Menikahi CEO Yang Kejam 2

Menikahi CEO Yang Kejam 2
Keyakinan Kairo


__ADS_3

"Saya Tasya" Ucap Tasya ramah kepada mereka.


Aliya terlihat menatap Tasya dengan tidak percaya. Wajah itu begitu mirip dengan wajah kakaknya Alira. Dia sampai tidak bisa melihat perbedaan sedikitpun dari wajah Tasya.


"Apakah seseorang bisa semirip ini?" Batinnya.


"Maaf Nona! saya Tasya!" Kata Tasya lagi yang seketika membuat Aliya tersentak dari lamunannya sendiri.


"Ah iya maaf. Saya Aliya" Jawab Aliya ramah dengan tersenyum manis. Lalu mengulurkan tangannya untuk bersalaman.


Kedua wanita itu pun terlihat saling berjabat tangan. Dapat Reihan lihat, bahwa istrinya itu sangat merindukan Alira, sehingga senyum itu terlukis begitu tulus dari wajah sang istri kepada wanita yang bernama Tasya tersebut.


Aliya pun mengajak Tasya untuk mengobrol sembari melihat keponakannya itu bermain. Sementara Kairo dan Reihan pergi ke ruangan kerja milik Kairo. Tentunya mereka ingin membuat Strategi untuk mengungkap identitas Tasya dan mencari tahu lagi penyebab kematian Alira beberapa tahun yang lalu.


Ditempat lain. Aliya mulai bertanya-tanya tentang keseharian Tasya. Dan tentunya dia tidak lupa menanyakan latar belakang keluarga Tasya.


"Tasya! Kamu di kampung tinggal sama siapa?" tanya Aliya basa basi. Sebenarnya, dia ingin mengetahui semua tentang Tasya tanpa Tasya curigai.


"Sama Buk de Non. Kedua orang tua saya sudah lama meninggal sejak saya masih kecil. Jadi saya hanya tinggal sama Buk de saja. Tapi,,, setelah Buk De meninggal, saya pergi merantau dan akhirnya bertemu dengan tuan Kairo dan memberikan saya pekerjaan ini" Jawab Tasya apa adanya.


"Apa kamu ingat wajah kedua orang tua kamu? atau kamu punya foto mereka mungkin? aku sangat ingin melihatnya" Ujar Aliya lagi. Tasya sempat diam sejenak, sampai akhirnya ia pun menjawab.


"Saya tidak mengenal mereka Nona. saya hanya tau cerita tentang mereka dari Buk de saja. Katanya mereka meninggal karena sebuah kecelakaan" Jawab Tasya sedih. Terlihat dia menundukkan wajahnya. Aliya pun melihat itu merasa bersalah karena terlalu banyak tanya dan banyak bicara.

__ADS_1


"Maaf ya,! bukan maksud saya untuk ...."


"Tidak Apa-apa Non. saya biasa kok, saya hanya merindukan mereka" Ujar Tasya cepat yang sudah memotong perkataan Aliya.


"Sayang! Apa kau ingin pulang? Roi menelpon, katanya ada masalah di kantor." Ujar Reihan tiba-tiba.


Aliya pun terlihat berdiri dari duduknya, "Aku pulang saja Mas. Tasya, aku titip Keysha ya! Jaga dia baik-baik, aku percayakan keponakan ku kepadamu" Ujar Aliya setelahnya. Dia pun beranjak setelah melihat Tasya mengangguk.


Setelah kepergian Reihan dan Aliya. Tasya kembali bermain bersama Keysha di taman. Mereka berdua terlihat sangat akrab dan begitu bahagia. Bahkan tawa Tasya dan Keysha pun terdengar begitu tulus layaknya seorang ibu dan anak yang sedang bermain dengan penuh cinta kasih.


Hingga tanpa Tasya sadari, sejak tadi, Kairo sedang menatapnya dari balkon teras lantai dua yang berada di atas taman tempat mereka bermain.


Kairo terlihat menatap dalam-dalam wanita yang sedang bermain bersama anaknya itu. Kehadiran Tasya pun membuat keyakinan Kairo semakin besar bahwa sebenarnya Alira memang belum meninggal.


Flashback 🌺


Sore itu, Alira sudah di nyatakan meninggal oleh Dokter. Bahkan belum sempat Kairo lihat untuk terakhir kalinya wajah Alira.


Yang Kairo lihat setelah meninggal. Istrinya itu sudah dalam keadaan tidak bernyawa. Bahkan wajah istrinya itu pun sudah tidak berbentuk lagi. Banyak luka-luka dan juga gosong. Karena memang di saat kecelakaan terjadi, mobil yang Alira tumpangi pun juga sempat meledak dan terbakar, jadi wajar-wajar saja jika hal itu terjadi. Bahkan tidak ada yang merasa curiga atau semacamnya kecuali Kairo.


Kairo melihat anting yang masih terpasang di sebelah telinga istrinya itu bukanlah anting yang biasa di pakai oleh Alira. itulah kenapa sampai sekarang Kairo selalu mencari penyebab pasti kematian sang Istri yang menurut Kairo memiliki kejanggalan.


Flashback off 🌺

__ADS_1


"Apakah Tasya benar-benar Alira?"


"Aku merindukan mu sayang! Melihat mu saja aku sudah bahagia. Aku harap, kamu benar-benar masih hidup" Lirih Kairo yang terus menatap Tasya tanpa ingin beralih.


.


.


.


.


.


.


Bersambung,,,,,,,,,,,


Hai, Rafizqi kembali lagi dengan cerita lama. wkwkw🤣🤣


Oh ya, mungkin sudah banyak yang lupa kisah Alira dan Kairo, tapi insyaallah cerita ini akan Author lanjutkan. walaupun sedikit merangkak. Maaf ya sudah buat kalian menunggu,🙏🙏🙏 1000 maaf dari Author, semoga kalian gak marah ya☺️


Sampai ketemu lagi di bab berikutnya.

__ADS_1


Happy Reading 🌺


__ADS_2