannya.
"Sudah ketemu pembunuh nya?" Tanya Kairo memastikan.
Reihan menatap Kairo sejenak, lalu meletakan berkas yang ada ditangannya keatas meja.
"Belum. Aku juga bingung. Kenapa pembunuh itu membunuh beberapa karyawan penting kita" Balas Reihan.
"Apa Haikal dan Angela sudah menemukan jejaknya?" Lanjut Reihan lagi.
"Hanya beberapa jejak sepatu saja disekitar pembunuhan itu. Sepertinya yang membunuh adalah seorang wanita" Ujar Kairo serius.
__ADS_1
Reihan menyernyitkan sebelah alisnya, "Wanita?" Ucap Reihan kemudian dengan ekspresi wajah tidak menyangka. Bagaimana tidak? Karyawan Reihan yang dibunuh bukanlah sembarang orang, tentu saja mereka juga memiliki keahlian khusus. Namun sepertinya pembunuh itu bisa membunuh semua orang dengan sangat mudah. Begitulah yang ada didalam pikiran Reihan.
"Sepertinya pembunuh ini adalah pembunuh bayaran. Rasanya tidak mungkin jika kita memiliki musuh lagi, lalu siapa dia" Ucap Reihan kemudian.
"Sebaiknya kita segera mencari tau kebenaran ini Rei. Aku takut, jika terus dibiarkan maka korban selanjutnya adalah kita" Ucap Kairo.
****
Hari pun berlalu.
"Sayang! Aku hari ini agak terlambat ya pulangnya. Kamu hati-hati dirumah" Ucap Kairo. Lalu mencium pucuk kepala Alira lembut.
"Akhir-akhir ini mas sering pulang terlambat. Kenapa? Apa ada masalah dikantor?" Tanya Alira kemudian.
"Gak kok. Ya udah, kamu hati-hati ya! Mas pergi dulu" Pamit Kairo lagi. Lalu berlalu pergi meninggalkan Alira.
Alira nampak masih mematung ditempatnya. Pikirannya berlayar dengan penuh curiga.
"Selama Kairo pulang terlambat. Jijah juga sering keluar dari rumah dan pulang terlambat. Apa jangan-jangan,,,,"
"Sebaiknya aku melihat Keisha saja" Sambung Alira. Keisha adalah tempat dimana Alira akan menghibur dirinya dari kekalutan hatinya.
"Aku akan mengurus semuanya. Kamu tenang saja!"
Seketika Alira menghentikan langkahnya, kala mendengar suara seseorang dibalik balkon teras dilantai atas.
Alira perlahan mendekat dengan sangat hati-hati. Hatinya bertanya-tanya, siapa yang berbicara disana?.
"Ehhh ibuk. Udah lama disini?" Ucap Jijah tergagap. Kala menyadari keberadaan Alira. Alira menatap Jijah penuh selidik.
"Kamu bicara sama siapa Jijah?" Tanya Alira.
"Sama saudara dikampung. Katanya ibuk sakit, jadi dia minta kirim uang" Jawab Jijah tenang.
__ADS_1
Alira masih diam. Menatap Jijah dengan begitu lama.
"Baiklah. Berapa yang kamu butuhkan!" Jawab Alira kemudian.
"Gak usah buk. Saya masih ada tabungan kok. Lagi pula sayakan belum waktunya gajian disini" Tolak Jijah.
"Gak apa-apa. Kamu bisa minta sama saya sebelum gajian. Nanti akan dipotong setelah waktunya kamu gajian" Ucap Alira. Bahkan Alira masih menatap Jijah penuh curiga.
"Iya buk terimakasih. Nanti akan saya pikirkan" Jawab Jijah.
Alira pun berlalu setelahnya.
"Buk!" Seru Jijah kembali. Alira berbalik menghadap Jijah.
"Jika saya ijin mau menjenguk ibu saya, apa boleh?" Tanya Jijah kemudian.
"Boleh. Tapi lihat jadwal saya dulu ya, apakah saya ada keluar apa nggak minggu ini" Jawab Alira. Jijah tersenyum senang, "Baik buk" Jawabnya.
.
.
.
.
.
.
Bersambung,,,,,,,,,,,
Jangan lupa vote, like dan komen ya.
__ADS_1
...🌺 Selamat membaca🌺...